Minggu 18 Dec 2011 08:23 AM -

Mencegah dan Mengobati Sakit Kepala Tanpa Obat

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Ilustrasi-sakit-kepala.jpg

Sebagian besar orang dewasa pernah merasakan nyerinya sakit kepala. Data menunjukkan, 90% populasi manusia pernah mengalami penyakit yang menimbulkan rasa nyut-nyut atau cekot-cekot di kepala ini sekali atau dua kali dalam setahun. Sakit kepala juga menjadi alasan terbanyak kedua orang mendatangi dokter.

Penyebab dan macam sakit kepala cukup banyak. Karenanya, mengetahui dengan pasti penyebab dan jenisnya merupakan langkah awal penyembuhannya. Di bawah ini dijabarkan beberapa jenis yang sering diderita:

a.. Sakit kepala karena tegang. Gejalanya diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak akibat tekanan emosional. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala.

b.. Sakit kepala migren. Umumnya, sakit kepala yang dirasakan penderitanya lebih berat ketimbang sakit kepala akibat ketegangan. Migren selalu dirasakan pada satu sisi kepala saja dan sering juga di belakang salah satu mata. Maka muncul istilah "sakit kepala sebelah". Penderita wanita kira-kira tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Penyebabnya terutama karena perubahan hormonal. Sakit kepala jenis ini dapat membuat seseorang terjaga dari tidur lelap.

c.. Sakit kepala dengan beragam gejala. Yang ini terutama menyerang pria. Gejalanya, nyeri luar biasa, umumnya terfokus di sekitar rongga mata dengan mata berair dan hidung meler.

d.. Sakit kepala pascatrauma. Ini sering muncul sebagai dampak dari suatu kecelakaan meski barangkali hanya terjadi sedikit cedera di kepala. Rasa sakitnya kadang-kadang baru muncul setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera. Lalu dapat berlangsung sampai setahun setelah trauma.

e.. Sakit kepala alergi. Yang satu ini sering ditemani gejala hidung meler, mata berair, dan kerongkongan sakit. Kemunculannya dapat ditimbulkan oleh makanan tertentu atau segala sesuatu yang bisa menimbulkan alergi.

f.. Sakit kepala sinus. Jenis yang ini mudah diketahui lewat gejalanya. Lubang hidung tertutup satu atau keduanya dan nyeri meluas ke atas pipi dan dahi. Bagian-bagian tersebut terasa sangat peka, sehingga disentuh saja kontan terasa nyeri.

Di samping sakit kepala yang penyebabnya spesifik itu, ada pula sakit kepala yang timbul semata-mata merupakan gejala sekunder dari ketidakberesan dalam tubuh yang memerlukan penanganan medis. Dengan penanganan tepat terhadap ketidakberesan itu, sakit kepala juga akan ikut teratasi.

Beberapa petunjuk di bawah ini bisa dijadikan acuan untuk memecahkan masalah sakit kepala:

1. Jika sakit kepala dirasakan lebih parah di pagi hari ketimbang sepanjang siang, pertanda adanya tekanan darah tinggi.

2. Bila sakit kepala dibarengi rasa nyeri di mata, telinga atau gigi, menunjukkan terjadinya infeksi.

3. Seandainya sakit kepala selalu terjadi setelah melakukan tugas yang mengandalkan indera penglihatan seperti membaca atau menjahit, pertanda ada ketidakberesan pada mata. Karenanya, perlu pemeriksaan mata pada dokter mata atau ahli kacamata. Mungkin saja kacamata atau lensa kontak sudah diperlukan.

4. Tumor, stroke, atau mungkin sulit tidur dapat menjadi penyebab sakit kepala dadakan yang amat nyeri. Akibatnya, tubuh terasa lemah dan dibarengi dengan penglihatan yang kabur. Sakit kepala ini berawal sebagai nyeri kecil dan semakin parah di pagi hari. Diperlukan penelusuran sesegera mungkin untuk mengetahui penyebabnya.

5. Jika sakit kepala dibarengi demam dan leher pegal, kemungkinan Anda terserang meningitis. Penanganan medis segera sangat diperlukan.

6. Bila sakit kepala muncul tiba-tiba dan sangat nyeri, pertanda adanya pembuluh darah arteri di otak yang pecah. Ini dapat mengancam jiwa. Penanganan medis mesti segera dilakukan.

Dari rileks hingga pijat

Apa pun jenis sakit kepala yang Anda derita pasti bisa diatasi dengan beberapa langkah tepat tanpa obat. Kalaupun tidak bisa hilang sama sekali, setidaknya nyeri yang ditimbulkan sakit kepala bisa dikurangi. Cara-cara di bawah ini bisa Anda pilih.

a.. Rileks. Karena terbukti bahwa banyak sakit kepala timbul lantaran ketegangan yang berkaitan dengan tekanan kehidupan sehari-hari, beberapa dokter menyarankan penderita untuk berbaring selama 20 menit untuk mengatasinya. Cara ini mungkin sama ampuhnya dengan menenggak pil penghilang rasa nyeri. Dokter juga merekomendasikan penggunaan teknik relaksasi formal dan informal. Di antara sekian banyak teknik relaksasi formal, meditasi dan yoga mungkin bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, hasil yang hampir sama baiknya mungkin bisa diperoleh melalui metode informal seperti latihan olahraga, membaca di waktu luang, melakukan kegiatan hobi yang menyenangkan, atau menikmati minuman tak beralkohol.

b.. Ubahlah kebiasaan makan. Faktor nutrisi dipercaya ikut andil cukup besar terhadap terjadinya migren. The Harvard Medical School Health baru-baru ini mempublikasikan daftar "makanan penyebab migren" yang mesti dihindarkan jika muncul gangguan migren. Deretan makanan "jahat" itu adalah anggur merah, alkohol (penyebab migren paling umum), coklat, keju yang mengandung tyramine, sosis hasil prosesan seperti hot dog (bahan makanan ini mengandung nitrit), dan makanan-makanan yang ditaburi MSG (monosodium glutamat alias vetsin).
Harry C Ehrmantraut, Ph.D., dan penulis Headaches: The Drugless Way to Lasting Relief percaya bahwa pola makan pagi, siang, dan malam yang sehat sangat membantu mengatasi masalah sakit kepala. Dia menulis "Asupan makanan yang terdistribusi secara merata sepanjang hari adalah yang terbaik." Artinya, sarapan, makan siang, dan makan malam dibuat seimbang porsinya. Jangan pagi tak makan, siang makan berat, malam paling berat.

a.. Pelihara konsistensi gaya hidup. Jika menderita "sakit kepala akhir pekan", Anda mungkin perlu mengevaluasi ulang gaya hidup Anda. Kebanyakan ahli percaya, penyebab nyeri ini akibat perubahan terlalu radikal dari gaya hidup. Keluar terlalu lama di malam Minggu dan kemudian bangun siang sekali di hari Minggu merupakan biang keladinya. Untuk menghindarkan diri dari masalah ini, cobalah menyamakan irama kehidupan Anda antara hari-hari kerja dengan hari libur. Jangan terlalu drastis perbedaannya.
James W. Lance, MD, ahli saraf dan penulis Headache: Understanding Alleviation, menyampaikan saran ini, "Pada akhir pekan, perubahan radikal ritme tubuh dari tegang terus menerus ke betul-betul rileks merupakan penyebab pasti sakit kepala akhir pekan. Orang yang cenderung migren janganlah "melembur tidur" (bangun jauh lebih siang daripada biasanya).

a.. Batasi kafein. Apakah Anda terbiasa mengkonsumsi minuman berkafein? Jika begitu, Anda mungkin mengalami sakit kepala akibat kafein. Senyawa ini bersifat adiktif; makin banyak tubuh menerima makin banyak ia diperlukan. Sakit kepala sebagai dampak kafein paling sering terjadi setelah bangun pagi.
"Peminum kopi berat (lebih dari enam cangkir sehari) harus mengatur fisiologi mereka terhadap tekanan berkelanjutan pada adrenal, hati, dan organ lain, karena penghentian mendadak asupan kopi dapat memicu terjadinya sakit kepala," ucap Ehrmantraut. "Obat untuk yang ini adalah jelas ... kurangi kafein secara berangsur-angsur." Coba ganti kafein dengan kopi yang telah dihilangkan kafeinnya, teh herbal, atau soda tanpa kafein.

a.. Bekerja dalam tingkat emosi yang sehat. Orang yang mengalami depresi, cemas, dan frustrasi lebih banyak yang gampang terserang sakit kepala ketimbang yang merasa senang, suka cita, dan secara umum menyukai kehidupannya. Daftar pertanyaan dasar di bawah ini, yang dikembangkan oleh seorang dokter terkemuka, diperlukan untuk menilai apakah sakit kepala yang Anda derita karena faktor emosi. Ajukan pada diri Anda sendiri pertanyaan berikut:
a.. Apakah saya bahagia?
b.. Apakah saya menyukai diri saya sendiri?
c.. Apakah saya baik hati dan pemaaf?
d.. Apakah saya dapat diandalkan?
e.. Apakah saya selalu melihat yang terbaik dalam setiap keadaan?
Jika kebanyakan atau semua jawabannya tidak, ada kemungkinan faktor emosional ikut andil pada sakit kepala Anda. Karena itu cobalah berupaya menjadi individu yang lebih positif dan puas.

Cara lain untuk membantu Anda adalah mendatangi psikolog. Terapi jangka pendek pun dapat membebaskan Anda dari perasaan negatif yang menyebabkan sakit kepala.

a.. Olahraga. Cara ini termasuk moderat, tapi olahraga rutin (15 menit per hari, 4 hari per minggu) mampu membebaskan sakit kepala untuk banyak orang. Jalan, joging, dan olahraga aerobik lain menambah aliran oksigen ke otak dan kemudian menyembuhkan sakit kepala paling bandel sekalipun.

Cara meringankan sakit kepala lainnya, bisa dengan pemijatan kepala pada titik-titik tertentu. Mintalah bantuan untuk memijat sehingga Anda dapat rileks. Caranya hanya dengan mengikuti nomor-nomor seperti ditunjukkan pada gambar. Pemijatan dilakukan dengan menggunakan sentuhan ringan dan gerakan melingkar kecil yang memerlukan waktu sekitar 5 - 7 detik pada setiap titiknya.

a.. Pijat dengan ringan, menggunakan ujung-ujung jari, pada titik 1 di pusaran rambut di atas kening.

b.. Lanjutkan mundur di sepanjang garis tengah kepala pada titik 2, 3, dan 4.

c.. Pijat titik 5, yang terletak di batas rambut kiri kanan titik 1.

d.. Pijat titik 6 dan 7 sejajar dengan garis titik 2, 3, dan 4.

e.. Sekarang pemijatan dalam gerakan melingkar kecil menggunakan telapak tangan, bergerak kembali ke batas rambut depan, pada kedua titik 5 (kiri dan kanan), lalu pijat titik 8, 9, dan 10.

f.. Dengan kedua ibu jari, pijat titik-titik 7, 10, dan 11 pada bagian bawah tengkorak.

g.. Menggunakan jari telunjuk dan gerakan melingkar kecil, pijat titik 12 dan 13 pada leher.

h.. Sekarang dengan perlahan tengadahkan wajah dan tekan setiap titik dengan jemari Anda atau ibu jari dari titik 1 sampai 13.

i.. Sebagai penutup, supaya mantap, pijat titik 14 dan 15 pada punggung.

Sumber