Sabtu 17 Mar 2012 11:47 AM -

Sistem Pengisian Pada Mobil

Sistem kelistrikan pada mobil selain sistem pengapian dan sistem starter adalah sistem pengisian. Sistem ini merupakan sistem yang mempunyai fungsi menyediakan atau enghasilkan arus listrik yang nantinya dimanfaatkan oleh komponen kelistrikan pada kendaraan dan sekaligus mengisi ulang arus pada baterai. clip_image002[4] Baterai pada kendaraan merupakan sumber listrik arus searah. Sifat muatannya adalah akan habis jika dipakai terus secara kontinu. Padahal keperluan arus listrik bagi perlengkapan kendaraan adalah setiap saat,utamanya akan banyak dihabiskan oleh sistem starter. Muatan listrik baterai akan berkurang bahkan habis apabila komponen kelistrikan kendaraan dihidupkan saat mesin mati.Dengan demikian agar baterai selalu siap pakai dalam arti muatannya selalu penuh, maka harus ada suatu sistem yang dapat mengisi ulang muatan. Nah sistem pengisian inilah yang mempunyai fungsi tersebut.Sistem pengisian bekerja apabila mesin dalam keadaan berputar. Selama mesin hidup sistem pengisian yang akan menyuplai arus listrik bagi semua komponen kelistrikan yang ada, namun jika pemakaian arus tidak terlalu banyak dan ada kelebihan arus, maka arus akan mengisi muatan di baterai. Dengan demikian baterai akan selalu penuh muatan listriknya. Arus yang dihasilkan oleh sistem pengisian adalah arus bolak balik. Padahal semua sistem dan komponen kelistrikan kendaraan memakai arus searah. Diodalah yang berfungsi menyearahkan arus bolak balik.


Adapun komponen sistem pengisian adalah sebagai berikut: 1. Baterai, sebagai sumber arus dan media penyimpanan arus pengisian 2. Kunci Kontak, sebagai pemutus dan penghubung arus dari baterai ke regulator 3. Lampu Indikator Pengisian, sebagai pengontrol adanya pengisian 4. Regulator, sebagai pengontrol arus dan pembatas tegangan pengisian 5. Alternator, sebagai pembangkit arus. Adapun bagian-bagian dari alternator sebagai berikut: a. Kipas, sebagi pendingin b. Pully, sebagai tempat v-belt c. Stator, merupakan lilitan yang diam d. Rotor, merupakan lilitan yang bergerak e. sikat, sebagai penghantar arus clip_image004[4] Prinsip kerja:Alternator digerakkan oleh mesin melalui v-belt. JIka arus dari baterai mengalir ke rotor melalui regulator, maka akan terjadi kemagnetan pada lilitan rotor. Selanjutnya jika mesin berputar, rotor juga berputar. Hal ini menyebabkan terjadinya induksi tegangan dari rotor ke kumparan stator. Pada kumparan stator akan dibangkitkan tegangan arus bolak balik yang selanjutnya disearahkan oleh dioda. Arus yang sudah disearahkan akan disalurkan ke baterai. Adapun pengaturan besar kecilnya tegangan pengisian diatur oleh regulator.
Cara Kerja Sistem Pengisian Pada saat kunci kontak ON dan mesin mati clip_image006[4] Bila kunci kontak diputar ke posisi ON , arus dari baterai akan mengalir ke rotor dan merangsang rotor coil.Pada waktu yang sama, arus baterai juga mengalir ke
lampu pengisisan (CHG) dan akibatnya lampu menjadi menyala (ON).
Secara keseluruhan mengalirnya arus listrik sebagai berikut : a. Arus yang ke field coil Terminal(+)baterai?fusible link?kunci kontak (IG switch)?sekering?terminal IG regulator?point PL?point PL?terminal F regulator?terminal F alternator?brush?slip ring?rotor coiil?slip ring?brush?terminal E alternator?massa?bodi. Akibatnya rotor terangsang dan timbul kemagnetan yang selanjutnya arus ini
disebut araus medan (field current). b. Arus ke lampu charge Terminal (+) baterai?fusibler link?sakelar kunci kontak IG (IG switch) sekering?lampu CHG?terminal L regulator?titik kontak P?titik kontak P?terminal E regulator?massa bodi. Akibatnya lampu charge akan menyala. Mesin dari kecepatan rendah ke kecepatan sedang. Sesudah mesin hidup dan rotor berputar, tegangan/voltage dibangkitkan dalam
stator coil, dan tegangan netral dipergunakan untuk voltage relay, karena itu lampu charge jadi mati.Pada waktu yang sama, tegangan yang dikeluarkan beraksi pada voltage regulator. Arus medan (field current) yang ke rotor dikontrol dan disesuaikan dengan tegangan yang dikeluarkan terminal B yang beraksi pada voltage regulator. Demikianlah, salah satu arus medan akan lewat menembus atau tidak menembus resistor R, tergantung pada keadaaan titik kontak PL. clip_image008[4] Catatan :
Bila gerakan P dari voltage relay, membuat hubungan dengan titik kontak P, maka pada sirkuit sesudah dan sebelum lampu pengisian (charge) tegangannya sama. Sehingga pada arus tidak akan mengalir ke lampu dan akhirnya lampu mati. Untuk jelasnya aliran arus pada masing-masing peristiwa sebagai berikut : a. Tegangan Netral Terminal N alternator?terminal N regulator?magnet coil dari voltage
relay?terminal E reguilator?massa bodi. Akibatnya pada magnet coil dari voltage relay akan terjadi kemagnetan dan dapat menarik titik kontak P dari P dan selanjutnya P akan bersatu dengan P. Dengan demikian lampu pengisian (charge) jadi mati. b. Tegangan yang keluar (output Voltage) Terminal B alternator?trminal B regulator?titik kontak P?titik kontak P? magnet coil dari voltage regulator?terminal E regulator?massa bodi. Akibatnya pada coil voltage regulator timbul kemagnetan yang dapat mempengaruhi posisi dari titik kontak (point) PL. Dalam hal ini PL akan tertarik dari PL sehingga pada kecepatan sedang PL akan mengambang (seperti terlihat pada gambar diatas). c. Arus yang ke field Termional B alternator?IG switch?Fuse?terminal IG regulator?Point PL? Point PL?Reristor R?Terminal F regulator?Terminal F alternator?Rotor
coil?terminal E alternator?massa bodi. Dalam hal ini jumlah arus/tegangan yang masuk ke rotor coil bias melalui dua saluran. ?Bila kemagnetan di voltage regulator besar dan mampu menarik PL dari PL, maka arus yang ke rotor coil akan melalui resistor R.Akibatnya arus akan kecil dan kemagnetan yang ditimbulkan rotor coil-pun kecil (berkurang). d. Out Put current Terminal B alternator ?baterai dan beban?massa bodi. Mesin dari Kecepatan Sedang ke Kecepatan Tinggi clip_image010[4] Bila putaran mesin bertambah , voltage yang dihasilkan oleh kumparan stato naik, dan gaya tarik dari kemagnetan kumparan voltage regulator menjadi lebih kuat. Dengan daya tarik yang lebih kuat, field current yang ke rotor akan mengalir terputus-putus (intermittently).Dengan kata lain, gerakan titik kontak PL dari voltage regulator kadang-kadang membuat hubungan dengan titik kontak PL. Catatan : Bial gerakan titik kontak PL pada regulator berhubungan dengan titik kontak
PL,field current akan dibatasi. Bagaimanapun juga point dari voltage relay tidak akan terpisah dari point P,sebab tegangan netral terpelihara dalam sisa flux dari rotor. Aliran arusnya adalah senagai berikut : a. Voltage Netral (Tegangan Netral) Terminal N alternator?terminal N regulator?magnet coil dari voltage
relay?terminal E regulator?massa bodi. Arus ini juga sering disebut netral voltage. b. Out Put Voltage Terminal B alternator?terminal B regulator?point P?point P?magnet coil dari N regulatorterminal E regulator. Inilah yang disebut dengan Output voltage. c. tidak ada arus ke Field Current Terminal B alternator ?IG switch?fuse?terminal IG regulator?reristor
R?Terminal F regulator?terminal F alternator?rotor coil?atau?point PL?Point P?ground (NO.F.C)?Terminal E alternator?massa (F Current).
Bila arus resistor R?mengalir teminal Fregulator?rotor coil?massa, akibatnya arus yang ke rotor ada, tapi kalau PL-maka arus mengalir ke massa sehingga yang ke rotor coil tidak ada. d. Out Put Current Terminal B alternator?baterai/load?massa. ’’