The Power of Co-Creation:

Buku The Power of Co-Creation: Built it with them to boost growth, productivity, and profits oleh Venkat Ramaswamy dan Francis Gouillart (Free Press, 2011) memaparkan bagaimana Nike (produknya yang kita kenal adalah sepatu), Starbucks (produknya yang kita kenal gerai kopi) dan beberapa perusahaan lain yang berhasil menerapkan co-creation sehingga mampu berkembang pesat, produktif dan meraup keuntungan yang besar. Kalau dicermati dengan baik, ternyata yang disebut co-creation adalah melibatkan konsumen dan stakeholders konsumen ke dalam platform perusahaan. Cara yang digunakan perusahaan bermacam-macam, tetapi intinya mengajak/melibatkan/mendorong konsumen dan stakeholders terlibat aktif dalam berinovasi dalam menyempurnakan produk dan servis perusahaan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Media interaksi yang digunakan sangat beragam, antara melalui pertemuan langsung seperti seminar dan diskusi, lewat web, mailist dan sebagainya.Sungguh menarik, ajakan tersebut ternyata disambut baik oleh konsumen, terbukti sangat banyak konsumen dan stakeholders yang mengikuti acara yang dirancang perusahaan. Bahkan konsumen dan stakeholders banyak yang kemudian secara berkelompok mengembangkan lebih lanjut acara tersebut agar lebih sesuai dengan minat dan waktu mereka. Wakil perusahaan tinggal hadir, karena segalanya diatur oleh mereka. Semua acara tersebut diarahkan agar konsumen dan stakeholders dapat memberi masukan bahkan ikut merancang penyempurnaan produk maupun servis perusahaan. Yang sangat menarik keikutsertaan konsumen dan stakeholders dalam merancang ...

PENDIDIKAN SBG WAHANA PEMBUDAYAAN PANCASILA

Pokok-pokok Pikiran Disampaikan pada Konggres Pancasila III di Universitas Airlangga Surabaya, Tanggal 31 Mei 2001.Bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai sistem nilai luhur yang dimiliki Bangsa Indonesia rasanya tidak perlu dibahas apalagi diperdebatkan. Bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus dijadikan sumber nilai sekaligus tolok ukur bagi penyelenggaraan negara juga tidak perlu diperdebatkan. Bahwa nilai-nilai luhur Pancasila merupakan acuan bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa juga tidak perlu diperdebatkan. Bahwa Pancasila merupakan ruh kehidupan seluruh bangsa Indonesia, sehingga setiap langkah seharusnya diwarnai nilai-nilai luhur Pancasila, juga tidak perlu lagi dibahas. Yang perlu direnungkan adalah mengapa fenomena kehidupan kita dalam bermasyarakat dan berbangsa terasa masih jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Status Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai sistem nilai Bangsa Indonesia sebagaimana disebutkan di atas, telah kita sepakati sejak Indonesia merdeka. Namun setelah kita merdeka selama 65 tahun, perilaku keseharian kita dalam bermasyarakat dan berbangsa tampaknya masih jauh dari nilai-nilai Pancasila. Jika Bung Karno menyatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi satu perkataan yaitu gotong royong, kita dapat bertanya dimana gotong royong itu terimplemtasikan saat ini. Yudi Latif (Kompas, 13 Mei 2011) menguraikan secara gamblang bagaimana seharusnya gotong royong menjiwai seluruh sila Pancasila. Ketuhanan seharusnya dilaksanakan dengan prinsip yang lapang, toleran serta ...

SOAL UJIAN SEMESTER

SOAL UJIAN SEMESTERMATA KULIAH:KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNESADosen: Prof. Dr. Muchlas SamaniPetunjuk:1.Ujian dilaksanakan secara take home.Soal dibagikan via blog: muchlasamani@blogspot.com dan juga diletakkan di TU Pascasarjana pada Jum at 12 Agustus 2011 pukul 14.00 wib.2.Hasil ujian diserahkan via internet ke msamani@dikti.go.id atau dikumpulkan di TU Pascasarjana paling lambat Kamis 18 Agustus pukul 14.00 wib.Pekerjaan yang diserahkan atau diemail sesudah itu, dianggap gugur.3.Jika dosen meragukan pekerjaan tersebut dapat memanggil mahasiswa untuk diminta presentasi sbg bentuk pertanggungjawaban.Soal:1.Pendidikan dikatakan efektif, jika mencapai tujuan yang ingin dicapai.Sementara tujuan pendidikan secara umum adalah membantu peserta didik mengembangkan diri agar mampu menghadapi masa depannya.Berdasarkan dua pengertian tersebut, ambilah kasus di sekolah/lembaga pendidikan tertentu (sebaiknya tempat anda bekerja atau yang anda kenal dengan baik) dan bahaslah apakah selama ini pendidikan di tempat tersebut sudah efektif.Berikah argumentasi dan data dari jawaban anda.Jika anda merujuk konsep/teori tertentu, sebutkan referensinya.2.Bertolak dari jawaban anda pada nomor 1 dan memperhatikan perkembangan teknologi sekarang ini, jika anda diminta untuk memperbaiki pendidikan di sekolah/lembaga pendidikan tersebut, jelaskan langkah yang akan anda lakukan.3.Dalam teori keefektifan pendidikan dikenal beberapa cara pandang. Jelaskancara pandang yang anda kenal dan sebutkan apa kelebihan dan kekurangan masing-masing cara pandang.Jika anda ditugasi untuk melakukan studi keefektifan pendidikan di kota anda, cara ...

REBRANDING FOR DEVELOPING PRIDE: The Case of State University of Surabaya

Muchlas SamaniThe State University of Surabayamsamani@dikti.go.idThe State University of Surabaya (Unesa) was the Teacher Training College before namely IKIP Surabaya (The Institute Teacher Training and Educational Sciences of Surabaya).It was built in 1964 and as the continuationofsometeacher training programsnamelyB1andB2. AlthoughIKIPSurabayahasturned into acomprehensiveuniversitywith the nameUnesain 1999, its primary mission remainsin education, whichpreparesprospective teachersand developseducational sciences.Froma fairlylong time of observation, it is known that one ofthe problems facedbyIKIPSurabayaandthenalsofaced byUnesawasthe low esteemof thesocietyevenofits owncivitas academica. Communities, particularlyurbansocietyconsideredUnesaas a secondclass university, so people wereless interested instudying atUnesa. Thosewho studied atUnesamostly came fromthe region or those who were not acceptedat thefavorite universities.Manystudents who were alreadystudying atUnesa, werenotproud oftheir almamater, and so were Unesa lecturers. Theyweremore likely to useattributesfromother universities which favorite rather than usingUnesa attributesasalmamater.Given theprideof thealmamaterfor students,lecturers andstaffisan important capital in developinga university, then somein-depthobservations were done about whysome students were notproud studying atUnesaandsomelecturerswere not proud teaching at Unesa.The observation findings stated thatthe brandofIKIPSurabayaorUnesaas the producer of teachers did notraise pride, because teacher was notaprestigiousprofessionin Indonesian society. WhenIKIPSurabaya converted and becameUnesa as a comprehensive university in 1999, ithad not been widelyknown to the public.People only knewthatUnesawas the new nameofIKIPSurabaya, the teacher training college and then the secondclass university label was stillattached.The second factorthat madestudents ...

BELAJAR DARI JEPANG: DARI MANA DIMULAI?

Tanggal 14 sampai dengan 20 Nopember 2012 saya berkesempatan ke Jepang, untuk dua acara: (1) mengikuti rapat rektor PTN Indonesia dengan rektor perguruan tinggi di Jepang, dan (2) mendampingi tim muhibah seni mahasiswa Unesa ke beberapa perguruan tinggi di Jepang. Pada saat kosong, saya meluangkan waktu mengunjungi beberapa kuil yang saat ini difungsikan sebagai obyek wosata dan Disneyland di Tokyo. Tentang keindahan musim gugur di Jepang yang colorful tidak perlu saya ceritakan. Yang pasti daun pepohonan berwarna-warni, hijau, kuning dan coklat, laksana bunga yang indah. Keindahan kuil juga tidak perlu saya ceritakan. Yang pasti, kuil-kuil bersih dan terawat dengan baik. Yang ingin saya berbagi cerita dengan pembaca adalah perilaku pengunjung kuil dan Disneyland. Pengunjung Disneyland dan kuil-kuil di Jepang berjumlah ribuan. Dari wajahnya, saya yakin sebagian besar mereka tulis lokal, yaitu orang Jepang. Apalagi ketika mendengar mereka berbicara dengan temannya, saya lebih yakin lagi. Memang ada orang asing, orang bule , orang Asia Tenggara dan turis dari negara lain, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Tampaknya wisata telah menjadi kebiasaan orang Jepang. Tidak hanya di hari libur, di hari kerja juga banyak turis lokal yang mengunjungi Disneyland dan kuil. Banyak pengunjung kuil yang melakukan ritual ibadah , tetapi ...

KERETA API HANYA BERHENTI 1 MENIT

Saya ke Jepang bersama rombongan kesenian, baik dosen maupun mahasiswa bulan Nopember 2012 ini. Mereka pentas di beberapa universitas dan juga di Togo Town (semacam kantor kabupaten untuk Indonesia). Tentu saja mereka membawa seabrek peralatan musik dan tari. Dan itulah yang membuat kami repot dalam perjalanan. Saat check in pesawat memerlukan waktu lama, dan bahkan memerlukan packing khusus. Yang membuat kami deg-degan adalah saat harus membawa seabreg peralatan tersebut naik kereta api cepat (namanya saya lupa) dari Tokyo ke Nagoya. Konon jaraknya Tokyo-Nagoya sekitar sama dengan Surabaya-Jogya dan itu hanya ditempuh kurang dari dua jam. Mengapa deg-degan Bukan karena takut akan kecepatannya terus mabuk atau tabrakan. Tetapi karena,menurut informasi kereta api di Jepang hanya berhenti selama satu menit di stasiun. Kami bingung bagaimana menaikkan peralatan yang begitu banyak dalam satu menit. Di Indonesia, kereta api cepat sekelas Argobromo Anggrek berhenti sekitar 10 menit di stasiun yang dilewati. Memang ini bukan yang pertama saya ke Jepang. Tetapi baru kali ini naik kereta api dan membawa seabreg barang. Untuk mendapatkan akal, kami datang ke stasiun sekitar 2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Maksudnya untuk mempelajari situasi dan mencari akal bagaimana dapat menaikkan seabreg peralatan dalam satu menit. Saya juga ingin tahu ...

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN

Pendahuluan Sertifikasi guru sebenarnya merupakan amanah UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Pasal 1 butir 1 menyebutkan: Guru adalah pendidikan profesionaldengan utama mendidik, mengajar .. . Selanjutnya pada pasal 1 butir 4, disebutkan: Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber kehidupan yang memerlukan keahlian, kecakapan dan kemahiran yang memenuhi standar mutu dan norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Pasal 1 butir 12 menyatakan sertifikat pendidikan adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional. Dari rangkaian ayat-ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagai seorang profesional, guru harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh setelah yang bersangkutan mengikuti dan lulus pendidikan profesi. Pasal 1 butir 11 menyebutkan bahwa sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru dan dosen. Namun yang dimaksud pemberian tentu bukan sekedar memberikan , tetapi lebih dahulu menguji dan jika memenuhi persyaratan sebagai profesional, yang bersangkutan diberikan sertifikat pendidik. Mirip dalam bidang engineering, suatu pesawat yang selesai diproduksi diujicoba dan jika memenuhi persyaratan terbang, diberikan sertifikat sebagai bukti layak terbang. Apa yang dimaksud dengan pendidikan profesi Undang-undang No 14 Tahun 2005 tidak menjelaskan. Yang menjelaskan hal itu UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem ...

KURIKULUM: SKL, KD DAN UN

Diskusi tentang Kurikulum 2013 begitu marak akhir-akhir ini. Seperti biasanya, ada yang pro dan ada yang kontra. Sayangnya diskusi dan tulisan di media seringkali melenceng dari hakekat kurikulum. Diskusi terjebak memaknai kurikulum sekedar sebagai daftar matapelajaran. Akibatnya perdebatan banyak berkisar pada masalah penggabungan matapelajaran dan perubahan jam pelajaran dengan berbagai argumentasi. Pada hal, daftar matapelajaran hanya sebagian kecil dari kurikulum dan lagi itu hanya konskwensi logis dari kompetensi lulusan yang diinginkan. Kurikulum ibarat gambar cetak biru dalam membangun rumah. Gambar cetak biru menjadi pedoman bagi kontarktor dan tukang, apa yang harus dikerjakan, apa bahannya dan bagaimana mengerjakannya. Dari gambar cetak biru rumah menunjukkan denah rumah, tampak depan, tampak samping, pondasi, pintu dan seterusnya. Dengan melihat gambar cetak biru, pemilik calon rumah akan mengetahui seperti apa rumah saat nanti sudah jadi. Kontarktor yang membangun, tukang yang akan mengerjakan juga tahu bagaimana cara mengerjakan dan apa bahan yang diperlukan. Analog dengan itu, kurikulum harus dapat memandu birokrasi pendidikan, kepala sekolah, guru, pengarang buku pelajaran dan penyusun soal-soal ujian dalam melaksanakan tugasnya. Sederhananya, kurikulum harus menunjukkan: (1) kompetensi seperti apa yang harus dimiliki siswa ketika lulus, biasanya disebut SKL (standar kompetensi lulusan), (2) kompetensi apa yang harus dimiliki siswa ketika ...

MENGANALISIS HASIL UN SMA

Tahun 2012, Unesa dan beberapa LPTK lain mendapat kesempatan melakukan analisis hasil UN SMA selama tiga tahun. Saat itu, hasil UN 2011 belum dapat dikeluarkan , maka yang dianalisis adalah hasil UN tahun 2008, 2009 dan 2010. Semua matapelajaran yang di-UN-kan dianalisis. Tugas menganalisis melaibatkan banyak dosen dari berbagai LPTK. Tujuan kegiatan tersebut untuk mengetahui KD (kompetensi dasar) apa yang pada umumnya tidak dikuasai siswa. Kegiatan tersebut bertolak dari asumsi bahwa sekolah melaksanakan KTSP dengan baik. Dengan KTSP siswa dapat pindah dari suatu KD ke KD lainnya jika telah mencapai tingkat ketuntasan tertentu. Pola pikir ini mungkin dilandasi asumsi bahwa antara KD terdapat prasyarat. Misalnya anak tidak mungkin dapat belajar KD-Y jika belum menguasai KD-X. Dengan pola pikir tersebut, tentunya siswa kelas 3 SMA yang mengikuti UN telah tuntas seluruh KD. Namun mengapa masih banyak anak SMA yang mendapatkan skor rendah dalam UN Mungkinkah ada KD yang memang sulit , sehingga pada umumnya anak SMA tidak mampu menguasai Jika KD yang dianggap sulit tersebut diketahui, maka dapat dilakukan upaya agar siswa dapat menguasainya. Analisis hasil UN dilakukan per-sekolah, per matapelajaran. Dengan cara itu dapat diketahui di SMA tertentu, matapelajaran tertentu, KD apa yang tidak dikuasai siswa. ...

MENGELOLA UNIVERSITAS BUKAN HANYA MASALAH KEILMUAN: Pengalaman merancang kerjasama dengan Utrecht University dan Groningen University

Bahwa mengelola suatu lembaga tidak selalu sama dengan teori di text book dan banyak mengandung seni sudah kita ketahui. Bahwa mengelola perguruan tinggi bukan hanya masalah akademik keilmuan juga sudah kita ketahui. Tetapi ketika melalukan serangkaian diskusi dengan Utrecht University dan Groningen University, ditambah berita di BBC ketika pemerintah Inggris akan memotong anggaran pendidikan tinggi, saya baru ngeh (istilah teman Jakarta), bahwa pada akhirnya pengelolaan perguruan tinggi (minimal di Eropa) bersentuan dengan aspek-aspek bisnis. Tanggal 13 Februari Tim Unesa (saya, PR-1 dan Direktur Pascasarjana) dan Tim Unsri (rektor, direktur dan asdir-1 Pascasarjana) berdiskusi dengan Tim Utrecht University. Tujuannya meluaskan kerjasama program S2 Internasional (IPOME) menjadi S2 double degree bidang Pendidikan Matematika dan Pendidikan Sains. Sorenya, sekitar jam 16an di stasiun Utrecht Central bertemu dengan teman lama dari Groningen University yang mengurusi kerjasama dengan perguruan tinggi di Asia. Tanggal 14 Tim Unesa mengunjungi Groningen University dengan naik kereta api sekitar 2,5 jam dari Amsterdam. Kami bersemangat, karena punya harapan besar dapat menjalin kerjasama. Apalagi Groningen merupakan kota yang indah di bagian ujung utara Belanda dan banyak orang Indonesia tinggal di sana. Jadilah diskusi yang sangat produktif dan diakhiri dengan makan siang gaya Belanda. Nah, komentar dari beberapa ...