ISTISHAB

Istishab: berarti Istishab sastra masa atau persahabatan. Dalam al-Usul îIman, Istishab dugaan adanya sarana atau non-keberadaan fakta. Dapat digunakan karena ketiadaan bukti lainnya (Dalil).

Telah divalidasi oleh seorang anggota ulama besar, walaupun tidak semua. Dalam ertikata positif, sebuah lanjutan dari Istishab disangka fakta (perkawinan atau transfer kepemilikan) sampai……….

bertentangan ketentuan. Namun, lanjutan dari yang sebenarnya tidak akan membuktikan, jika kontrak tersebut sementara alam (misalnya, Ijara atau sewa). Istishab juga presumes lanjutan dari negatif.

Karena dasar dalam kemungkinan, tidak Istishab tanah yang kuat untuk pemotongan dari aturan Shariah. Oleh karena itu ketika datang dalam konflik dengan bukti lain (Dalil), yang kedua menjadi prioritas. Istishab adalah dari empat jenis:

1. Dugaan asli ketiadaan (adam Istishab Al-Al-asli) yang berarti fakta atau aturan yang belum ada di masa lalu dianggap tidak ada.
2. Dugaan dari awal kehadiran (Istishab Al-Wujud Al-asli). Ini berarti bahwa kehadiran yang ditunjukkan oleh hukum atau alasan yang diambil adalah untuk diberikan. Sebagai contoh, suami yang bertanggung jawab untuk membayar “Mohr” berdasarkan adanya perkawinan yang sah.
3. Istishab al-hukm yang presumes keberlangsungan aturan umum dan prinsip-prinsip hukum. Misalnya ketika ada memerintah dalam hukum (baik yg menjadi penghalang atau wajib), maka willl disangka untuk melanjutkan.
4. Istishab al-wasf (kontinuitas dari atribut) berarti atribut dari kontinuitas disangka sampai bertentangan dibuat (sebagai contoh, air bersih akan terus, diperlakukan sebagai air bersih). Silakan lihat contoh lainnya dalam buku teks.

Usul dari Ulama yang berada dalam perjanjian umum pada tiga jenis Istishab. Ada lagi cedera pada keempat.

Beberapa hukum penting maxims telah didirikan pada Istishab, seperti:

1. Pasti tidak dapat diragukan oleh disproved (Al-Yaqin yang Yazul bil Shakk).
2. Dugaan asli kebebasan dari tanggung jawab (Al-Bara’ah dhimmah al-asliyyah).

Hasan Turabi, ahli hukum yang terkenal, memiliki makna yang disorot dari Istishab dalam bukunya “al-Usul Tajdeedî Iman Al-Islami. ” Ia berpikir bahwa ia memiliki potensi termasuk di dalam lingkup konsep alam Keadilan dan menyetujui adat dan adat istiadat masyarakat.