Rabu 16 Nov 2011 06:17 PM -

pembelajaran anak usia dini (0-3 tahun)

PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (0-3 TAHUN)

Pembelajaran anak usia dini berbeda dengan anak sekolah dasar. Yang diperlukan disini adalah pemberian stimulasi yang paling efektif. Dalam masalah ini, ibu sangat berperan penting dalam menentukan kecerdasan anak. Stimulasi sebaiknya diberikan secara kompleks tapi ringan, mulai dari stimulasi bahasa gerakan dan sentuhan

1. Pemberian Stimulasi yang Tepat

Bahasa dan suara

Bayi yang baru lahir sekalipun tidak bisa berbicara tapi perlu diberi stimulasi bahasa. Fungsi berbahasa bersama fungsi perkembangan pemecah masalah visualmotor merupakan indikator yang paling baik dari ada tidaknya gangguan perkembangan intelek.

Selanjutnya, berikan stimulasi bahasa melalui pembicaraan. Ajaklah bayi bicara dengan suara yang lembut dan bahasa yang halus. Anggaplah sang bayi sudah mampu berbicara. Lantunkan lagu-lagu dengan ritme yang indah dan teratur. Anda bisa memutarkan musik, karena musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Karena musik memiliki 3 unsur yaitu irama mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmoni dapat mempengaruhi ruh.

2. Musik dan Kecerdasan Bayi

Bagaimana musik mempengaruhi otak bayi?

Proses pengenalan musik akan melibatkan banyak daerah otak. Di otak terdapat pusat asosiasi penglihatan dan pendengaran yang berfungsi mengartikan objek yang dilihat dan didengar. Informasi dari pusat yang berada di permukaan otak tersebut akan diteruskan ke pusat emosi yang diatur dalam sistem limbik.

Dari pusat pengatur emosi ini timbul oleh rasa sedih karena rangsangan musik. Emosi sedih berdampak perubahan fisiologi tubuh berupa denyut jantung yang lebih lambat, tekanan darah meningkat dan peningkatan suhu tubuh. Sebaliknya, musik dengan kunci mayor dan tempo cepat akan membawa perasaan bahagia dan juga pernafasan yang lebih cepat.

3. Perkembangan Bahasa

£ Berbahasa pada umur 2-12 bulan

Pada umur 2 bulan, bayi dapat mengeluarkan suara ooo-ooo dengan irama yang musikal. Umur 4 bulan, terdengar suara agguu..agguu. Pada umur 6 bulan anak dapat menggumam. Pada umur 8 bulan dapat mengucapkan dadada. Lalu menjadi dada yang belum berarti, disusul dengan dada saat melihat ayahnya. Pada umur 9 bulan anak mulai mengerti makna tidak boleh. Umur 11 bulan dapat mengucapkan satu kata benar dan akan bertambah setelah umurnya genap setahun.

£ Berbahasa pada umur 12-18 bulan

Pada umur 12-15 bulan akan mucul kata-kata baru sebanyak 4-6 kata dan mulai mengucapkan kata-kata yang tidak jelas. Pada umur 16-17 bulan sudah dapat mengeluarkan hingga 20 kata. Umur 18 bulan mulai bisa mengucapkan satu kalimat yang susunannya belum benar.

£ Berbahasa setelah umur 18 bulan

Pada umur 21 bulan perbendaharaan kata mencapai 50 kata. Pada umur 3 tahun sudah menguasai 250 kata. Umur 4 tahun, anak sudah bisa bercerita.

4. Awal Masa Eksplorasi

Memasuki usia 3 bulan anak mulai bereksplorasi dengan cara memegang jari kakinya sendiri. Manfaat dari eksplorasi dapat meningkatkan keterampilan motorik halus bayi.

Bayi yang tumbuh normal pada usia 3-4 bulan akan bereksplorasi dengan bagian tubuhnya, dimulai dengan tangan. Awalnya hanya mengamati, tapi lama kelamaan memasukkannya ke dalam mulut.

5. Kegiatan Bermain Resiprokal

Usia 3-6 bulan adalah masa emas untuk membentuk kedekatan antar bayi dengan orang-orang sekitar. Bisa dilakukan dengan cara memeluk, belaian, bermain dan komunikasi. Melalui interaksi ini akan menimbulkan dasar yang dapat dikuasai anak yaitu merasa disayang, belajar komunikasi, percaya pada lingkungan, dll.

Ajaklah bermain resiprokal seperti sentuhan jabat tangan, bermain cilukba, bermain tepuk tangan, dll.