Sabtu 31 Mar 2012 10:21 AM -

autisme ???

AUTISME


Pengertiananak autis telah banyak dikemukakan oleh beberapa ahli. Secara harfiah autismeberasal dari kata autos =diri dan isme= paham/aliran. Autisme dari kata auto(sendiri), Secara etimologi : anak autis adalah anak yang memiliki gangguaanperkembangan dalam dunianya sendiri. Sepertikita ketahui banyak istilah yang muncul mengenai gangguan perkembangan: £ Autism = autismeyaitu nama gangguan perkembangan komunikasi, sosial, perilaku pada anak (LeoKanner & Asperger, 1943). £ Autist = autis :Anak yang mengalami ganguan autisme. £ Autistic child =anak autistik : Keadaan anak yang mengalami gangguan autisme. £ Autisticdisorder = gangguan autistic= anak-anak yang mengalami gangguan perkembangandalam criteria DSM-IV ( Diagnostic and Statictical Manual-IV). LeoKanner (Handojo,2003) autisme merupakan suatu jenis gangguan perkembangan padaanak, mengalami kesendirian, kecenderungan menyendiri. Chaplin(2000) mengatakan : (1) cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personalatau diri sendiri (2) menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapansendiri (3) Keyakinan ekstrim dengan fikiran dan fantasi sendiri. AmericanPsych: autisme adalah ganguan perkembangan yang terjadi pada anak yangmengalami kondisi menutup diri. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalamiketerbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku Sumber dariPedoman Pelayanan Pendidikan Bagi AnakAustistik. (American Psychiatic Association 2000) Anakautistic adalah adanya 6 gejala/gangguan, yaitu dalam bidang Interaksi social;Komunikasi (bicara, bahasa, dan komunikasi); Perilaku, Emosi, dan Pola bermain;Gangguan sensoris; dan perkembangan terlambat atau tidak norma. Penampakangejala dapat mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil (biasanya sebelumusia 3 tahun) (Power, 1983). Gangguan autisme terjadi pada masa perkembangansebelum usia 36 bulan Sumber dari Pedoman Penggolongan DiagnotikGangguan Jiwa (PPDGJ III) Autismeadalah suatu kondisi yang mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masabalita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan social ataukomunikasi yang normal. Hal ini mngekibatkan anak tersebut terisolasi darimanusia lain dan masik dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yangobsesif. (Baron-Cohen, 1993). Jadi anak autisme merupakan anak yang mengalamigangguan perkembangan yang sangat kompleks yang dapat diketahui sejak umursebelum 3 tahun mencakup bidang komunikasi, interaksi sosial serta perilakunya. Ditinjaudari segi pendidikan : anak autis adalah anak yang mengalami gangguanperkembangan komunikasi, sosial, perilaku pada anak sesuai dengan kriteriaDSM-IV sehingga anak ini memerlukan penanganan/layanan pendidikan secara khusussejak dini. Ditinjaudari segi medis : anak autis adalah anak yang mengalami gangguan/kelainan otakyang menyebabkan gangguan perkembangan komunikasi, sosial, perilaku sesuaidengan kriteria DSM-IV sehingga anak ini memerlukan penanganan/terapi secaraklinis.
Ditinjau dari segi psikologi : anak autis adalah anak yangmengalami gangguan perkembangan yang berat bisa ketahui sebelum usia 3 tahun,aspek komunikasi sosial, perilaku, bahasa sehingga anak perlu adanya penanganansecara psikologis. Ditinjaudari segi sosial anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembanganberat dari beberapa aspek komunikasi, bahasa, interaksi sosial, sehingga anakini memerlukan bimbingan ketrampilan sosial agar dapat menyesuaikan denganlingkungannya. JadiAnak Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan fungsi otak yangbersifat pervasive (inco) yaitu meliputi gangguan kognitif, bahasa, perilaku,komunikasi, dan gangguan interaksi sosial, sehingga ia mempunyai dunianyasendiri. B. GEJALA-GEJALAANAK AUTIS Gejalaanak autis antara lain: 1. Interaksisocial ä Tidaktertarik untuk bermain bersama teman ä Lebihsuka menyendiri ä Tidakada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan ä Senangmenarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang inginkan 2. Komunikasi ä Perkembanganbahasa lambat ä Senangmeniru atau membeo ä Anaktampak seperti tuli, sulit berbicara ä Kadangkata yang digunakan tidak sesuai artinya ä Mengocehtanpa arti berulang-ulang ä Bicaratidak dipakai untuk alat berkomunikasi 3. PolaBermain ä Tidakbermain seperti anak-anak pada umumnya ä Senangakan benda-benda yang berputar ä Tidakbermain sesuai fungsi mainan ä Tidakkreatif, tidak imajinatif ä Dapatsangat lekat dengan benda tertentu 4. GangguanSensoris ä Bilamendengar suara keras langsung menutup telinga ä Seringmenggunakan indera pencium dan perasanya ä Dapatsangat sensitif terhadap sentuhan ä Tidaksensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut 5. PerkembanganTerlambat ä Tidaksesuai seperti anak normal, keterampilan sosial, komunikasi dan kognisi ä Dapatmempunyai perkembangan yang normal pada awalnya, kemudian menurun bahkan sirna 6. GejalaMuncul ä Gejaladi atas dapat dimulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil ä Padabeberapa anak sekitar umur 5-6 tahun gejala tampak agak kurang
C. KLASIFIKASIANAK AUTISME MenurutYatim (2002) klasifikasi anak autis dikelompokkan menjadi tiga, antara lain : 1. AutismePersepsi : dianggap autisme yang asli karena kelainan sudah timbul sebelumlahir. Ketidakmapuan anak berbahasa termasuk pada penyimpangan reaksi terhadaprangsangan dari luar, begitu juga ketidakmampuan anak bekerjasama dengan oranglain, sehingga anak bersikap masa bodoh. 2. AutismeReaksi : terjadi karena beberapa permasalahan yang menimbulkan kecemasanseperti orangtua meninggal, sakit berat, pindah rumah/ sekolah dan sebagainya.Autisme ini akan memumculkan gerakan-gerakan tertentu berulang-ulangkadang-kadang disertai kejang-kejang. Gejala ini muncul pada usia lebih besar6-7 tahun sebelum anak memasuki tahapan berpikir logis. 3. Autismeyang timbul kemudian : terjadi setelah anak agak besar, dikarenakan kelainanjaringan otak yang terjadi setelah anak lahir. Hal akan mempersulit dalam halpemberian pelatihan dan pelayanan pendidikan untuk mengubah perilakunya yangsudah melekat.
D. PENYEBAB AUTISME Penyebab autis antara lain: ä Terjadinyakelainan struktur sel otak yang disebabkan virus rubella, toxoplasma, herpes,jamur, pendarahan, keracunan makanan. ä Faktorgenetik (ada gen tertentu yang mengakibatkan kerusakan pada sistem limbic(pusat emosi) ä Faktorsensory interpretation errors Sampai sekarang belum terdeteksi faktoryang menjadi penyebab tunggal timbulnya gangguan autisme. Namun demikian adabeberapa faktor yang di mungkinkan dapat menjadi penyebab timbulnya autisme.berikut: 1. MenurutTeori Psikososial Beberapaahli (Kanner dan Bruno Bettelhem) autisme dianggap sebagai akibat hubungan yangdingin, tidak akrab antara orang tua (ibu) dan anak. Demikian juga dikatakan,orang tua/pengasuh yang emosional, kaku, obsesif, tidak hangat bahkan dingindapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik. 2. TeoriBiologis ä Faktorgenetic: Keluarga yang terdapat anak autistik memiliki resiko lebih tinggidibanding populasi keluarga normal. ä Pranatal,Natal dan Post Natal yaitu: Pendarahan pada kehamilan awal, obat-obatan, tangisbayi terlambat, gangguan pernapasan, anemia. ä Neuroanatomi yaitu: Gangguan/disfungsi pada sel-sel otak selama dalam kandugan yangmungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi, perdarahan, atau infeksi. ä Strukturdan Biokimiawi yaitu: Kelainan pada cerebellum dengan cel-sel Purkinje yangjumlahnya terlalu sedikit, padahal sel-sel purkinje mempunyai kandunganserotinin yang tinggi. Demikian juga kemungkinan tingginya kandungan dapominatau opioid dalam darah. 3. Keracunanlogam berat misalnya terjadi pada anak yang tinggal dekat tambanga batu bara,dlsb. 4. Gangguanpencernaan, pendengaran dan penglihatan. Menurut data yang ada 60 % anakautistik mempunyai sistem pencernaan kurang sempurna. Dan kemungkinan timbulnyagejala autistik karena adanya gangguan dalam pendengaran dan penglihatan
Perbedaan antara gangguan perkembangan satu dengan yanglain : 1. gangguanautis untuk kasus yang berat dan memenuhi kriteria DSM IV atau ICD-10 2. PDD-NOS(Pervasive Developmental Disorder not Otherwise Specified) untuk kasus yangtidak menunjukkan kriteria lengkap DSM-IV untuk gangguan autis namun gangguaninteraksi dan komunikasi merupakan ganggun primer. Bila menggunakan istilahautisme atipik dijelaskan istilah tersebut berasal dari klasifikasi ICD-10 yangmempunyai arti sama dengan PDD-NOS 3. MSDD(Multisystem Developmental Disorder) untuk kasus-kasus yang menunjukkan bahwagangguan interaksi sosial dan komunikasi bukan hal primer, namun didugamerupakan hal sekunder akibat gangguan pemrosesan sensoris dan perencanaangerak motoris.
E. MACAM-MACAMTERAPI PENUNJANG BAGI ANAK AUTIS Anakautisme dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anakantara lain: 1. TerapiWicara: Untuk melancarkan otot-otot mulut agar dapat berbicara lebih baik. 2. TerapiOkupasi : untuk melatih motorik halus anak. 3. TerapiBermain : untuk melatih mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain. 4. Terapimedikamentosa/obat-obatan (drug therapy) : untuk menenangkan anak melalui pemberianobat-obatan oleh dokter yang berwenang. 5. Terapimelalui makan (diet therapy) : untuk mencegah/mengurangi tingkat gangguanautisme. 6. SensoryIntegration therapy : untuk melatih kepekaan dan kordinasi daya indra anakautis (pendengaran, penglihatan, perabaan) 7. AuditoryIntegration Therapy : untuk melatih kepekaan pendengaran anak lebih sempurna 8. Biomedicaltreatment/therapy : untuk perbaikan dan kebugaran kondisi tubuh agar terlepasdari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphinedan gliadorphine, allergen, dsb) 9. HydroTherapy : membantu anak autistik untuk melepaskan energi yang berlebihan padadiri anak melalui aktifitas di air. 10. TerapiMusik : untuk melatih auditori anak, menekan emosi, melatih kontak mata dankonsentrasi.
F. BENTUK LAYANAN PENDIDIKAN ANAKAUTISME Pendidikan untuk anak autistik usiasekolah bisa dilakukan di berbagai penempatan. Berbagai model antara lain: 1. Kelastransisi Kelasini diperuntukkan bagi anak autistik yang telah diterapi memerlukan layanankhusus termasuk anak autistik yang telah diterapi secara terpadu atau struktur.Kelas transisi sedapat mungkin berada di sekolah reguler, sehingga pada saattertentu anak dapat bersosialisasi dengan anak lain. Kelas transisi merupakankelas persiapan dan pengenalan pengajaran dengan acuan kurikulum SD dengandimodifikasi sesuai kebutuhan anak. 2. ProgramPendidikan Inklusi Programini dilaksanakan oleh sekolah reguler yang sudah siap memberikan layanan bagianak autistik. Untuk dapat membuka program ini sekolah harus memenuhipersyaratan antara lain: ä Guruterkait telah siap menerima anak autistic ä Tersediaruang khusus (resourse room) untuk penanganan individual ä Tersediaguru pembimbing khusus dan guru pendamping. ä Dalamsatu kelas sebaiknya tidak lebih dari 2 (dua) anak autistik. 3. ProgramPendidikan Terpadu ProgramPendidikan Terpadu dilaksanakan disekolah reguler. Dalam kasus/waktu tertentu,anak-anak autistik dilayani di kelas khusus untuk remedial atau layanan lainyang diperlukan. Keberadaan anak autistik di kelas khusus bisa sebagian waktuatau sepanjang hari tergantung kemampuan anak. 4. SekolahKhusus Autis Sekolahini diperuntukkan khusus bagi anak autistik terutama yang tidak memungkinkandapat mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Anak di sekolah ini sangat sulituntuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi sekeliling mereka.Pendidikan di sekolah difokuskan pada program fungsional seperti bina diri,bakat, dan minat yang sesuai dengan potensi mereka. 5. ProgramSekolah di Rumah Programini diperuntukkan bagi anak autistik yang tidak mampu mengikuti pendidikan disekolah khusus karena keterbatasannya. Anak-anak autistik yang non verbal,retardasi mental atau mengalami gangguan serius motorik dan auditorinya dapatmengikuti program sekolah di rumah. Program dilaksanakan di rumah denganmendatangkan guru pembimbing atau terapis atas kerjasama sekolah, orangtua danmasyarakat. 6. PantiRehabilitasi Autis. Anakautistik yang kemampuannya sangat rendah, gangguannya sangat parah dapatmengikuti program di panti (griya) rehabilitasi autistik. Program dipantirehabilitasi lebih terfokus pada pengembangan: ä Pengenalandiri ä Sensorimotor dan persepsi ä Motorikkasar dan halus ä Kemampuanberbahasa dan komunikasi ä Binadiri, kemampuan social ä Ketrampilankerja terbatas sesuai minat, bakat dan potensinya. Dari beberapa model layanan pendidikandi atas yang sudah eksis di lapangan adalah Kelas transisi, sekolah khususautistik dan panti rehabilitasi.
’’