Andik Witomo Putra

S-1 Pendidikan Guru Luar Biasa

MENINGKATKAN BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA DEGAN MEDIA AUDIO VISUAL

MENINGKATKAN BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA DEGAN MEDIA AUDIO VISUAL

Dalam peningkatan mutu belajar dan pengenalan ilmu pengetahuan terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita atau anak dengan hambatan intelegensi ini perlu adanya pembelajaran yang lebih modern. Dengan berkembangnya komunikasi dan teknologi yang semakin canggih ini banyak anak berkebutuhan khusus ini yang belum begitu mengenalinya,sebab dalam pembelajrannya masih dilakukan dengan cara – cara lama yang telah di buktikan dan perkembangannya pun hanya itu – itu saja, maka dari itu dengan adanya teknologi yang canggih ini anak perlu di ubah dalam pembelajarannya dengan cara menggunakan media audio visual agar anak merasa jenuh dalam belajarnya.

Media audio visual ini banyak macamnya dengan mengenalkan macam – macam buah ataupun nama – nama buah dengan beserta gambarnya. Media audio visual ini lebih cenderung kearah bermain sambil belajar sebab anak tidak akan merasa jenuh dalam belajarnya. Bagi anak tunagrahita belajar itu adalah hal yang paling membosankan sebab anak tunagrahita ini cenderung lebih cepat lelah dalam beraktivitas maka dari itu media audio visual ini akan lebih praktis dalam pembelajrannya.

Guru dalam membelajarkan anak tunagrahita ini tidak perlu bersusah payah mencari dan mencetak gambar – gambar tersebut, guru hanya menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dan tidak perlu memegang alat – alat peraganya. Guru juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar dalam membelajarkan anak tunagrahita sebab guru bisa memegang anak – anak tunagrahita tersebut dengan langsung ketika anak tidak tantrum. Dengan adanya audio visual ini kiat sebagai guru bisa juga ajarkan media ini untuk sasaran anak – anak normal juga sebab anak cenderung lebih suka belajar dengan audio visual daripada membaca buku.

Dengan media audio visual ini bisa meningkatkan belajar anak tunagrahita yang mana tidak akan merasa bosan dalam belajar yang hanya monoton itu – itu saja. Sebab belajar hanya membaca buku itu saja bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus terutama anak tunagrahita ini cenderung merasakan jenuh dalam proses belajarnya. Akan juga akan lebih peka dalam belajar dengan menggunakan media audio visual itu.