Teori Evaluasi

Rabu 01 Jun 2011 04:49 AM Alim Sumarno, M.Pd

Pendidikan adalah merupakan suatu program kegiatan dalam rangka merubah perilaku. Organisasi pendidikan dalam hal ini lembaga pendidikan bekerja atas dasar visi dan misi yang telah ditetapkan dengan beberapa tujuan program yang harus dicapai. Keberhasilan dari pelaksanaan program hanya dapat diketahui melalui proses evaluasi. Tayibnapis (2000) mengemukakan bahwa dewasa ini masalah yang paling parah dalam sistem pendidikan nasional kita adalah kurangnya evaluasi yang efektif. Banyak pelaku-pelaku pendidikan yang belum memahami tentang prosedur evaluasi yang benar dan tepat. Padahal evaluasi yang efektif merupakan suatu langkah ke arah perbaikan. Evaluasi dapat memberikan pendekatan yang lebih banyak lagi dalam memberikan informasi kepada pendidikan untuk membantu perbaikan dan pengembangan sistem pendidikan.Apakah sebenarnya pengertian dari evaluasi itu? Anas Sudijono (2001) mengemukakan bahwa secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value yang artinya nilai. Jadi istilah evaluasi menunjuk pada suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.Pengertian evaluasi merujuk pendapat Barbara A. Frey and Karen Overfield (2001) adalah Evaluation The systematic process of collecting, analyzing, and interpreting information to determine the extent to which pupils are achieving instructional objectives. Evaluation denotes placing a value on something. Pengertian evaluasi menurut Barbara, dkk ini dirasakan masih terlalu sempit karena masih dalam lingkup kegiatan proses belajar mengajar. Tayibnapis (2000) mengutip pendapat Ralph Tyler, Cronbach dan Maclcolm dalam mendefinisikan evaluasi. Ralp Tyler mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses yang menentukan sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai. Cronbach berpendapat evaluasi adalah menyediakan informasi untuk pembuat keputusan. Maclcolm mendefinisikan evaluasi sebagai perbedaan apa yang ada dengan suatu standart untuk mengetahui apakah ada selisih.Sedangkan evaluasi menurut Suharsimi Arikunto (2000) adalah suatu kegiatan pengumpulan data secara sistematis yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan dalam usaha menjawab pertanyaan atau permasalahan yang ada. Anas Sudijono (2001) mendefinisikan evaluasi sebagai suatu kegiatan atau penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.Evaluasi pendidikan menurut Lembaga Administrasi Negara sebagaimana dikutip oleh Anas Sudijono (2001) adalah suatu proses kegiatan untuk mengetahui kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dan usaha memperoleh informasi berupa umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan.Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian evaluasi pendidikan adalah suatu proses yang sistematis didalam mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasi informasi atau data untuk dapat dipakai pemegang keputusan dalam rangka menjawab permasalahan yang muncul demi kemajuan dan penyempurnaan pendidikan.Jenis evaluasi pendidikan banyak macamnya. Michael Scriven dalam Suharsimi Arikunto (2000) menyebutkan terdapat dua jenis evaluasi yaitu formatif dan sumatif. Evaluasi formatif difungsikan sebagai pengumpulan data pada waktu pendidikan sedang berlangsung. Sedangkan sumatif dilangsungkan jika program kegiatan sudah betul-betul selesai dilaksanakan. Hal ini senada dengan pendapat William E.Moon, dkk (2002) yang mengatakan : the two most common forms of program evaluation are formative evaluation that is conducted to measure a programs performance while the program is actually underway, and summative evaluation, conducted after a program has been completed.Lebih luas lagi McNamara (1999) menyebutkan bahwa jenis evaluasi tidak hanya formatif dan sumatif, namun bermacam-macam dan memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya sesuai kebutuhan, seperti evaluasi untuk penilaian kebutuhan, akreditasi, analisis keuntungan, keefektifan, efisiensi, formatif, sumatif, Evaluasi Berbasis Tujuan (Goal Based Evaluation), Evaluasi Berbasis Proses (Process Based Evaluation) dan Evaluasi Berbasis Outcome (Outcomes Based Evaluation).