Persepsi Anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Madura Tentang Program Tayangan Dokumenter Si Bolang Ditinjau Dari Media Pendidikan

Selasa 27 Sep 2011 04:45 PM Alim Sumarno, M.Pd

Sitti Romlah

ABSTRAK

Televisi merupakan salah satu media atraktif dan edukatif, hal ini dibuktikan penemuan televisi sebagai media informasi. Sebagai media informasi, televisi memiliki kekuatan yang ampuh untuk menyampaikan pesan, banyak sekali stasiun televisi yang berlomba-lomba membuat program yang menarik salah satunya adalah Si Bolang di Trans7, Si Bolang adalah sebuah acara dokumenter anak yang syarat dengan pendidikan. Dalam penelitian ini peneliti mengambil subjek siswa di Kecamatan Camplong Sampang Madura, karena terkait dengan faktor sosial ekonomi masyarakat Camplong yang masih minim dan berdampak pada tingkat pendidikan anak-anak mereka saat diperoleh disekolah, pendidikan yang diperoleh disekolah masih kurang maksimal maka dari itu dengan adanya acara Bolang anak bisa memperoleh hiburan dan wawasan sesuai dengan konsep dari Trans7 bahwa 10% mengandung nilai pendidikan dan 10% mengandung nilai inspiratif dan berkreasi. Maka dengan adanya SI Bolang sebagai media pendidikan peneliti ingin mengetahui Persepsi Anak SD di Kecamatan Camplong.Penelitian ini pengelolaan danyata kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, 5, 6, SD Camplong dan SD Prajan di Kecamatan Camplong. Dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive sampling dan diperoleh 87 siswa sebagai sampelnya.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa tayangan Bolang ada dalam kategori negatif.Jenis penelitian evaluasi program tentang program tayangan dokumenter Si Bolang, yang didapat dari program trann7 yaitu dokumenter Si Bolang bulan Mei-Juli.Setelah dilaksanakan penelitian, hasil yang diperoleh sebagai berikut:Hasil rata-rata yang diperoleh sebanyak 7,4 yang masuk dalam kategori negatif, berdasarkan persepsi audio dan visual, anak banyak mengalami kesulitan sehingga pesan yang disampaikan tidak tersampaikan. Untuk mengatasi kendala tersebut sebaiknya audio (bahasa percakapan) dan visual (gambar, teks terjemahan) perlu diperjelas.