Perkembangan Kognitif Peserta Didik Usia Dini

Selasa 12 Jul 2011 04:58 AM Alim Sumarno, M.Pd

Kognitif berhubungan dengan intelegensi. Kognitif lebih bersifat pasif atau statis yang merupakan potensi atau daya untuk memahami sesuatu, sedangkan intelegensi bersifat aktif yang merupakan aktualisasi dari daya yang berupa aktivitas atau perilaku. Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.Berkaitan dengan perkembangan kognitif, peserta didik usia 3-6 tahun ditandai dengan masa peka terhadap stimulus yang diterimanya melalui panca indra. Piaget berpendapat bahwa peserta didik rentang usia tersebut, masuk dalam perkembangan berpikir praoperasional kongkrit. Pada saat itu egosentris pada peserta didik semakin nyata. Peserta didik mulai memiliki pespektif yang berbeda dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Orang tua sering menganggap periode ini sebagai masa sulit karena peserta didik menjadi susah diatur, biasa dikenak dengan sebutan nakal atau bandel, suka membantah dan banyak bertanya.Hurlock (1999) berpendapat bahwa pada peserta didik usia dini (3-5) adalah masa permainan, misalnya bermain dengan benda/alat. Pada mulainya peserta didik mengekplorasi mainannya antara usia 2-3 tahun, kemudian mereka membayangkan mainannya mempunyai sifat hidup (dapat bergerak, berbicara, dan merasakan), misalnya peserta didik mengajak berbicara boneka kesayangannya. Freud mengemukakan bahwa peserta didik masa usia 3-5 tahun mengalami masa falish. Dalam tahap ini alat-alat kelamin merupakan daerah perhatian yang penting dan pendorong aktivitas.Freud dalam Sujiono (2005) peserta didik pada usia rentang 3-5 tahun mulai mengamati bentuk tubuhnya dan tubuh orang lain, perkembangan kepribadiannya mulai kompleks, sifat egosentrisnya makin kuat, dalam dirinya bercampur rasa bangga, kacau, dan kebencian. Berikut diidentifikasi karakteristik perkembangan kognitif peserta didik usia 3-6 tahun berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:
  1. Memahami konsep makna berlawanan : kosong-penuh, berat-ringan
  2. Menunjukkan pemahaman mengenai di dasar/di puncak, di belakang/di depan dan setrusnya.
  3. Mampu memadankan bentik lingkkaran atau persegi dengan objek nyata atau gambar
  4. Mengumpulkan benda yang memiliki persamaan: warna, bentuk, ukuran
  5. Mencocokkan segitiga, persegi panjang dan wajik
  6. Menyebutkan lingkaran dan kotak jika diperlihatkan
  7. Mampu menerangkan, mengapa seseorang memiliki : kunci, lemarai pakaian, mobil dll.
  8. Merangkai kegiatan sehari-hari dan menunjukkan kapan setiap kegiatan dilakukan
  9. Mampu menerangkan profesi-profesi yang ada di masyarakat, seperti dokter, perawat, petugas pos, dan lain-lain.
  10. Mengenali dan menghitung angka sampai 20
  11. Menceritakan kembali buku cerita bergambar dengan tingkat ketepatan yang memadai
  12. Menceritakan kembali 3 gagasan utama dari suatu cerita