Penilaian Data Non-numerik: Hasil Observasi/Wawancara/Angket

Minggu 26 Jun 2011 09:45 PM Alim Sumarno, M.Pd

Observasi, wawancara, dan angket adalah tiga kegiatan pengumpulan data yang berbeda dalam hal bagaimana data diperoleh dan oleh siapa data ditulis. Data atau jawaban dalam observasi diperoleh melalui pengamatan dan dituliskan oleh pengamat atau peneliti di dalam lembar perekam data. Jawaban dari wawancara diperoleh melalui pengajuan sejumlah pertanyaan oleh peneliti dan dituliskan oleh peneliti di dalam lembar perekam. Bila diperlukan, alat perekam suara dapat digunakan sebagai alat tambahan. Sedangkan dalam angket, sejumlah pertanyaan diberikan atau dikirimkan kepada responden untuk diisi dengan jawaban-jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang ada.

Meskipun berbeda dalam hal-hal seperti yang diuraikan di atas, observasi, wawancara, dan angket dapat dilakukan dengan lembar perekam data yang sama dan yang memuat pertanyaan-pertanyaan yang juga sama. Sebagai contoh, lembar pengamatan tak-terstruktur Kegiatan belajar dan mengajar yang disajikan di awal modul ini (Tabel 3.2) dapat digunakan untuk kepentingan wawancara atau angket dengan memodifikasi petunjuk dan rumusan pertanyaannya.

Data yang diperoleh dengan lembar pengamatan/perekam data tak-terstruktur berupa esai yang sangat panjang (non-numerik). Meskipun masing-masing butir pertanyaan telah dibatasi, uraian jawaban (Desktipsi Kejadian dan Penilaian/Komentar) yang diberikan sering kali meluas dan memuat hal-hal yang tidak relevan. Untuk mengolah data non-numerik seperti ini, tahapan-tahapan yang harus dilakukan adalah pengklasifikasian data, pengurangan/pembuangan data, dan penganalisisan data. Pengklasifikasian data adalah upaya untuk menyatukan data yang menyatakan hal-hal yang sama. Pengurangan/pembuangan data adalah upaya untuk memilih data yang sesuai dengan tujuan pengamatan dan menyisihkan data yang tidak relevan. Dengan dua tahap ini, data yang semula tidak terorganisasikan menjadi mudah untuk dicermati dan dianalisis.

Lembar pengamatan/perekam data observasi tak-terstruktur memuat data yang berupa deskripsi kejadian dan penilaian/komentar pengamat. Komentar pengamat, dalam penelitian kualitatif, dinamakan analisis di- lapangan (in-the-field analysis atau on-going analysis). Data ini amat penting karena membantu analisis selanjutnya atau analisis setelah-pengumpulan-data (after-data-collection analysis). Analisis setelah-pengumpulan-data adalah upaya peneliti menyatukan penilaian/komentar yang dibuat selama tahap pengumpulan data dan penilaian/komentar yang dibuat setelah tahap pengumpulan data dengan membaca ulang deskripsi kejadian.