Pengertian dan Tujuan Seminar Teknologi Pendidikan

Minggu 17 Jul 2011 09:06 PM Alim Sumarno, M.Pd

Berbeda dengan mata kuliah Seminar Bidang Teknologi Pendidikan maka seminar itu sendiri sesungguhnya bukan lagi merupakan hal yang baru. Kita telah sering mendengar dan bahkan telah sering pula mengikuti berbagai macam seminar. Seminar Bidang Teknologi Pendidikan tak lain artinya adalah seminar yang bertemakan masalah-masalah aplikasi dalam pendidikan.Sementara itu yang masih perlu diperjelas adalah pengertian seminar (pendidikan) sebagai mata kuliah. Di dalam Websters Third New International Dictionary (dalam Mohamad Nur, 1983:7-8). Di muat beberapa arti kata seminar. Salah satu diantaranya berbunyi : a group of advanced student studying a sub subject under a professor, each doing some discussions. Jika diterjemahkan secara bebas adalah sebagai berikut : sekelompok mahasiswa tingkat lanjut yang mempelajari suatu subyek di bawah bimbingan guru besar, setiap mahasiswa melakukan penelitian original, dan mahasiswa itu seluruhnya saling bertukar hasil penelitiannya melalui kuliah informal, laporan, dan diskusi. Dan menurut W.J.S. Poerwadarminta (1978:908), kata seminar adalah pertemuan untuk menyelidiki dan membahas suatu di bawah pimpinan guru besar atau orang ahli.Jadi jelaslah bahwa disini kata seminar diartikan dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Penulis sependapat bila arti seminar di atas diberlakukan utuk mengartikan mata kuliah seminar, sehingga pengertian mata kuliah Seminar Bidang Teknologi Pendidikan tinggal menambahkan kata dalam bidang teknologi pendidikan di belakang kata penelitian orijinal.Untuk mengantarkan para diskusi tentang arti dan tujuan amata kuliah Seminar Bidang Teknologi Pendidikan telah dipilihkan sebuah laporan seminar sebagai bahan diskusi. Dari laporan seminar ini diharapkan akan dapat dipetik beberapa pengalaman yang berharga.Seminar tersebut menurut Muhamad Nur (1983:1) berjudul Asean Expert Seminar on the Development Of Science/Mathematics Conceps In Children yang berlangsung di Bangkok pada tahun 1972 dan diadakan oleh UNESCO dan UNICEF. Seperti yang tercantum pada Final Report, tujuan seminar itu adalah seperti yang telah diterjemahkan berikut ini.
  1. Saling memberikan andil pengetahuan (to share knowledge) yang didapat dari usaha yang telah dilakukan di dalam bidang pengembangan konsep sains dan matematika didalam diri anak (3-11/12 tahun), dan mengkaitkannya dengan pengembangan kurikulum dains dan matematika.
  2. Melalui pertukaran pengalaman (exchange of experience). Mengidentifikasi masalah-masalah belajar yang dijumpai dalam proyek pengembangan kurikulum di Asia dan mengkajinya dalam kaitannya dengan penelitian dalam pengembangan konsep.
  3. Mengembangkan rencana dan metodologi untuk penelitian baru dalam pengembangan konsep, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan kondisi negara-negara Asean.
  4. Mempertimbangkan cara-cara dan sarana-sarana dengan mana penemuan-penemuan penelitian dapat diumpankan ke dalam usaha pengembangan kurikulum sains dan matematika terhadap rancangan peralatan dan materi ajaran sains dan matematika.
Memperhatikan keempat tujuan di atas dapat dipetik pengertian bahwa seminar berfungsi sebagai media komunikasi untuik saling memberikan andil pengetahuan dan bertukar pengalaman. Seminar juga tempat ilmuan untuk mengidentifikasikan masalah, mengembangkan rencana dan metologi penelitian, dan tempat ilmuan memikirkan cara bagaimana menerapkan hasil penelitiannya. Ciri penelitian tampak jelas mewarnai keempat tujuan di atas. Seminar adalah tempat mengkomunikasikan hasil penelitian dan mengembangkan penelitian berikutnya. Dan sudah barang tentu semuanya itu dilakukan dalam batasan topik atau tema yang telah ditentukan.Menurut Unesco Regional Office for Education in Asia (1972). Ciri penelitian itu tampak lebih jelas lagi di dalam kutipan berikut ini yang diambilkan dari bagian pendahuluan final Report seminar tersebut, yaitu : Research work into various aspects of cognitive in children. Including such aspects as one-to-one correspondence, class inclusion conservation of longth, conservation of volume, etc. has been started in some Asean countries. The need has been expessed, however, by many member States for more interchange of ideas and experience between countries within the region, and more increased intellectual and material support to stimulate further development and particularly to indicate how this research work can be usefully integrated with curriculum development and Matematics, to the practical problems which confront the curriculum maker in Asean.Pada kutipan diatas terdapat kata interchange of ideas and experience (tukar menukar ide dan pengalaman) yang konsisten pada kata pertukaran pengalaman (exchange of experience) yang tercantum pada tujuan ke-2 terdahulu. Tercantumnya kata increase intellectual and material support (meningkatkan dukungan intelektual dan material) mengandung arti bahwa seminar di samping merupakan tempat tukar menukar ide dan pengalaman juga sebagai tempat menghimpun ide dan pengalaman. Di dalam Final Report, secara eksplisit, hal ini dinyatakan oleh Direktur Unesco Regional Office for education in Asia and this Seminar will provide an opportunity to pool what we know ( dan seminar ini akan memberi kesempatan untuk menyatukan apa yang kita ketahui ).Masih ada satu aspek pengertian lagi tentang seminar yang perlu diutarakan. Apabila seorang ilmuan menjumpai masalah, ia dapat mengundang ilmuan lain untuk diajak bersama-sama membahas masalah tersebut. Di dalam dunia ilmu pengetahuan memang begitu banyak materi yang perlu kita ketahui, sehingga tidak ada seorang pun mampu menguasai segala-galanya. Mereka perlu bertemu untuk saling membantu. Pertemuan ilmuan seperti ini disebut seminar.Dari seluruh uaraian tentang pengertian seminar di atas dapat di iktisarkan bahwa seminar adalah pertemuan tempat para ilmuan menyatukan apa yang telah berhasil di ketahui dengan cara memberikan andil, tukar menukar hasil penelitian, ide serta pengalaman, saling membantu memecahkan masalah dan tempat ilmuan mengidentifikasi masalah dan mengembangkan rencana penelitian berikutnya, sebab seminar pada hakikatnya adalah kegiatan pasca penelitian. Kegiatan penelitian dan seminar itu merupakan suatu siklus, artinya penelitian mendorong diadakannya seminar dan seminar mendorong diadakannya penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

  • Lembaga penelitian UNIVERSITAS NEGERI Surabaya. 1998. Lieflet: Seminar Nasional Hasil Penelitian Unggulan Dan Tamu Karya V Lembaga Penelitian LPTK se Indonesia. Surabaya: UNIVERSITAS NEGERI Surabaya
  • Program studi teknologi pembelajaran. 1987. Lieflet: Seminar Dan Penelitian Nasional Pembelajaran Unggul Menyongsong Abad XXI Perspektif Teknologi Pembelajaran. Malang : Program studi Teknologi Pembelajaran PPS UNIVERSITAS NEGERI Malang Bekerjasama Dengan Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia Cabang Malang.
  • ______________ . 1997. Buku Pedoman UNIVERSITAS NEGERI Surabaya 1997-1998. Surabaya: UNIVERSITAS NEGERI Surabaya
  • Muhamma Nur. 1983. Pengertian Dan Pelaksanaan Mata Kuliah Seminar Pendidikan Pada Program S-1 UNIVERSITAS NEGERI Surabaya. Surabaya: UNIVERSITAS NEGERI Surabaya
  • Unesco Regional Office For Education in Asia. 1972. Asean Expert Seminar on the Development of Science/Mathematies Concepts in Shildren: Final Report. Bangkok: Unesco Regional Office For Education in Asia.
  • W.J.S. Poerwadarminta. 1976. Kamus Umum Sastra Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.