Pengembangan Model Penilaian Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Menulis di SMP

Jum'at 05 Aug 2011 08:58 AM Alim Sumarno, M.Pd

Abstrak

Penilaian sebaya (PS) merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, khususnya pembelajaran menulis. Penilaian sebaya menjadi penting karena PS sedang digalakkan dalam dunia pendidikan seiring dengan berkembangnya orientasi pembelajaran. Orientasi pembelajaran berubah dari pembelajaran yang berorientasi pada guru menjadi pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Di sisi lain, PS sebagai salah satu basis/teknik dalam pembelajaran menulis belum banyak dikembangkan.Sejalan dengan uraian di atas, penelitian pengembangan ini, secara umum, bertujuan mengembangkan model PS untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis di SMP. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan perangkat PS untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis di SMP dan (2) mengkaji efektivitas PS dalam pembelajaran menulis di SMP. Perangkat PS yang dikembangkan meliputi (a) rencana pembelajaran berbasis PS, (b) alat PS, (c) model pembelajaran berbasis PS, dan (d) panduan pengembangan PS untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis di SMP. Efektivitas PS yang diuji meliputi (a) pengaruh PS dalam meningkatkan hasil pembelajaran menulis dan (b) perbedaan pengaruh PS terhadap hasil pembelajaran menulis di SMP.Untuk mencapai tujuan di atas digunakan desain pengembangan RDR (research, development, and research) dan R2D2 (recursive, reflective design and development). Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu prapengembangan, pengembangan, dan uji produk. Prapengembangan dilakukan dengan studi pendahuluan untuk mengumpulkan informasi awal tentang pembelajaran berbasis penilaian sebaya, dan dengan kolaborasi guru untuk menyusun kesepakatan pengembangan pembelajaran berbasis PS. Tahap pengembangan dilakukan dengan menyusun empat draf produk. Uji produk dilakukan dengan dua cara, yaitu uji coba produk (validasi teoretik dan validasi empirik) dan uji eksperimentasi produk. Validasi teoretik melibatkan ahli (ahli evaluasi menulis, ahli pembelajaran bahasa, dan ahli teknologi pembelajaran) dan praktisi (guru di tiga sekolah). Uji coba empirik dilakukan dengan teknik uji coba berulang sampai ditemukannya produk yang mantap, dengan melibatkan guru dan siswa (13 kelas). Uji eksperimentasi produk dilakukan dengan desain praeksperimen dan kuasieksperimen pada sembilan kelas. Data hasil uji coba produk berupa data kualitatif, sedangkan data uji eksperimen berupa data kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis, kreatif, dan reflektif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan SPSS 16,0 for windows untuk menguji pengaruh PS.Hasil pengembangan ini berupa perangkat PS dalam pembelajaran menulis beserta deskripsi efektivitasnya. Perangkat PS yang berhasil dikembangkan memiliki kekhasan yang membedakannya dengan yang lain. Kekhasan RPP terletak pada indikator, materi, dan langkah pembelajaran. Indikator dan materi pembelajaran ditambah hal yang mengindikasikan adanya PS. Langkah pembelajaran dikemas dengan menghadirkan kegiatan PS yang meliputi pembahasan kriteria penilaian, praktik menilai karangan sebaya, pembahasan hasil penilaian, dan penyempurnaan karangan. Alat PS yang berhasil dikembangkan berupa rubrik dan rambu-rambu penilaian yang memungkinkan teman sebaya mudah melakukan penilaian. Model pembelajaran yang dikembangkan berupa paparan tulis dan rekaman VCD. Paparan tulis model pembelajaran berupa uraian langkah-langkah yang perlu dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis berbasis PS. Rekaman VCD berisi rekaman visual proses pembelajaran menulis berbasis PS, mulai guru masuk kelas sampai dengan guru meninggalkan kelas. Panduan pengembangan PS berisi uraian teknis yang membantu guru dalam merancang, mengembangkan, dan melaksanakan PS.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa PS memiliki beberapa keunggulan. Pembelajaran berbasis PS berpengaruh positif secara signifikan terhadap hasil pembelajaran menulis. Pembelajaran menulis berbasis PS memiliki pengaruh lebih tinggi secara signifikan terhadap hasil pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil pembelajaran berbasis PS lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran berbasis penilaian diri, meskipun perbedaan keduanya tidak signifikan. Pembelajaran berbasis PS menggunakan rambu-rambu tidak memiliki perbedaan pengaruh dibandingkan dengan pembelajaran berbasis PS menggunakan rubrik. Tinggi rendahnya hasil pembelajaran keduanya tidak konsisten. Hasil uji coba dan angket siswa juga menunjukkan adanya keunggulan pembelajaran ini. Pembelajaran menulis berbasis PS ini menjadikan siswa lebih bergairah dan lebih semangat. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena pembelajaran berfokus pada aktivitas siswa. Siswa melakukan berbagai aktivitas yang memungkinkan mereka saling berinteraksi dan berkomunikasi. Hasil angket siswa juga menunjukkan bahwa pembelajaran menulis berbasis PS ini dianggap berguna, menambah wawasan, melatih berkomunikasi, melatih menerima masukan, melatih menghargai pendapat teman, dan belajar menilai tulisan orang lain. Di sisi lain, pembelajaran berbasis PS yang terus-menerus juga menimbulkan kebosanan dan ketidakseriusan siswa.Sejalan dengan hal tersebut, pembelajaran berbasis PS ini perlu dikembangkan lebih lanjut dan perlu disosialisasikan kepada pihak terkait, khususnya guru bahasa Indonesia. Guru dapat memanfaatkan produk ini dalam pembelajaran dan menjadikan PS sebagai salah satu variasi dalam pembelajaran. Sosialisasi produk penelitian ini sudah dilakukan dengan memasukkannya dalam situs UM (www.um.ac.id) dan memasukkan model pembelajaran ini ke dalam produk LP3 UM.