Pengembangan Kecakapan Hidup (Life Skill)

Kamis 28 Jul 2011 08:22 AM Alim Sumarno, M.Pd

Pengembangan kecakapan hidup didasarkan atas pokok-pokok pikiran bahwa hasil proses pembelajaran selain berupa penguasaan siswa terhadap kompetensi, kemampuan dasar, dan materi pembelajaran tertentu, juga berupa kecakapan lain yang secara implisit diperoleh melalui pengalaman belajar. Hasil samping yang positif atau bermanfaat ini disebut juga nurturant effects. Sebagai contoh, dalam mempelajari topik demokrasi, selain menguasai konsep dan proses demokrasi, pada diri siswa juga dihasilkan sikap komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan menjadi warganegara yang aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.Sehubungan dengan itu, dalam mengembangkan pembelajaran perlu dipilih alternatif pengamalan belajar yang semaksimal mungkin membantu siswa memiliki kecakapan hidup yang relevan dengan kebutuhan siswa untuk mempertahankan, dan mengembangkan hidup yang diperoleh melalui pengalaman belajar diharapkan siswa baik sebagai individu, maupun sebagai warga masyarakat dapat memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dikembangkan melalui pengembangan belajar antara lain meliputi :
  1. Kecakapan diri (personal skill)
    • Penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME
    • Mandiri
    • Motivasi berprestasi
    • Komitmen
    • Percaya diri
  2. Kecakapan berpikir rasional (thinking skill)
    • Berpikir kritis dan logis
    • Berpikir sistematis
    • Cakap menyusun rencana secara sistematis
    • Cakap memecahkan masalah secara sistematis
  3. Kecakapan sosial (Social skill)
    • Kecakapan berkomunikasi lisan/tertulis
    • Kecakapan bekerjasama, kolaborasi, lobi
    • Kecakapan berpartisipasi
    • Kecakapan mengelola konflik
    • Kecakapan mempengaruhi orang
  4. Kecakapan akademik (Academic skill)
    • Kecakapan merancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiah
    • Kecakapan membuat karya tulis ilmiah
    • Kecakapan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk memecah-kan masalah, baik berupa proses maupun produk.
  5. Kecakapan vokasional (Vocational Skill)
    • Kecakapan menemukan algoritme, model, prosedur untuk mengerjakan suatu tugas
    • Kecakapan melaksanakan prosedur
    • Kecakapan mencipta produk dengan menggunakan konsep, prinsip, bahan dan alat yang telah dipelajari
Strategi pengembangan kecakapan hidup :
  1. Pembelajaran berbasis luas (broad-based instruction). Pembelajaran ditekankan pada pemberian keterampilan bagaimana cara belajar (learning how to leam) dan kecakapan hidup yang bersifat umum (general life skill).
  2. Pembelajar terpadu (integrated teaching). Beberapa mata pelajaran atau topik disajikan secara terpadu (lintas mata pelajaran atau lintas topik) agar diperoleh manfaat ganda (sinergi). Dengan pembelajaran terpadu siswa dapat mengembangkan strategi kognitif yaitu strategi pemecahan masalah baru dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dikuasai dari mempelajari berbagai bidang studi.
Pengalaman belajar yang perlu dituliskan dalam silabus adalah alternatif kegiatan atau pengalaman belajar yang unik atau spesifik sesuai dengan rumusan uraian materi pembelajarannya sehingga diharapkan dapat menunjang penguasaan kemampuan dasar yang telah ditentukan. Jangan dilupakan pula bahwa sedapat mungkin pengalaman belajar yang diberikan bukan semata-mata mengembangkan kemampuan dan keterampilan akademik (academic skill) tetapi kehidupan siswa sebagai anggota masyarakat.Berikut ini disajikan contoh keterkaitan antara uraian materi pembelajaran dengan pengalaman belajar.Tabel Contoh Pengintegrasian Kecakapan Hidup (Life Skill)Dalam Pengalaman Belajar Yang Relevan Dengan Materi Pokok Uraian Materi

Materi Pokok dan Uraian Materi

Pengalaman Belajar

  • Pendapatan Nasional
  • Pengertian Pendapatan nasional
  • Merumuskan pengertian PDB, PNB PN, pendapatan Disposible dan pendapatan perkapital melalui pengkajian referensi dikelas.
  • Kecakapan hidup diperoleh
  • menggali informasi, mengolah informasi, komunikasi lisan, dan komunikasi tertulis.
Agar pengalaman belajar dapat diperoleh siswa dengan baik, maka diperlukan adanya sumber bahan. Dalam hal ini sumber bahan dapat berupa objek langsung dan dapat pula berupa objek yang tidak langsung. Objek langsung artinya bahwa siswa benar-benar diajak mengunjungi pedesaan, daerah urban, kota dan kota besar untuk mengadakan survei. Jika tidak dimungkinkan mengamati objek langsung, guru dapat menyajikan fakta tersebut dengan bantuan objek tidak langsung misalnya dengan bantuan audio (kaset) atau audio visual (film atau VCD). Dapat pula guru membuat suatu karangan yang menyajikan fakta tersebut.