Pengembangan Cai Pada Mata Pelajaran IPA (Sains) Tentang Struktur Bumi Kelas 5 SD Negeri Barata Jaya Surabaya

Rabu 07 Sep 2011 03:07 AM Alim Sumarno, M.Pd

Andriani Setyaning Hutami1, Ketut Pegig Arthana2Kurikulum dan Teknologi Pendidikan,Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Abstrak : SD Barata Jaya merupakan sekolah yang mempunyai fasilitas lab komputer yang kurang dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang multimedia. Siswa hanya belajar menggunakan media buku,sedangkan buku yang digunakan kurang jelas. Siswa menjadi kurang bergairah dalam menerima materi. Materi struktur bumi merupakan materi yang kurang dipahami siswa. Dalam mengatasi hal ini, diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menawarkan media CAI sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan diatas. Penggunaan media CAI yang dilakukan dapat menjadi media yang layak untuk mengatasi masalah yang ada. Rumusan masalah untuk judul diatas adalah Diperlukan pengembangan CAI pada Mata Pelajaran IPA tentang Struktur Bumi untuk kelas 5 SD.Model pengembangan yang digunakan adalah model Arif Sadiman.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan instrumen angket dan tes. Pada tahap uji coba peneliti menggunakan 3 tahap uji coba yaitu uji coba perorangan, kelompok kecil serta kelompok besar. Jumlah siswa yang di uji cobakan secara keseluruhan adalah 40 siswa.Hasil analisis telah dilakukan, diketahui bahwa proses pengembangan media CAI kelas V SD materi struktur bumi berlangsung sangat baik. Hal tersebut dapat dikatakan karena pada saat guru, memanfaatkan media CAI, proses belajar mengajar berlangsung dengan komunikatif. Maka hasil yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengembangan Media CAI dapat digunakan sebagai media pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran Sains (IPA) materi struktur bumi pada kelas V SD Negeri Barata Jaya.
1. PENDAHULUANDi zaman yang modern seperti sekarang ini,teknologi semakin canggih dan berkembang begitu pesat. Demikian halnya juga di bidang pendidikan. Pendidikan juga harus mampu beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Dalam hal ini, teknologi mampu menyumbangkan perannya sebagai media dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan. Masalah pendidikan salah satunya adalah terjadinya kurangnya pemahaman materi yang disampaikan guru kepada muridnya, hal ini membuat siswa mendapat nilai dibawah nilai 70 yang merupakan nilai Standar Ketuntasan untuk Mata Pelajaran Sains materi Struktur Bumi. Maka dari itu dalam mata pelajaran sains diperlukan sebuah media agar dapat membantu terjadinya ketercapaian tujuan dalam sebuah proses pembelajaran. . Dalam bukunya, Sadiman menyebutkan bahwa: media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga proses belajar terjadi. Media memiliki banyak manfaat, yang salah satunya dapat mendorong minat siswa agar lebih semangat dalam belajar (Sadiman, 2007:7).Pada SD Negeri Barata Jaya, materi struktur bumi belum mempunyai media yang dapat membantu kelangsungan pembelajaran. Oleh karena itu, pengembang memberikan sebuah alternatif media, yaitu media CAI (Computer Assisted Instrucsional).Sistem-sistem komputer dapat menyampaikan pengajaran secara langsung kepada para siswa melalui cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem. Inilah yang disebut pengajaran dengan bantuan komputer atau computer-assisted instrucsional (CAI). (Sudjana,2003:57)Sebagai sekolah yang bermutu baik, SD Negeri Barata Jaya mempunyai fasilitas berupa Lab komputer untuk dapat mendukung terlaksananya penggunaan Media CAI ini. SD Barata Jaya selama ini hanya mempergunakan fasliitas lab komputer ini hanya sebagai sarana untuk mata pelajaran komputer saja, untuk penggunaan media yang bersifat multimedia belum banyak digunakan. Hal inilah yang mendorong pengembang menggunakan media CAI sebagai media alternatif pemecah masalah pembelajaran ini.Komputer Pembelajaran (CAI) digunakan, dengan pertimbangan memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
  1. Ia dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran. Karena komputer itu sabar,cermat,mempunyai ingatan yang sempurna,ia sesuai sekali untuk latihan dan remidial teaching. Tak ada guru yang dapat memberi latihan tanpa jemu-jemunya seperti komputer.
  2. CAI memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan segera seperti membuat hitungan atau mereproduksi grafik, gambaran dan memberikan bermacam-macam informasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia manapun.
  3. CAI sangat fleksibel dalam mengajar dan dapat diatur menurut keinginan penulis pelajaran atau penyusunan kurikulum.
  4. CAI dan mengajar oleh guru dapat saling melengkapi. Bila komputer tidak dapat menjawabnya Ada kalanya komputer dapat memberi jawaban yang tak dapat segera dijawab oleh guru.
  5. Selain itu komputer dapat pula menilai hasil setiap pelajar dengan segera. (Nasution,2005:110).
Materi Struktur Bumi merupakan materi yang berisikan materi mengenai lapisan kerak bumi, lapisan mantel bumi, lapisan inti dalam bumi, lapisan inti luar bumi. Materi ini diajarkan pda semester 2 bagian akhir, sehingga kurang guru kurang terlalu membahas materi ini secara detail. Oleh karena itu pengembang memilih materi ini untuk dikembangkan.Dengan menggunakan CAI diharapkan siswa akan dapat memahami dan mengidentifikasi lapisan kerak bumi, lapisan mantel bumi, lapisan inti dalam bumi, lapisan inti luar bumi. Sesuai dengan kondisi pembelajaran yang kurang memanfaatkan fasilitas multimedia, diharapkan CAI dapat menjadi media yang bermanfaat dengan fasilitas yang telah tersedia di SDN Barata Jaya Surabaya,sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam menerima mata pelajaran sains.Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti akan melakukan Pengembangan Computer Assisted Instructions atau CAI pada mata pelajaran IPA (Sains) tentang struktur Bumi untuk SD kelas 5. 2. KAJIAN PUSTAKAKawasan Teknologi Pembelajaran terbagi atas Pengambangan, desain, pemanfaatan ,manajemen, serta evaluasi.(Seels&Richey, 1994:1). Sedangkan pengembangan (development) terbagi atas teknologi cetak,teknologi audiovisual,teknologi berbasis komputer, dan teknologi terpadu.Untuk penelitian ini, pengembang akan menghubungkan masalah dengan kawasan teknologi pembelajaran yang bersumber pada kategori yang dijelaskan olehSeels&Richey.Penelitian pengembangan media komputer pembelajaran ini, termasuk kedalam kawasan pengembangan. Tepatnya pada kawasan pengembangan teknologi berbasis komputer.Menurut (Sells, 1994:46) menyatakan bahwa Teknologi Berdasar Komputer adalah cara-cara untuk menghasilkan atau menyebarkan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang didasarkan pada mikroprosesor.Dari bebarapa asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa media komputer pembelajaran merupakan penggunaan media komputer untuk menyampaikan pesan/materi pelajaran dari sumber informasi (guru) ke penerima pesan (siswa) yang juga dapat digunakan untuk mengukur kemajuan belajar siswa.CAI atau (Computer Assisted Instructional ) mempunyai 5 metode yaitu Drill and Practice Applications, atau metode latihan. Yang kedua adalah metode Tutorial Applications, yaitu metode aplikasi tutorial. Lalu yang ketiga adalah Simulations, merupakan metode simulasi untuk menstimulasi peserta didik. Yang keempat adalah Problem Solving Applications, yaitu metode pemecah masalah bagi masalah-masalah pembelajaran.Yang kelima adalah metode Game Applications atau aplikasi permainan yang ditujukan untuk memberika refresh bagi peserta didik agar mudah menerima materi yang disampaikan.Dalam hal ini, pengembang menggunakan metode Drill and Practice applications sebab pada metode ini, siswa dapat menemukan sendiri materi dan paket latihan yang tersedia.Media CAI memiliki kelebihan antara lain :
  1. Dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran.
  2. CAI memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan segera seperti membuat hitungan atau mereproduksi grafik, gambaran, dan memberikan bermacam-macam iformasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia manapun.
  3. CAI sangat fleksibel dalam mengajar.
  4. CAI dan mengajar guru saling melengkapi.
  5. Komputer juga dapat menilai hasil setiap pelajardengan Teknologi berdasar komputer (Seels 1994 : 46)
Materi yang dituangkan dalam CAI IPA (SAINS) adalah Struktur Bumi yang terbagi atas :
  1. Lapisan Kerak Bumi.
  2. Lapisan Mantel Bumi.
  3. Lapisan Inti Bumi Dalam.
  4. Lapisan Inti Bumi Luar.
3. METODE PENGEMBANGANDalam pengembangan media komputer pembelajaran ini pengembang mengunakan model pengembangan Arief Sadiman lalu pengembang memodifikasi prosedur CAI dengan alasan dapat mempermudah proses pembuatan media.Proses memodifikasi media ini, bertujuan agar CAI lebih berurutan dan sistematis dalam proses pembuatannya.Alasan pengembang menggunakan model Arif Sadiman ini adalah pada model Arif Sadiman terdapat alat ukur keberhasilan, yang dalam hal ini, alat ukur keberhasilan tidak terdapat dalam urutan model Sugiyono sebagai model pembanding. Pada Model Arif Sadiman juga dijelaskan urutan mengenai penilisan naskah yang sangat diperlukan bagi pembuatan sebuah media, terutama media CAI.Adapun langkah-langkah Arif Sadiman dengan sebagai berikut :
  1. Menganalisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa.
  2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran.
  3. Merumuskan Butir-Butir Materi Secara Terperinci Yang Mendukung Tercapainya Tujuan.
  4. Mengembangkan Alat Pengukur Keberhasilan.
  5. Pembuatan Naskah Media
  6. Mengadakan uji coba dan revisi
Prosedur pengembangan CAI merupakan hasil pengembangan peneliti, yang dimaksudkan untuk memudahkan pembuatan CAI. Prosedur tersebut antara lain dengan membuat Bagian Pembukaan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan membuat Menu Utama, setelah itu, dilanjutkan dengan membuat tampilan tujuan intruksional dan membuat tampilan materi. Membuat tampilan latihan soal dilakukan setelah materi sudah dipastikan kelayakannya. Lalu pengembang membuat tampilan jawaban sebagai respon latihan soalUji coba produk digunakan untuk sebagai dasar menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik dari produk yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan uji coba tersebut dilakukan:
  1. Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembuatan media CAI ini, adalah analisis observasi awal yang dilakukan di SD Negeri Barata Jaya, sebagai lanjutan dari observasi,maka dilakukan konsultasi dan diskusi dengan ahli materi (Guru kelas 5 SD Negeri Barata Jaya). Dalam penyusunan desain materi ini, pengembang mendiskusikannya dengan ahli materi I, yaitu Drs.Slamet Riyadi S.Pd, MM..
  2. Pada tahap kedua, Pengembang merumuskan tujuan terlebih dahulu agar media CAI yang dihasilkan lebih terarah. Selain itu juga dapat dijadiakan sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan .
  3. Setelah melakukan tahap analisis dan merumuskan tujuan, pengembang melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu melakukan perumusan butir-butir materi yang dibutuhkan.Butir- butir materi harus sesuai dengan instrumen dan isi-kisi soal.
  4. Tahap keempat ini dilakukan Pengembangan alat ukur untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh pengembang dalam mengembangkan media. Alat pengukur ini digunakan sebagai acuan dan dikembangkan sebagaimana sesuai dengan tujuan dan materi-materi yang telah dtetapkan sebelumnya. Alat pengukur ini berupa evaluasi yang terdapat dalam media tersebut.
  5. Tahap kelima ini merupakan tahap pembuatan naskah awal yang diawali dengan membuat storyboard. Naskah ini digunakan sebagai sumber dasar pembuatan CAI karena didalamnya dijelaskan urutan media CAI secara terperinci.
  6. Langkah keenam adalah tahap uji coba yang dilakukan sebelum dan sesudah media diproduksi. Sebelum media di produksi maka akan dilakukan uji coba sementara oleh ahli media sebagai pemberi masukan atas layak tidaknya media tersebut untuk diproduksi.
  7. Langkah ketujuh media siap diproduksi. Jika naskah yang dibuat telah melalui tahap revisi oleh ahli media dan materi dan sudah disempurnakan oleh pengembang, maka media tersebut siap diproduksi.
Metode pengumpulan data menggunakan test. Test adalah serentetan pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampilan. Pengembang menggunakan tes prestasi yaitu test yang digunakan untuk mengukur pencapaian setelah mempelajari sesuatu (Arikunto, 2006:151). Tes yang dilakukan pengembang adalah Pre Test dan Post Test. Pre tes dilakukan sebelum media di uji coba, sedangkan post test tercantum dalam media CAI. Angket (kuisioner) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal hal yang ia ketahui. (Arikunto,2006;151).4. HASIL PENGEMBANGANBerdasarkan masalah dan potensi yang dimiliki oleh SDN Barata Jaya Surabaya maka peneliti menawarkan produk berupa Computer Assisted Instructions (CAI) pada mata pelajaran sains (IPA) pada materi struktur bumi
  1. Analisis Lingkungan Belajar. Tata letak kelas menetap dan menggunakan sistem moving class pada mata pelajaran tertentu yang membutuhkan laboratorium.
  2. Analisis Karakteristik Siswa. Karakteristik siswa yang diteliti adalah usia antara 10-11 tahun . Pada masa tersebut, siswa sudah dapat menerima materi dan belajar dengan kesadarannya sendiri. Sehingga siswa usia tersebut mempunyai minat dan keinginan untuk mengetahui sesuatu dan belajar sesuai dengan porsinya. Media dapat membantu minat dan keinginan tersebut. Media dapat mendorong kesadarannya untuk belajar secara mandiri.
Berdasarkan masalah dan potensi yang dimiliki oleh SDN Barata Jaya Surabaya maka peneliti menawarkan produk berupa Computer Assisted Instructions (CAI) pada mata pelajaran Sains (IPA) kelas V materi struktur bumi semester II.Setelah melakukan kegiatan persiapan pengembangan,maka peneliti melakukan :
  1. Desain produk materi, memasukkan materi sesuai dengan nilai pre-test. Dengan begitu, penelitu dapat mengetahui materi apa saja yang harus dikembangkan.Dengan acuan buku-buku atau bahan ajar yang digunakan oleh ahli materi.
  2. Desain naskah, merupakan tahap lanjutan dari tahap pengumpulan data. Desain naskah meliputi pembuatan naskah dan story board untuk bahan CAI.
  3. Desain produk CAI, adalah proses pembuatan CAI mulai dari desain gambar dan pemberian sound effect.
Setelah melakukan desain, lalu pengembang melakukan tahap validasi desain, Bagi Ahli materi media CAI di kategorikan Sangat Baik Sekali, dengan persentase 86,25 %. Bagi Ahli Media, media CAI di kategorikan Baik, dengan persentase 76,25 %. Setelah di uji satu-satu, media CAI dikategorikan sebagai media dengan kategori Sangat Baik Sekali, dengan persentase 94,98 %, lalu setelah di uji kelompok kecil dengan jumlah siswa sebanyak 10 siswa, media CAI dikategorikan Sangat Baik Sekali dengan persentase 94,5%. Uji coba terakhir adalah uji coba kelompok besar dengan jumlah siswa 40 siswa, media CAI dikategorikan Sangat Baik Sekali dengan persentase 90,48%.Berdasarkan hasil perhitungan pre test dan post test dengan menggunakan taraf signifikansi 5%, db = 40 1 = 39 sehingga diperoleh t tabel 2,021. Jadi t hitung lebih besar dari t table yaitu 20,27 > 2,021 Berdasar dari hasil perhitungan pre test dan post test, maka dapat disimpulkan bahwa hasil rata-rata uji coba post test yaitu 49 lebih tinggi dibandingkan dengan pre test yaitu 95,55. SIMPULAN DAN SARANPada Bab ini, terbagi atas Simpulan, yaitu Inti atau hasil pokok dari bab 1-4, sedangkan Saran berisi pesan bagi guru dan juga siswa serta bagi pengembangan lanjutan.5.1 SimpulanDari hasil keseluruhan penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data yang diperoleh dari tahap uji coba media CAI pada mata pelajaran IPA (SAINS) tentang struktur bumi kelas 5 SD Negeri Barata Jaya, secara umum sangat baik. Dari hasil angket uji coba produk yang dilakukan terhadap ahli materi, ahli media dan uji coba dapat disimpulkan bahwa media CAI ini memiliki nilai yang sangat baik. Dari hasil angket pada uji coba satu-satu atau perorangan, dapat disimpulkan bahwa media komputer pembelajaran ini dikategorikan sangat baik. Hasil angket pada uji coba kelompok kecil dikategorikan baik. Dan dari hasil angket kelompok besar dikategorikan bahwa media komputer pembelajaran yang dikembangkan ini sangat baik. Dari segi prestasi, Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan setelah menggunakan media CAI.Berdasarkan kategori-kategori dari analisis data, maka media CAI materi struktur bumi kelas V semester 2 ini telah memenuhi kriteria kelayakan pemakaian5.2 SaranSaran terbagi menjadi Saran Pemanfaatan dan Saran Pengembangan. Saran ini dimaksudkan agar pembaca dapat membedakan fungsi dari pengembangan ini bagi pengembangan dan pemanfaatan, agar ke depan pengembangan ini dapat dioptimalkan bagi pembaca.
  1. Saran Pemanfaatan:Pengembangan media CAI dapat meningkatkan motivasi guru dan siswa SD Barata Jaya karena media yang digunakan menarik minat siswa dalam menerima materi serta mudah di operasikan baik siswa dan guru pengajar, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.Dalam penggunaan media CAI, diharapkan dapat memperhatikan bebrapa hal yang dapat menjadi masukan untuk memanfaatkan media tersebut, antara lain bagi Guru SD Ngeri Barata Jaya, media CAI ini merupakan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan secara maksimal,terutama untuk sekolah yang mepunyai fasilitas lab komputer yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang belajar mata pelajaran umum, bukan hanya komputer.Bagi siswa, siswa dapat memanfaatkan media CAI ini sebagai media belajar mandiri yang dapat dioptimalkan walaupun tanpa didampingi oleh seorang guru.
  2. Saran Pengembangan Produk Lanjut :Pengembangan Media CAI diharapkan tidak mengalami stagnasi dan terus berinovasi memberikan sumbangan terhadap teknologi-teknologi multimedia sebagai bahan ajar.
DAFTAR PUSTAKA
  • AECT. 1994. Instructional Technology: The Definition and Domains of The Field. Washington DC.
  • Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Penelitian Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Merrill, Paul.1995. Computers in Education. Boston: Allyn and Bacon
  • Nasution. 2005. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
  • Prawiradilaga,D.S. dan Siregar.E . 2007.Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  • Rohani, Ahmad. 2004.Pengelolaan Pengajaran.Jakarta : Rineka Cipta
  • Sadiman, Arief. S. 2007. Media Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
  • Sanjaya,Wina.2008.Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  • Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. 2003. Teknologi Pengajaran. Bandung : PT. Sinar Baru Algensindo
  • Sudijono,Anas.2006.Pengantar Statistik Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada
  • Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R n D. Bandung: Alfabeta.
  • Sumaji,dkk.1998.Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta : Kanisius
  • Syamsu, Yusuf. 2004.Psikologi perkembangan anak & remaja . Bandung: PT.Remaja Rosdakarya Offset
  • Tim Penyusun Penulisan dan Penilaian Skripsi. 2006. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya
  • Tim. 2006. Panduan Penulisan Skripsi UNESA. Surabaya :Unesa Press