Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Kamis 28 Jul 2011 07:51 AM Alim Sumarno, M.Pd

Pengembangan bahan pembelajaran berbasis kompetensi di sekolah, dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti dalam diagram berikut ini :Pengembangan Bahan Pembelajaran Berbasis KompetensiSecara sederhana langkah-langkah pengembangan bahan pembelajaran berbasis kompetensi dapat dijelaskan sebagai berikut :Pertama, adalah langkah pemilihan materi esensial, atau analisis materi pelajaran minimal esensial yang wajib dikuasai siswa secara tuntas melalui proses pembelajaran tuntas (mastery learning).Materi pelajaran minimal yang esensial, bisa berupa pokok-pokok bahasan esensial dalam IPA, rumus-rumus dasar matematika, tema-tema esensial IPS dan atau bahasa, serta nilai-nilai dasar PAI atau sejarah, dimana semua materi tersebut hendaknya terkuasai oleh siswa dalam kegiatan intrakurikuler. Materi pelajaran yang kurang esensial dapat dijadikan bahan pembelajaran ko-kurikuler, baik dalam bentuk pekerjaan rumah ataupun tugas pengembangan. Materi esensial yang minimal harus dikuasa siswa dijadikan isi atau standar materi yang menjadi target pencapaian kurikulum yang didesain oleh guru sendiri berdasarkan kondisi siswa dan lingkungan sekolah.Bagaimana dengan standar kompetensi yang nanti akan ditetapkan Pemerintah? Apabila siswa suatu sekolah secara mayoritas belum mampu mencapai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional, kita tidak perlu memaksakan diri pada saat itu, namun harus terus diupayakan pencapaiannya pada masa yang akan datang tanpa harus mengorbankan ketuntasan belajar siswa. Artinya lebih baik siswa menguasai secara tuntas 60% dari standar kompetensi yang ditetapkan secara rasional, daripada target materi pembelajaran selesai 100% tetapi siswa tidak menguasai secara kompeten.Kedua, adalah penetapan kecakapan proses belajar, seperti kecakapan membaca, mendengar, menulis dan berbicara untuk pelajaran bahasa, dan mengamati, mengukur, mengaplikasi, menyimpulkan dan mengkomunikasikan untuk bidang studi keilmuan. Dalam tahapan ini juga ditetapkan kecakapan personal, sosial dan nilai-nilai imtaq yang harus diintegrasikan dalam proses belajar berbasis kompetensi, sehingga diperhitungkan bahwa setelah selesai pembelajaran siswa menguasai dan memiliki kompetensi dasar dengan berintikan nilai-nilai agama yang meliputi nilai-nilai personal dan sosial.Kedua langkah ini dapat dilakukan melalui matriks pengembangan bahan pembelajaran berbasis kompetensi.Ketiga, adalah penetapan aplikasi kompetensi dasar dalam kehidupan yang berwawasan lingkungan, agar pembelajaran terjadi dengan berwawasan lingkungan (Contextual Learning).Dari ketiga langkah pengembangan bahan pembelajaran berbasis kompetensi, terlihat jelas bahwa setiap pembelajaran berbasis kompetensi paling tidak ada dua proses belajar, yaitu yang pertama proses penguasaan materi pelajaran esensial secara tuntas menjadi kompetensi dasar, dan kedua proses aplikasi kompetensi dasar kehidupan, yang menjadikan kecakapan hidup (life skill).