Penelitian Korelasi adalah

Senin 13 Feb 2012 02:07 PM Alim Sumarno, M.Pd

Penelitian korelasi (correlational research) adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih (Sukardi, 2003). Penelitian ini sifatnya expose-facto yaitu mengungkapkan fakta yang sudah terjadi di mana penyebabnya tidak bisa diinterfensi.

Adanya hubungan dan tingkat variabel sangat penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi (Suryabratha, 2003).

Penelitian korelasi memiliki tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut, diantaranya adalah (Sukardi, 2003):

  1. Penelitian korelasi akan memberikan hasil yang tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
  2. Penelitian korelasi memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.
  3. Penelitian korelasi memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.

Penelitian ini mencakup kegiatan pengumpulan data guna menentukan hubungan antar variabel dalam subjek atau objek yang menjadi perhatian untuk diteliti. Dibidang pendidikan, studi korelasi biasanya digunakan untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah variabel yang diperkirakan mempunyai peranan signifikan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran. Sebagai contoh dalam bidang fisika, misalnya derajat keterhubungan kemampuan matematika siswa di SMP terhadap prestasi belajar fisika di kelas I SMA.

Penelitian korelasi umumnya dilakukan oleh seorang peneliti dengan alasan sebagai berikut. a) ada kebutuhan informasi bahwa ada hubungan antar variabel di mana koefisien korelasi dapat mencapainya, b) penelitian korelasi perlu diperhitungkan kegunannya apabila variabel yang muncul itu kompleks, dan peneliti tidak mungkin dapat melakukan kontrol dan memanipulasi variabel-variabel tersebut, c) dalam penelitian memungkinkan dilakukan pengukuran beberapa variabel dan hubungan yang ada dalam setting yang realistis.

Kelebihan dari penelitian korelasi yakni sangat berguna dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi dan sosial. Hal itu karena peneliti dimungkinkan untuk mengukur beberapa variabel dan hubungannya secara simultan. Selain itu penelitian korelasi pada umumnya melakukan studi tingkah laku dengan setting yang realistis (Sukardi, 2003).

Kelemahan-kelemahan dari penelitian korelasional yang perlu diperhatikan oleh para peneliti adalah a) hasilnya hanya mengidentifikasikan apakah suatu variabel tersebut sejalan, dengan tanpa melakukan manipulasi serta tidak dapat membangun hubungan yang bersifat kausal (sebab akibat), b) penelitian korelasi kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas, c) pola saling hubungan tersebut sering tidak menentu.

Penelitian korelasi pada intinya adalah mengetahui ada dan besarnya hubungan antar dua atau lebih variabel bebas. Kontrol terhadap variabel tidak dilakukan dalam penelitian ini, dan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.