Pembelajaran Individual

Sabtu 23 Jul 2011 05:55 AM Alim Sumarno, M.Pd

Pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar pembelajar yang memetik beratkan bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal, tetapi prinsipnya berbeda. Pada pembelajaran individual, pembelajar memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Sedangkan pada pembelajaran klasikal, pembelajar memberi bantuan individual secara umum.Sebagai ilustrasi, bantuan pembelajar kelas tiga kepada pebelajar yang membaca dalam hati dan menulis karangan adalah pembelajaran individual. Pada membaca dalam hati secara individual pebelajar menemukan kesukaran sendiri-sendiri. Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individual dapat ditinjau dari segi: (i) tujuan pembelajaran, (ii) pebelajar sebagai subjek yang belajar, (iii) pembelajar sebagai fasilisator, (iv) Program pembelajaran, (v) orientasi dan tekanan utama dalam pelaksanaan pembelajaran.Tujuan Pembelajaran Secara Individual :Adapun tujuan pembelajaran yang menonjol adalah :
  1. Pemberian kesempatan dan keleluasaan pebelajar untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Dalam pembelajaran pembelajar menggunakan ukuran-ukuran kemampuan rata-rata kelas. Dalam pembelajaran individual awal pelajaran adalah kemampuan tiap individual, sedangkan pada pembelajaran klasikal awal pelajaran berdasarkan kemampuan rata-rata kelas. Pebelajar menyesuaikan diri dengan kemampuan rata-rata kelas.
  2. Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. tiap individu memiliki paket belajar sendiri-sendiri, yang sesuai dengan tujuan belajarnya secara individual juga.
Posisi Pebelajar Dalam Pembelajaran Individual:
  1. Posisi pebelajar bersifat sentral
  2. Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri
  3. Kebebasan menggunakan waktu belajar.
  4. Keleluasaan dalam mengontrol: kegiatan, kecepatan, dan intensitas belajar dalam rangka mencapai tujuan.
  5. Pebelajar dapat menyusun program belajar dan melakukan penilaian atas hasil belajar sendiri.
Posisi Pembelajar Dalam Pembelajaran Individual:Posisi pembelajar bersifat membantu (memfasilitasi) dalam hal:
  1. Perencanaan kegiatan belajar
  2. Pengorganisasian kegiatan belajar
  3. Penciptaan pendekatan terbuka antara pembelajar dengan pebelajar.
  4. Fasilitas mempermudah belajar.
Peranan Pembelajar:
  1. Dalam perencanaan kegiatan belajar adalah :
    • Membantu merencanakan kegiatan belajar pebelajar, dengan musyawarah pembe-lajar membantu pebelajar menetapkan tujuan belajar.
    • Membicarakan pelaksanaan belajar, mengemukakan kriteria keberhasilan belajar, menetukan waktu dan kondisi belajar.
    • Berperan sebagai penasihat/pembimbing.
    • Membantu pebelajar dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri.
  2. Dalam pengorganisasian kegiatan belajar adalah:
    • Memberikan orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu.
    • Membuat variasi kegiatan belajar agar tak terjadi kebosanan.
    • Mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan, materi, media dan sumber.
    • Membagi perhatian pada sejumlah pebelajar menurut tugas dan kebutuhan pebelajar
    • Memberikan balikan pada setiap pebelajar.
    • Mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar berupa laporan atau pameran hasil kerja.
Pebelajar Sebagai Fasilisator:Tujuan adalah mempermudah proses belajar. Cara yang dilakukan antara lain:
  1. Membimbing belajar
  2. Penyediaan sumber belajar
  3. Memberi penguatan belajar
  4. Menjadi teman dalam mengevaluasi pelaksanaan, caa, dan hasil belajar.
  5. Memberi kesempatan pebelajar untuk memperbaiki diri.
Program Pembelajaran Individual:Dapat dilaksanakan secara efektif bila mempertimbangkan syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pebelajar.
  2. Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh pebelajar.
  3. Prosedur, dan cara kerja dimengerti oleh pebelajar.
  4. Kriteria keberhasilan dimengerti oleh pebelajar.
  5. Keterlibatan pembelajar dalam evaluasi dimengerti oleh pebelajar.
Program pembelajaran individual merupakan usaha memperbaiki kelemahan pembelajaran klasikal.
  1. Dari segi pebelajar, program pembelajaran individual lebih efektif, sebab sesuai dengan programnya sendiri.
  2. Dari segi pembelajar, program pembelajaran individual yang dikaitkan dengan jumlah pebelajar tampak kurang efisien, sebab jumlah 40-an memerlukan perhatian besar bagi pembelajar, hal ini merupakan tugas yang melelahkan.
Orientasi Dan Tekanan Utama Pelaksanaan:Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian bantuan kepada setiap pebelajar agar ia dapat belajar secara mandiri (belajar mandiri). Kemandirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan individu.