Optimalisasi Pengelolaan Multimedia Sebagai Pusat Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Sma Negeri 1 Puri Mojokerto

Sabtu 06 Aug 2011 11:43 AM Alim Sumarno, M.Pd

Indra Yatiningsih1, Lamijan Hadi Susarno2Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri SurabayaKampus Lidah wetan

Abstrak: Sumber belajar merupakan salah satu komponen dalam sistem pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Perpaduan yang kompleks dan terintegrasi dari berbagai sumber belajar disebut Pusat Sumber Belajar (PSB). Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan yang optimal pada PSB agar sumber belajar yang ada dapat dimanfaatkan secara baik untuk memaksimalkan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. PSB yang ada di SMA Negeri 1 Puri yakni berupa multimedia yang masih diperlukan adanya upaya optimalisasi pada sistem pengelolaannya agar PSB yang ada mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengelolaan multimedia sebagai PSB ditinjau melalui kaidah pengelolaan PSB serta untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan adanya optimalisasi pengelolaan multimedia sebagai PSB. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam upaya pengembangan PSB dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja personil yang terlibat dalam pengelolaan multimedia sebagai PSB.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan data yang diperoleh melalui metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya sistem pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri yang memerlukan adanya upaya otimalisasi yakni tentang informasi penggunaan PSB dan peningkatan kompetensi pengelola PSB. Maka dirumuskan upaya optimalisasi pengelolaan dengan menerapkan fungsi pengelolaan POAC. Dengan adanya upaya optimalisasi tersebut memberikan dampak positif pada kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 1 Puri yang akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa.PendahuluanPendidikan merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Seiring dengan perubahan jaman, inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Inovasi tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan, maka akan tercipta sumber daya manusia yang berkompeten dan mampu bersaing di dunia kerja yang akan berdampak terhadap kemajuan suatu negara. Salah satu upaya yang ditempuh untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memaksimalkan proses pembelajaran. Pembelajaran itu sendiri dapat dikatakan sebagai sistem, karena didalamnya terdapat komponen-komponen yang saling bersinergi membentuk suatu kesatuan dan mencapai tujuan. Antara komponen satu dengan yang lain tidak dapat berdiri sendiri dan saling mempengaruhi. Sistem merupakan himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan (Tatang Amirin, 2003:13). Sedangkan menurut yang dikemukakan oleh Harjanto (2006:44) sistem adalah suatu gabungan dari komponrn-komponen yang terorganisasi sebagai satu kesatuan dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pembelajaran adalah sebuah sistem yang didalamnya terdapat komponen-komponen seperti guru, siswa, kurikulum, materi pembelajaran, sumber belajar yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan instruksional. (Wina Sanjaya, 2008:9).Pendidikan di Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan dan penataan untuk mengarah pada terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif guna mencapai tujuan pembelajaran hingga tujuan pendidikan nasional. Dalam konteks pembaharuan pendidikan setidaknya ada tiga hal yang perlu disoroti seperti yang dikemukakan oleh Nurhadi (2003:1) antara lain pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan efektivitas metode pembelajaran. Oleh sebab itu, banyak sekolah yang telah mengupayakan hal tersebut demi terciptanya kualitas pendidikan yang baik. Kegiatan pembelajaran konvensional telah mengalami banyak inovasi menjadi lebih menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Inovasi dalam kegiatan pembelajaran tersebut antara lain dengan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, penggunaan berbagai macam media pembelajaran yang sesuai, disamping itu guru juga dituntut lebih kreatif dalam mengemas kegiatan pembelajaran.Jika membicarakan tentang proses pembelajaran dalam ranah Teknologi Pendidikan maka tidak terlepas dengan adanya sumber belajar, karena sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi, sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau kompetensi tertentu.(http://wijayalabs.wordpress.com/2008/09/19/belajar-pembelajaran-dan-sumber-belajar-2/). Sedangkan proses pembelajaran adalah suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk belajar, dimana ilmu ditransformasikan oleh guru kepada siswa. Agar ilmu/informasi/pesan yang disampaikan tersebut dapat diterima oleh siswa secara maksimal, maka perlu adanya perantara yakni suatu media. Jadi dalam proses pembelajaran tersebut terjadi interaksi antara siswa, media pembelajaran dan guru. Jadi bisa dikatakan media termasuk sebagai sumber belajar. Oleh karena itu setiap satuan/lembaga pendidikan diharapkan mempunyai adanya Pusat Sumber Belajar (PSB) sebagai tempat berkumpulnya berbagai sumber belajar untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran. Untuk masing-masing kegiatan pembelajaran, tentunya dibutuhkan sumber belajar yang berbeda. Sebagai contoh proses pembelajaran yang berkaitan dengan teknologi informasi maka dibutuhkan media atau sumber belajar elektronik seperti perangkat komputer dan jaringan internet. Hal ini sesuai dengan yang dikemukan oleh Azhar Arsyad tentang pemilihan media pembelajaran (2009:67) bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah sesuai dengan karakteristik materi.Pada satu kegiatan pembelajaran bisa saja membutuhkan lebih dari satu macam media. Oleh sebab itu muncul konsep multimedia dalam pembelajaran yakni penggabungan dua unsur atau lebih suatu media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi untuk menyalurkan pesan/pengetahuan dari guru kepada siswa serta dapat merangsang pikiran, minat, perhatian dan kemauan belajar sehingga terjadi proses belajar dalam diri siswa. Konsep tersebut sesuai dengan semakin meluasnya kemajuan pada bidang komunikasi dan teknologi. Dinamika proses belajar dan sumber belajar yang bervariasi semakin diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan penekanan pada bahan pengajaran yang baru melalui produksi audiovisual digabung dengan perpustakaan yang melayani media cetak, maka timbul Pusat Sumber Belajar multimedia (Mudhoffir, 1986:10). Timbulnya Pusat Sumber Belajar tersebut terjadi karena adanya pertumbuhan semakin dibutuhkannya pelayanan dan kegiatan belajar nontradisional yang membutuhkan ruang belajar tertentu sesuai dengan kebutuhan. Pusat Sumber Belajar mempunyai peranan yang cukup menentukan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.Satu diantara sekolah yang sudah menerapkan konsep multimedia sebagai PSB dalam pembelajaran yakni SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Selain perpustakaan, adanya PSB yang dimiliki yakni multimedia, diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran yang berbasis multimedia. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan yang baik dan optimal agar PSB tersebut benar-benar memberikan dampak positif, menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan hasil belajar SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Setiap satuan/lembaga pendidikan diharapkan mempunyai PSB, sedangkan untuk mempunyai PSB yang memenuhi standar tentunya membutuhkan dana yang mencukupi, semua itu bergantung pada lembaga pendidikan masing-masing. Begitu juga dengan SMA Negeri 1 Puri Mojokerto yang sudah memiliki PSB berupa multimedia dan perpustakaan yang cukup baik. Sehingga bisa dikatakan bahwa SMA Negeri 1 Puri Mojokerto merupakan salah satu sekolah yang perkembangannya sudah cukup baik di lingkungannya dan mendapat julukan sebagai salah satu sekolah favorit di daerah Mojokerto.Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan studi pendahuluan tentang multimedia sebagai sarana kegiatan pembelajaran. Sejauh peneliti melakukan studi pendahuluan maka diketahui belum adanya pengelolaan yang optimal mengingat bahwa multimedia disini berperan sebagai sumber belajar yang diharapkan mampu untuk memaksimalkan proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Belum adanya pengelolaan yang optimal terlihat dari kurangnya pengelola yang dimiliki serta kurangnya kompetensi para pengelola pada bidang PSB. Selain itu adanya PSB multimedia di SMA Negeri 1 Puri adalah salah satu sarana belajar yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa secara maksimal. Namun dari 68 jumlah guru yang ada, hanya terdapat kurang lebih 20 guru yang dapat mengaplikasikan multimedia dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan serta keterampilan guru untuk menggunakan perangkat multimedia terutama guru senior. Siswa juga mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi tentang cara penggunaan maupun macam multimedia yang ada. Sehingga hal tersebut perlu untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui secara lebih jelas tentang pengelolaan, peranan dan penerapan multimedia sebagai PSB pada kegiatan pembelajaran.Dengan demikian, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengelolaan multimedia sebagai PSB yang terdapat di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto serta melakukan optimalisasi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Puri Mojokerto.Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai fokus penelitian yakni sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto, jika ditinjau melalui kaidah pengelolaan Pusat Sumber Belajar?
  2. Apakah dengan adanya optimalisasi pengelolaan multimedia sebagai Pusat Sumber Belajar di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto dapat meningkatkan hasil belajar siswa?.
Adapun beberapa asumsi yang dijadikan dasar dari penelitian ini antara lain:
  1. Pusat Sumber Belajar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran
  2. Pusat Sumber Belajar memiliki peranan penting dalam institusi pendidikan, utamanya untuk menunjang program pendidikan.
  3. Pengelolaan PSB yang baik dapat meningkatkan kualitas belajar siswa pada satuan pendidikan/sekolah.
Agar penelitian ini tidak terlalu melebar dan fokus pada masalah yang diteliti maka ada beberapa batasan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut:
  1. Optimalisasi pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri berdasarkan atas kaidah pengelolaan PSB
  2. Hasil belajar yang dianalisis yakni hasil belajar pada siswa kelas XI IPA selama proses pembelajaran multimedia.
Hubungan permasalahan ini dengan kawasan Teknologi Pendidikan yakni pada fungsi pengelolaan pendidikan yang meliputi pengelolaan organisasi dan pengelolaan personil. Pada hakikatnya Pusat Sumber Belajar (PSB) memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Teknologi Pendidikan seperti yang terdapat pada AECT 1977 dimana fungsi pengelolaan pendidikan memiliki hubungan dengan fungsi pengembangan pendidikan, karena dalam fungsi kawasan pengelolaan pendidikan tercermin beberapa aktifitas yang mengelola Pusat Sumber Belajar, Hal ini tertuang didalam fungsi pengembangan pendidikan, dimana tujuannya untuk mengembangkan sumber belajar guna melayani kebutuhan si belajar.Kajian PustakaPada kajian pustaka ini akan diuraikan lebih lanjut tentang pengelolaan multimedia, sumber belajar, pengelolaan multimedia sebagai PSB dan hasil belajar.
  • Pengelolaan MultimediaPengelolaan adalah suatu kegiatan terancana dan terkontrol yang dikerjakan dua orang atau lebih dengan pemberian fasilitas untuk mengarahkan instruksional sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif. Adapun konsep fungsi pengelolaan yang dikemukakan oleh George R. Terry ada 4 antara lain Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan dan Pengawasan.Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia dibagi menjadi dua kategori yakni multimedia linier dan multimedia interaktif. Pentingnya multimedia dalam sebuah pembelajaran yakni apabila multimedia dipilih, dikembangkan, dikelola dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang besar bagi guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh ialah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Sebagai salah satu komponen dalam sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.Membuat bahan ajar menggunakan multimedia tentu berbeda dengan menyiapkan bahan ajar menggunakan media konvensional yang biasa dilakukan. Kelebihan multimedia (audio, visual dan gerak) dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan materi yang membutuhkan ketiga unsur tersebut. Dengan multimedia, materi dan bahan ajar dapat disampaikan melalui gagasan yang kreatif.Melalui gagasan yang kreatif tersebut guru dapat mengatur irama penyajian materi agar tidak datar dan membosankan. Langkah operasionalnya adalah guru terlebih dahulu membuat rancangan pengajaran berupa story board, atau flow chart, agar alur informasi terkendali sejalan dengan materi yang hendak disampaikan. Tidak perlu seluruh durasi dan layer materi pengajaran dieksplorasi secara kreatif. Adakalanya materi pelajaran disajikan dalam visualisasi yang bernada datar dan biasa-biasa saja tetapi kemudian pada materi tertentu yang menjadi pokok permasalahan, visualisasi diolah secara optimum. Bila perlu ada bagian yang ingin ditonjolkan dapat disertai dengan ilustrasi dalam gerak (animasi maupun video) dan suara (narasi, dialog dan sound effect) yang tepat. Penekanan ini akan membuat siswa merasakan bahwa materi tersebutlah yang menjadi pokok permasalahan.Persoalan terpenting dalam menentukan gagasan kreatif dan konsep multimedia adalah mempertimbangkan karakter target audience. Kebenaran materi adalah mutlak, sedangkan menarik atau tidaknya suatu bahan ajar sangat bergantung pada kedekatan bahasa komunikasi antara guru dan siswanya. Gagasan kreatif dan konsep multimedia hendaknya memperhatikan aspek komunikatif, agar mudah dicerna dan disenangi oleh siswa. Mimpi yang telah dituangkan dalam gagasan kreatif dan konsep visualisasi, akan menjadi kasat mata sebagai multimedia pembelajaran jika berhasil dieksekusi menggunakan gramatika komunikasi visual yang tepat. Eksekusi elemen-elemen komunikasi visual dalam pembuatan media ini pada intinya mencakup: tata letak, tipografi, gambar dan ilustrasi, warna, animasi dan video, serta audio/suara. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran memang disarankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Adapun format penyajian multimedia dapat digolongkan menjadi lima kelompok yakni tutorial, drill and practice, simulasi, percobaan atau eksperimen, permainan. Sementara itu, dalam mengaplikasikan multimedia dalam desain pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik multimedia, format multimedia dan elemen-elemen multimedia. Sedangkan menurut Wallington (1970) bahwa peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulus dan informasi kepada siswa. Dengan demikian maka untuk mempermudah aplikasi multimedia sebagai sumber belajar itu kita dapat mengajukan pertanyaan berdasarkan teori 5 W 1 H. (what, who, where, whom when and how) seperti apa, siapa,di mana, kepada siapa, kapan dan bagaimana.Jadi pengelolaan multimedia adalah suatu kegiatan yang terencana dan terkontrol untuk mengarahkan penggunaan multimedia dalam pembelajaran secara tepat dan maksimal sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif.
  • Sumber BelajarSebelum menguraikan tentang makna dari Pusat Sumber Belajar maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang sumber belajar itu sendiri. Sumber belajar adalah segala apa (daya, lingkungan, pengalaman) yang dapat digunakan dan dapat mendukung proses/kegiatan pengajaran secara lebih efektif dan dapat memudahkan pencapaian tujuan pengajaran/belajar, tersedia (sengaja disediakan/dipersiapkan), baik yang langsung/tidak langsung, baik konkret/yang abstrak (Ahmad Rohani, 2004:164). Sumber belajar tidak hanya berupa bahan bacaan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, namun sumber belajar merupakan segala sesuatu yang bisa berupa pesan, orang, alat/peralatan, bahan, teknik serta latar/setting, sesuai dengan klasifikasi sumber belajar menurut AECT (1977).Pusat Sumber Belajar memliki beberapa fungsi dan tujuan. Fungsi Pusat Sumber Belajar adalah mengoptimalkan segala sumber-sumber belajar untuk membantu guru dalam mengembangkan sistem pembelajaran. Pembiayaan Pusat Sumber Belajar juga tidak kalah penting karena dengan biaya yang cukup Pusat Sumber Belajar dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik.Pusat Sumber Belajar itu sendiri merupakan wadah untuk mendayagunakan sumber belajar secara maksimal yang dapat dimanfaatkan oleh siswa guna menunjang proses belajarnya agar mencapai hasil yang maksimal pula. Pusat Sumber Belajar bukan tempat berkumpulnya bahan-bahan cetak saja melainkan sebuah tempat berkumpulnya semua sumber-sumber belajar. Jadi hakikat Pusat Sumber Belajar merupakan perpaduan yang kompleks dari segala macam sumber belajar dan sistem pengelolaannya untuk memberikan pelayanan terhadap pengguna Pusat Sumber Belajar.
  • Pengelolaan Multimedia Sebagai PSBPengelolaan multimedia sebagai Pusat Sumber Belajar merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan, oleh sebab itu pengelolaan Pusat Sumber Belajar termasuk dalam pengelolaan pendidikan. Menurut Sobri, dkk (2009:3) dalam bukunya yang berjudul Pengelolaan pendidikan menjelaskan bahwa pengelolaan pendidikan merupakan rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan/ organisasi pendidikan. Pengelolaaan multimedia sebagai pusat sumber belajar antara lain terdapat pengelolaan sumber daya manusia atau personil. Pengelolaan personel/SDM dapat disebut juga dengan manajemen personil. Menurut Sobri, dkk dalam buku Pengelolaan Pendidikan (2009:50) mengemukakan bahwa pengelolaan personel/SDM adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja secara efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sobri, dkk mengemukakan ada empat prinsip dasar pengelolaan sumber daya manusia yakni: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik; (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) pengelolaaan sumber daya manusia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.Selanjutnya dalam pengelolaan multimedia sebagai PSB juga berpedoman pada prinsip pengelolaan PSB seperti yang dikemukakan oleh Mudhoffir (1986:29) antara lain adanya sistem informasi. Sistem informasi dapat dibagi menjadi dua bagian yakni, 1) Informasi kepada klien keluar, baik individu maupun lembaga; 2) Informasi di dalam pusat sumber belajar itu sendiri, yakni bagaimana siswa mendapatkan informasi tentang segala yang dibutuhkan. Selanjutnya prinsip pengelolaan pelayanan yakni suatu kegiatan penyelesaian, pengadaan, pembinaan koleksi, serta pengaturan dan penyampaian bahan pustaka kepada pengunjung. Terdapat tiga karakteristik pelayanan, yakni mudah dimengerti, efisien dan ekonomis serta keterlambatan yang minimal. Berikutnya adalah prinsip pengelolaan pengembangan instruksional. Pengembangan instruksional merupakan hal penting dalam fungsi pusat sumber belajar. Pengembang instruksional yang bekerja pada Pusat Sumber Belajar harus benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang pengembang instruksional. Dan yang terakhir adalah prinsip pengelolaan produksi yang terdiri antara lain Mengidentifikasi dan menganalisa masalah komunikasi, merancang dan memproduksi pesan, serta mengadministrasikan fasilitas dan personalia produksi media.
  • Hasil BelajarHasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan (Wina Sanjaya, 2008). Hasil belajar siswa merupakan perubahan yang terjadi pada siswa baik perubahan tingkah laku, pemahan serta keterampilan siswa berkat pengalaman dan latihan sebagai akibat dari proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran disekolah yang menjadi sasaran belajar adalah siswa. Ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat melalui keberhasilan belajar siswa. Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yakni faktor dari luar diri siswa dan dari dalam diri siswa. Terdapat 3 aspek tipe hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa menurut Nana Sudjana (2005:49) yakni aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Maka dengan adanya multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Metode PenelitianDalam melakukan kegiatan penelitian, metode penelitian mutlak diperlukan. Karena metode penelitian merupakan sekumpulan cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Seperti pada Sugiono (2008:3) metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sedangkan menurut Arikunto (2006:136) metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Pada setiap penelitian metode yang digunakan berbeda-beda tergantung pada tingkat kebutuhan dan jenis penelitian.
  • Jenis PenelitianSebelum melaksanakan penelitian, maka terlebih dahulu harus memahami ragam jenis-jenis penelitian sehingga dapat menentukan jenis penelitian yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Terdapat 2 macam jenis penelitian yakni penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sesuai dengan ragam dan jenis penelitian, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif, yaitu dari data dan fakta yang diperoleh dalam penelitian ditarik kesimpulan dalam bentuk kalimat pernyataan serta hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang keadaan yang terjadi pada saat penelitian. Penelitian kualitatif menyajikan data yang diperoleh secara lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel, dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Selain itu jika dipandang dari sudut pandang masalah, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, karena dari data dan fakta yang diperoleh dari penelitian, digunakan untuk menarik kesimpulan dalam bentuk kalimat pernyataan dan mendiskripsikan tentang pola-pola yang terkait dengan fenomena yang terjadi serta mengidentifikasi hubungan-hubungan yang mempengaruhi fenomena tersebut (Sugiono, 2008:19). Penelitian deskriptif kualitatif berusaha untuk mendiskripsikan kondisi, suatu gejala, peristiwa dan kejadian serta berusaha menguraikan data yang diperoleh di lapangan secara utuh, mendalam dan apa adanya.
  • Sumber DataSecara keseluruhan, sumber data dalam penelitian ini disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dalam penelitian kualitatif, sumber data dipilih dan mengutamakan perspektif emic, artinya mementingkan pandangan narasumber, yakni bagaimana narasumber memandang dan menafsirkan dunia dari pendiriannya sendiri. Peneliti tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk memperoleh data yang diinginkan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah pengelola PSB, Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, guru dan siswa. Sedangkan lokasi penelitian bertempat pada SMA Negeri 1 puri Mojokerto, Jl Jayanegara No.2 Puri Mojokerto.
  • Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan data mempunyai kedudukan yang penting dalam sebuah penelitiaan, tanpa adanya metode mengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semitersruktur, yakni penyusunan beberapa pertanyaan untuk dijadikan pedoman dalam mendapatkan data yang diperlukan. Wawancara dilakukan secara mendalam untuk memperoleh data yang kredibel dan utuh. Obsevasi yang akan dilakukan oleh peneliti merupakan observasi terstruktur yakni observasi yang telah dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya (Sugiono, 2008:205). Selain itu observasi dilakukan secara partisipan yakni mengutamakan kehadiran peneliti di lokasi penelitian dan masuk dalam kondisi apa adanya yang ada. Pada penelitian ini dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan data pendukung terkait pengelolaan multimedia sebagai PSB. Sedangkan untuk mengetahui hasil belajar siswa dari adanya optimalisasi pengelolaan multimedia, maka terdapat adanya pengambilan dokumen hasil belajar siswa pada ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Hasil belajar yang diambil adalah hasil belajar pada kelas XI IPA karena dipandang intensitas penggunaan multimedia lebih tinggi dari pada kelas XI IPS maupun kelas X dan XII.
  • Metode Analisis DataSugiono (2008:89) mengemukakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Metode analisis data menggunakan konsep analisis data penelitian kualitatif deskriptif Milles dan Huberman (Sugiono, 2008:334) yang terdiri dari 4 tahap antara lain koleksi data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada penelitian kualitatif terdapat adanya pengujian kredibilitas data yang bertujuan agar data yang diperoleh valid dan kredidibel. Pengujian kredibilitas data tersebut terdiri dari perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat. Analisis kasus negatif dan member cek.
Hasil PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni berupa data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi sesuai dengan metode pengumpulan data penelitian kualitatif.
  • Pengelolaan Multimedia Sebagai Pusat Sumber Belajar di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto.PSB yang berupa multimedia di SMA Negeri 1 Puri memang seharusnya dikelola dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memfasilitasi belajar siswa.
    1. Gambaran umum pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto.Berdasarkan hasil yang didapatkan oleh peneliti, baik dari hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi selama proses penelitian, bahwa proses pembelajaran multimedia di SMA Negeri 1 Puri sudah berjalan sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu yakni sejak tahun 2008, sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan Kepala SMA Negeri 1 Puri Dra. Saitin, M.Si. Kegiatan pembelajaran multimedia ini selain bertujuan untuk membantu mempermudah proses belajar siswa yakni dengan tersedianya PSB, juga bertujuan memacu kreatifitas para guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran di bidang multimedia terutama para guru senior. Di SMA Negeri 1 Puri terdapat 6 ruang yang difungsikan sebagai ruang multimedia. Ruang tersebut antara lain 3 laboratorium komputer, perpustakaan serta laboratorium Biologi dan Kimia. Tiap ruang memiliki pengelola yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing yakni antara lain memberikan layanan yang baik, selalu menjaga kebersihan ruangan, memeriksa keadaan peralatan dan ruangan, melakukan perawatan rutin pada peralatan, memastikan kondisi ruangan dan peralatan, serta melakukan koordinasi dengan guru maupun pengelola lainnya agar jadwal penggunaan ruang tidak tumpang tindih.
    2. Bentuk Pengelolaan multimedia di SMA Negeri 1 Puri ditinjau dari kaidah pengelolaan PSB
      • Pengelolaan jadwal pembelajaran multimedia dan informasi penggunaan PSB.Terdapat 30 kelas tradisional di SMA Negeri 1 Puri untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran, dengan rincian sebagai berikut; 9 kelas di kelas X dan 1 kelas akselerasi, 10 kelas masing-masing untuk kelas XI dan XII. Pada kelas XI dan XII masing-masing terdiri dari 5 kelas jurusan IPA, 1 kelas jurusan bahasa dan 4 kelas jurusan IPS. Selain kelas akselerasi, semua kelas harus berpindah ruangan jika hendak melangsungkan pembelajaran multimedia. Kondisi seperti ini sudah biasa di alami oleh guru serta siswa SMA Negeri 1 Puri karena saat ini hanya kelas akselerasi saja yang sudah dilengkapi dengan peralatan multimedia serta konektifitas dengan wiifi. Oleh karena itu setiap guru yang akan melangsungkan pembelajaran pada kelas reguler harus menggunakan ruang lain yang telah disediakan yakni laboratorium komputer, perpustakaan atau laboratorium Biologi maupun Kimia, seperti pernyataan yang dikemukakan oleh seorang guru Biologi Ibu Sriati Listyorini kepada peneliti saat wawancara. Jadwal pelaksaan pembelajaran multimedia pun tidak bisa ditentukan secara pasti karena harus menyesuaikan dengan materi dalam RPP/kurikulum yang ada. Jika materi yang hendak disampaikan tidak memerlukan multimedia, maka pembelajaran cukup dilakasanakan di kelas tradisional.Selain itu para guru juga menyatakan bahwa mengalami kendala dalam menentukan ruangan mana yang bisa digunakan, sehingga mengalami benturan jadwal dengan guru lain saat hendak menggunakan fasilitas multimedia. Jika dipandang dari prinsip pengelolaan PSB, hal ini menunjukkan adanya sistem informasi yang kurang optimal karena para guru tidak mengetahui informasi tentang siapa saja yang hendak menggunakan ruang multimedia. Komunikasi antara para pengelola dan para guru perlu untuk ditingkatkan sehingga keterlambatan informasi bisa diminimalisir dan pelaksanaan pembelajaran multimedia menjadi lebih optimal. Selain itu informasi yang baik juga harus diberikan PSB kepada siapa saja yang sedang berada dalam PSB yakni pengunjung dengan mudah mendapatkan informasi tentang segala yang dibutuhkan selama berada dalam PSB agar segala sumber belajar yang terdapat didalamnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebutuhan pembelajaran. Oleh kerana itu informasi tentang ketersediaan macam komponen sumber belajar beserta karakteristiknya harus dapat diketahui secara jelas oleh pengunjung PSB. Adanya 6 ruang multimedia di SMA Negeri 1 Puri yang berperan sebagai PSB multimedia, masing-masing dilengkapi dengan komputer server yang berisi berbagai informasi terkait ruang PSB tersebut. Komputer server terhubung dengan banyaknya unit komputer yang terdapat pada ruangan tersebut, sama halnya dengan ruang multimedia yang lain. Oleh kerana itu informasi terkait PSB pada masing-masing ruang dapat diketahui oleh para pengunjung PSB.
      • Pengelolaan layanan PSBFasilitas multimedia yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Puri adalah salah satu sumber belajar yang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran multimedia, , untuk itu perlu adanya pengelolaan layanan yang baik kepada pengguna multimedia, baik guru maupun siswa agar dapat menggunakan multimedia dengan baik. Multimedia bertujuan untuk memfasilitasi guru dan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Disinilah salah satu tugas pengelola untuk memberikan layanan yang baik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pemberian layanan di laboratorium Biologi saat kegiatan praktikum maupun penggunaan multimedia sudah cukup baik. Hal ini dapat terlihat dalam layanan yang diberikan dalam penyediaan perangkat yang diperlukan, pengelola mampu untuk menyediakan perangkat tersebut dengan tanggap dan cekatan sehingga guru menjadi lebih ringan dengan bantuan pengelola. Kebersihan ruangan selalu diutamakan, perawatan perangkat juga dilakukan dengan baik, hal ini sesuai dengan pengelolaan layanan pada prinsip pengelolaan PSB.
      • Pengelolaan SDM/personil PSBUntuk dapat mewujudkan PSB yang baik tentunya harus didukung dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik pula. Dari hasil studi observasi dan wawancara dengan Kepala Sekolah mengenai personil yang dimiliki sebagai pengelola PSB, ternyata SMA Negeri 1 puri belum mempunyai personil ahli yang khusus untuk mengelola PSB. Personil yang ada sekarang kurang memiliki kompetensi khusus di bidang pengelolaan maupun pengembangan PSB. Pengelolaan yang dilakukan, cenderung untuk menjaga dan melakukan perawatan pada komponen yang ada, tidak ada upaya pengembangan khusus yang dilakukan untuk membuat PSB semakin optimal sebagai sarana belajar siswa. Jika dipandang dari sudut prinsip pengelolaan PSB tentang adanya pengembang instruksional, maka PSB di SMA Negeri 1 Puri dikatakan kurang optimal karena tidak adanya personil ahli sebagai pengembang instruksional maupun ahli media. PSB adalah salah satu aspek penting yang harus dimiliki lembaga pendidikan untuk dapat memfasilitasi belajar siswa secara lebih baik.
      • Sarana prasarana dan sumber dana PSBKetersediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk pemenuhan kebutuhan PSB tentunya juga membutuhkan biaya yang cukup banyak mengingat bahwa PSB yang ada di SMA Negeri 1 Puri berupa multimedia. Fasilitas multimedia yang telah dimiliki oleh SMA Negeri 1 Puri saat ini merupakan hasil usaha dari sekolah untuk dapat memfasilitasi belajar siswa agar lebih baik, seiring dengan kebutuhan belajar siswa yang terus meningkat untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. Anggaran dana yang disediakan untuk memenuhi kelengkapan fasilitas multimedia disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di lapangan. Untuk menyediakan anggaran dana tersebut Wakil Kepala sekolah sarana prasarana mengajukan laporan pada Kepala sekolah yang kemudian dimusyawarahkan dengan komite sekolah. Hingga saat ini sarana multimedia yang telah ada di SMA Negeri 1 Puri sudah baik dan cukup memadai. Hal ini dapat terlihat dari observasi yang dilakukan oleh peneliti terkait dengan keadaan perangkat multimedia. Berdasarkan hasil wawancara baik dengan Wakil Kepala sekolah sarana prasarana maupun dengan Kepala sekolah, menjelaskan bahwa SMA Negeri 1 Puri mempunyai kerja sama dengan perusahaan penyedia peralatan multimedia yakni PT. Sakura. Selain menyediakan sarana yang dibutuhkan, kerja sama dengan PT. Sakura juga terkait perawatan dan penanggulangan kerusakan peralatan. Pengecekan terhadap keadaan peralatan multimedia dilakukan secara berkala. Pemenuhan kebutuhan PSB yang baik dan optimal akan mampu memaksimalkan fungsi PSB itu sendiri sebagai bagian integral dari program instruksional suatu lembaga pendidikan.
    3. Optimalisasi multimedia sebagai PSB.Bedasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka terdapat kesenjangan pada kondisi pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri yakni pada pengelolaan jadwal penggunaan PSB multimedia dan tidak adanya personil pengembang instruksional. Oleh sebab itu maka dilakukan upaya optimalisasi antara lain:
      • Optimalisasi informasi jadwal penggunaan PSB multimedia.Optimalisasi yang dilakukan adalah mengupayakan adanya koordinasi guru dan pengelola ruang minimal 3 hari sebelum guru menggunakan salah satu ruang multimedia. Langkah selanjutnya sesudah guru melakukan koordinasi untuk memesan ruang, maka pengelola dapat memproses informasi tersebut dan segera menyiapkan ruangan sesuai dengan kebutuhan guru. Jika saat guru memesan salah satu ruang multimedia ternyata ruang tersebut telah dipesan sebelumnya oleh guru lain, maka pengelola segera melakukan koordinasi dengan pengelola lain apakah masih ada ruang lain yang bisa digunakan. Selain itu pihak pengelola juga harus menyediakan papan informasi tentang jadwal penggunaan ruang multimedia selama sepekan sesuai dengan jam pelajaran yang ada agar informasi tesebut dapat diketahui dengan baik oleh guru maupun siswa. Jadwal penggunaan tersebut bisa berubah setiap harinya karena satu guru tidak selalu menggunakan ruang yang sama. Adanya koordinasi yang baik antara guru dan pengelola PSB akan memudahkan pengelola untuk mengatur jadwal penggunaan ruang multimedia setiap harinya sehingga informasi tentang penggunaan ruang multimedia dapat diketahui dengan baik.
      • Optimalisasi peningkatan kompetensi pengelola PSB.Jumlah personil yang terlibat dalam PSB yang berupa multimedia di SMA Negeri 1 Puri masih terbatas. Hal ini terlihat dari adanya 6 ruang multimedia tetapi hanya ada 5 personil pengelola. Jadi ada 1 orang yang mengelola 2 ruangan. Tidak adanya ahli media dan pengembang instruksional pada PSB multimedia di SMA Negeri 1 Puri menjadi salah satu faktor tidak maksimalnya fungsi PSB serta lambatnya pengembangan PSB tersebut. Pihak sekolah juga belum berencana merekrut personil ahli untuk mengelola PSB multimedia karena belum memandang tingkat kepentingan hal tersebut. Jika dipandang menurut kaidah pengelolaan PSB, tentunya kondisi PSB di SMA Negeri 1 Puri belum optimal. Oleh karena itu peneliti berusaha untuk melakukan optimalisasi pada pengelolaan personil yang terlibat dalam PSB multimedia yang sudah ada di SMA Negeri 1 Puri karena pihak sekolah tidak memungkinkan untuk segera melakukan penambahan personil ahli media maupun pengembang instruksional. SMA Negeri 1 Puri tergolong sekolah yang cukup terbuka dan mempunyai upaya yang cukup keras dalam pengembangan sekolah. Ide yang diutarakan peneliti tentang upaya optimalisasi peningkatan kompetensi personil PSB dapat diterima dengan cukup baik didukung dengan adanya workshop seputar multimedia yang rutin diadakan 1 bulan sekali di SMA Negeri 1 Puri. Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan dan meningkatkan keterampilan pengelola serta guru terkait multimedia yang ada di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Optimalisasi peningkatan kompetensi personil yang berusaha dilakukan oleh peneliti berupaya memberikan kontribusi yang positif untuk memaksimalkan PSB multimedia di SMA Negeri 1 Puri dalam peranannya untuk memfasilitasi belajar siswa dan berupaya meningkatkan hasil belajar siswa.
  • Hasil belajar siswa dengan adanya multimedia sebagai PSBPembelajaran multimedia di SMA Negeri 1 Puri telah dimulai sejak 2 tahun yang lalu. Dalam kurun waktu yang relatif belum lama tersebut peralatan multimedia yang telah dimiliki SMA Negeri 1 Puri sudah cukup memadai dan telah berkembang dengan adanya 6 ruang yang dapat difungsikan untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran multimedia.
    1. Proses pembelajaran multimedia di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto.Adanya pembelajaran yang berbasis multimedia merupakan salah satu upaya kebijakan sekolah untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran seiring dunia pendidikan yang semakin berkembang. Dengan adanya upaya pembelajaran multimedia tersebut tentunya guru harus bisa menyesuaikan dan mampu memanfaatkan peralatan multimedia yang ada. Hal ini menjadi sedikit kendala bagi para guru senior yang diharuskan mampu mengoperasikan peralatan multimedia untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Tapi seiring berjalannya waktu, adanya upaya belajar untuk menguasai multimedia terus dilakukan oleh para guru. Adanya workshop yang digalakkan SMA Negeri 1 Puri seputar multimedia sangat membantu para guru dalam menggunakan fasilitas multimedia untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran. Hampir semua guru saat ini sudah mampu menyesuaikan diri dalam penggunakan multimedia dalam pembelajaran, walaupun kadang masih menggunakan metode konvensional. Respon siswa lebih aktif dan tanggap untuk menerima materi dari guru saat pembelajaran menggunakan multimedia. Siswa lebih mudah memahami materi dan latihan soal yang tiba-tiba diberikan. Hal-hal positif terkait pembelajaran multimedia inilah yang harus diupayakan dan dikembangkan agar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan dengan adanya optimalisasi pada pengelolaan multimedia akan mampu mewujudkan peningkatan hasil belajar siswa.
    2. Penggunaan multimedia sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswaAdanya PSB yang berupa multimedia di SMA Negeri 1 Puri belum tentu juga dimilki oleh lembaga pendidikan lainnya. Sumber belajar merupakan bagian integral dari sistem instruksional untuk mencapai tujuan instruksional yang ditetapkan. Selain bertujuan untuk memfasilitasi guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran, PSB multimedia yang dimiliki SMA Negeri 1 Puri juga merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak sekolah untuk menunjang kegiatan yang positif diluar pembelajaran seperti ekstrakurikuler dan workshop maupun administrasi dan manajemen sekolah. Multimedia di SMA Negeri 1 Puri terdiri dari bahan cetak maupun noncetak (berbasis komputer). Menurut hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terkait aktifitas siswa pada proses pembelajaran multimedia, 80% menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung.
PembahasanTerdapat 2 aspek upaya optimalisasi yakni optimalisasi jadwal penggunaan PSB multimedia dan optimalisasi peningkatan kompetensi pengelola PSB. Upaya optimalisasi tersebut akan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
  • Optimalisasi pengelolaan multimedia sebagai PSBAgar PSB tersebut dapat memberikan dampak yang positif maka harus ada pengelolaan secara optimal. Pengelolaan yang optimal dilakukan pada tiap komponen yang ada karena PSB dipandang sebagai suatu sistem. Untuk itu peneliti menerapkan fungsi pengelolaan POAC pada tiap komponen PSB pada konsep optimalisasi pengelolaan multimedia sebagai Pusat Sumber Belajar agar sistem PSB dapat mencapai tujuan secara lebih baik. Multimedia juga berperan diluar kegiatan pembelajaran yakni ekstrakurikuler, workshop maupun administrasi dan manajemen sekolah. Walaupun demikian optimalisasi yang dilakukan peneliti pada pengelolaan multimedia terbatas fungsinya hanya sebagai PSB untuk memfasilitasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini upaya optimalisasi yang dilakukan oleh peneliti dapat terlihat dari hasil observasi pengelolaan PSB multimedia yang menunjukkan adanya peningkatan dari 46% menjadi 72,5%. Dari hasil observasi selama upaya optimalisasi berlangsung terdapat peningkatan jumlah guru yang memanfaatkan multimedia. Sebelumnya hanya terdapat 20 guru yang rutin memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran dan PSB multimedia dimanfaatkan sekitar 5 kali dalam 1 minggu dengan jumlah mata pelajaran yang ada untuk tiap ruang, namun telah meningkat menjadi sekitar 45 guru dari 68 guru yang ada dan PSB multimedia digunakan untuk pembelajaran sekitar 2 kali dalam sehari pada tiap ruang yang ada, itu berarti sekitar 12 kali dalam 1 minggu. Dari peningkatan tersebut maka berdampak pada proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan bertambahnya intensitas penggunaan multimedia oleh guru, maka berdampak pada aktifitas siswa dalam pembelajaran, minat siswa pada materi yang disampaikan guru dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
  • Hasil belajar siswa dengan adanya optimalisasi multimedia sebagai PSBPSB merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran, maka dengan adanya optimalisasi multimedia sebagai PSB akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil observasi kondisi pelaksanaan pembelajaran yang meningkat dari 51% menjadi 71,4%. Selanjutnya terdapat peningkatan aktivitas siswa pada kelas multimedia dari 72% menjadi 80% dan aktivitas siswa pada kelas tradisional sebesar 50%. Minat siswa pada materi di kelas multimedia meningkat dari 72% menjadi 76% dan pada kelas tradisional sebesar 40%. Peningkatan hasil belajar tersebut terlihat jelas dalam nilai hasil belajar siswa yang diperoleh pada ujian tengah semester yang mengalami peningkatan pada ujian akhir semester. Hal tersebut terlihat dari nilai siswa yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai dengan baik dan upaya optimalisasi berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
Simpulan dan SaranBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut:
  • SimpulanBerikut akan diuraikan simpulan dari hasil penelitian yang telah didapatkan
    1. Pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri ditinjau dari kaidah pengelolaan PSB.Upaya optimalisasi dilakukan oleh peneliti dengan menerapkan fungsi pengelolaan POAC yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Berikut upaya optimalisasi tersebut:
      • Optimalisasi jadwal penggunaan PSB multimediaAgar tidak terjadi benturan jadwal dengan guru lain pada penggunaan ruang yang sama maka dilakukan optimalisasi koordinasi antara guru dan pengelola. Guru harus memesan ruang yang ingin digunakan minimal 3 hari sebelum kegiatan pembelajaran sehingga pengelola dapat mengatur jadwal penggunaan ruang dengan baik. Dengan hal tersebut maka efisiensi pembelajaran meningkat, karena waktu pembelajaran tidak terpotong untuk mencari ruang multimedia yang akan digunakan karena sudah dipesan sebelumnya. Selain itu pengelola harus menyediakan papan informasi agar jadwal penggunaan ruang multimedia dapat diketahui dengan baik setiap saat.
      • Optimalisasi peningkatan kompetensi pengelola PSBUpaya optimalisasi dilakukan pada personil yang sudah ada dengan mengatasi kendala-kendala yang dialami pada pengelolaan multimedia sebagai PSB dan diskusi yang dilakukan oleh peneliti dengan pengelola terkait prinsip pengelolaan PSB. Selain itu upaya optimalisasi didukung dengan adanya workshop multimedia yang diadakan 1 bulan sekali. Adanya workshop sangat membantu meningkatkan wawasan serta keterampilan pengelola dan guru dibidang multimedia terutama guru senior. Dengan demikian maka pengelola mampu meningkatkan kinerja dalam pengelolaan multimedia sebagai PSB. Terlihat dari hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kualitas pengelolaan PSB dari 46% kriteria cukup baik menjadi 72,5% kriteria baik. Selain itu observasi juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah guru yang memanfaatkan PSB multimedia, dari sekitar 20 guru menjadi sekitar 45 guru dari 68 guru yang ada. Ruang PSB yang sebelumnya dimanfaatkan sekitar 5 kali dalam 1 minggu untuk tiap ruang dengan jumlah mata pelajaran yang ada, meningkat menjadi sekitar 12 kali dalam 1 minggu untuk tiap ruang. Dengan bertambahnya intensitas penggunaan PSB multimedia tersebut maka mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
    2. Hasil belajar siswa dengan adanya optimalisasi multimedia sebagai PSBDengan adanya upaya optimalisasi pada pengelolaan multimedia sebagai PSB, berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran multimedia yang dapat mewujudkan peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat terlihat dari beberapa variabel sebagai berikut:
      • Hasil prosentase kondisi pelaksanaan pembelajaran multimedia meningkat dari 51% kriteria cukup baik, menjadi 71,4% kriteria baik.
      • Adanya prosentase peningkatan aktivitas siswa pada pembelajaran multimedia dari 72% menjadi 80%, dan pada kelas tradisional sebesar 50%.
      • Adanya peningkatan minat siswa pada materi pada pembelajaran multimedia dari 72% menjadi 76% serta minat siswa pada materi di kelas tradisional sebesar 40%. Pemahaman siswa akan materi lebih konkrit pada kelas multimedia dari pada kelas tradisional.
      • Kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas pada kelas multimedia lebih baik ditunjukkan dengan prosentase sebesar 80% sedangkan pada kelas tradisional sebesar 60%. Hal ini menunjukkan multimedia memberikan dampak positif pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan baik.
  • SaranAdapun beberapa rekomendasi dan saran dalam penelitian ini antara lain:
    1. Hendaknya workshop yang diadakan oleh sekolah terkait multimedia juga disertai adanya pelatihan bagi SDM yang terlibat dalam pengelolaan multimedia sebagai PSB di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto.
    2. Jika telah memungkinkan, maka SMA Negeri 1 Puri dapat mengupayakan perekrutan ahli media dan pengembang instruksional untuk memaksimalkan fungsi PSB multimedia yang ada.
    3. Pemeliharaan hubungan kerjasama yang baik antara pengelola dengan guru maupun antar pengelola harus dipelihara dan ditingkatkan untuk mempertahankan upaya optimalisasi PSB.
    4. Upaya penggunaan multimedia oleh para guru harus selalu ditingkatkan agar PSB multimedia yang ada dapat dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Daftar Pustaka
  • Ahmadi, Abu. 2004. Psikologi Pengajaran. Bandung: Alfabeta
  • Amirin, Tatang.M. 2003. Pokok-pokok Teori Sistem. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  • Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Burhanuddin. 1994. Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
  • Depdikbud. 1986. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
  • Djamarah, Syaiful.B & Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Harjanto. 2006. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka cipta
  • Hikmat. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
  • Mayer, Richard E. 2009. Multimedia Learning Prinsip-Prinsip dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Belajar
  • Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaj Rosdakarya
  • Mudhoffir. 1986. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remadja Karya
  • Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-ruzz Media
  • Nurhadi. Dkk. 2003. Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press)
  • Pidarta, Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
  • Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remadja Karya
  • Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
  • Rusijono & Mustaji. 2008. Penelitian Teknologi Pembelajaran. Surabaya: Unesa University Press.
  • Rusyan, A. Tabrani. Dkk. 1989. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remadja Karya
  • Sadiman, Arif S. Dkk. 1989. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Sagala, Syaiful. 2009. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
  • Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana
  • Seels, Barbara & Richey, Rita. 1994. Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Unit percetakan Universitas Negeri Jakarta
  • Seri Pustaka Teknologi Pendidikan. 1977. Definisi Teknologi Pendidikan. Satuan Tugas, Definisi dan Terminologi AECT. Universitas Terbuka: PT. Rajagrafindo Persada
  • Sobri. Dkk. 2009. Pengelolaan Pendidikan. Yogyakarta: Multi Pressindo
  • Soeharto, Karti. Dkk. 2003. Teknologi Pembelajaran. Surabaya: SIC
  • Sudjana, Nana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung Sinar Baru
  • Sugiono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  • Syukur, Fatah. 2005. Teknologi Pendidikan. Semarang: RaSAIL
  • Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. 2008. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta
  • Tim Penyusun. 2006. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi. Surabaya: Unesa University Press
  • http://wijayalabs.wordpress.com/2008/09/19/belajar-pembelajaran-dan-sumber-belajar-2/. Diakses tanggal 24 April 2010.
  • http://fadacute.wordpress.com/2010/01/04/multimedia-pembelajaran-dan-aplikasinya/). Diakses tanggal 24 April 2010.
  • http://fathal-banteni.blogspot.com/2009/11/bab-ii-pusat-sumber-belajar.html). Diakses tanggal 24 April 2010.