Langkah-langkah metode pembelajaran

Kamis 28 Jul 2011 08:34 AM Alim Sumarno, M.Pd

Setiap pembahasan metode pembelajaran agar bersifat operasional perlu dilengkapi garis besar langkah kerjanya. Langkah kerja metode tertentu itu berupa urutan tahapan kerja yang dilalui guru bersama siswwanya dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode tertentu. Langkah-langkah kerja tersebut dapat bersifat suksesif (urut dan tidak diulang untuk setiap tahap) dan dapat bersifat konsentris (mengulang langkah kerja dengan perluasaan tertentu = jalan pembelajaran spiral); setiap langkah kerja tetap menghargai umpan balik (dalam arti mungkin perlu pemetulan pada langkah tertentu). Langkah kerja metodis ini dapat juga disebut jalan pembelajaran.Contoh-contoh langkah pembelajaran :Metode ceramah
LangkahIsi Kegiatan
1. Persiapan :Penjelasan singkat tentang tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, dan titik tolak pembahasan (dapat berupa kasus yang relevan atau apersepsi).
2. Penyajian :Penjabaran bahan oleh guru sekitar masalah atau tema pokok (dapat menggunakan alat bantu)
3. Pembandingan : dan abstraksiMencari inter-relasi antar konsep dan prinsip, menemukan pola-pola berpikir (dapat mengikutsertakan siswa)
4. Generalisasi :Merumuskan kesimpulan dan pembangunan kerangka analisis-sintesis secara menyeluruh.
5. Penerapan :Kesimpulan hasil belajar tersebut dapat di pergunakan untuk kepentingan belajar lebih lanjut atau dalam memecahkan masalah hidup sehari-hari.
Metode Diskusi
LangkahIsi Kegiatan
1. Persiapan :Penjelasan tentang tujuan pembelajaran, penentuan masalah, penjelasan rencana kerja lebih lanjut (khususnya pembagian waktu) dan pembentukan kelompok.
2. Pemecahan :masalah (aktifdiskusiKelompok siswa berdiskusi di bawah bimbingan guru (teknis dan isi pelajaran), menyusun laporan.
  • Penyajian :
Laporan
Hasil diskusi kelompok dilaporkan di kelas untuk mendapat tanggapan dan penyempurnaan.
4. Penyimpulan :Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi kelas dan mendorong penggunaannya.
Catatan : Khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan diskusi ini J.D. Grambs dan J.C. Carr (1991 : 92) mengingatkan bahwa diskusi adalah :
  • Bukan kegiatan resitas (membaca dan menghafal);
  • Bukan pertukaraan pendapat dengan pihak-pihak yang kurang menguasai masalahnya (kurang persiapan);
  • Bukan debat yang bertujuan untuk menengkan diri (pendapat sudut pandang dan penilaian-penilaian yang lain) tanpa peduli norma kebenaran yang universal;
  • Bukan pameran gaya bicara yang akrobatis/lancar, pandai berkelit, dan sugestif);
  • Bukan kegiatan omong kosong yang mudah mengundang prasangka sosial dan nuansa perasanan yang desktruktif.
Metode belajar di lapangan
LangkahIsi Kegiatan
1. Persiapan :
  • Menentukan Objek yang relevan (bersama siswa).
  • Mengadakan kunjungan pendahuluan (survai pendahuluan untuk kepentingan perencanaan).
  • Menyusun perencanaan komprehensif (bersama siswa).
  • Pembagian kelompok dengan tugas-tugas khusus.
  • Pengecekan perbekalan menjelang keberangkatan ke lokasi.
2. Pelaksanaan :Secara berkelompok siswa bekerja (mengamati-mencatat-melakukan sesuatu) dan mendayagunakan jasa nara sumber.
3. Penyusunan LaporanSiswa (di bawah bimbingan guru) mengolah data dan menyusun laporan sesuai dengan pedoman yang telah disepakati.
4. Kegiatan :Tindak lanjut
  • Seminar hasil laporan kelompok.
  • Finalisasi laporan kelompok.
  • Penyimpulan-penyimpulan umum.
  • Mengadakan pameran hasil studi kancah.
  • Pertanggung jawab akhir (termasuk keuangan dan perbekalan yang lain).