Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Kamis 28 Jul 2011 08:49 AM Alim Sumarno, M.Pd

Ada kesan bagi pebelajar bahwa pembelajaran selalu membosankan. Hal ini dapat terjadi antara lain karena proses pembelajaran yang sulit dipahami bagi pebelajar. Berikut akan dikemukakan upaya-upaya untuk mengurangi hal tersebut melalui beberapa kriteria yang baik untuk pemilihan media pembelajaran antara lain :Menurut Dick dan Cary (1985), disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu : (1) ketersediaan sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri; (2) apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya; (3) faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama, dan (4) efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.Untuk memilih media pembelajaran secara efektif, Kozma (1978:51), mengatakan bahwa pesan yang komunikatif harus diperhatikan. Dan Romiszowski (1981:342), mengemukakan bahwa faktor-faktor yang perlu disikapi dalam pemilihan media pembelajaran adalah : (a) komunikatif; (b) harganya yang murah; (c) nilai kepraktisannya; dan (d) kondisi pemakainya. Lebih lanjut Romiszowski (1988:57-58), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memilih media pembelajaran, yaitu: (1) metode pembelajaran yang akan digunakan; (2) tujuan pembelajaran; (3) karakteristik pebelajar; (4) aspek kepraktisannya (biaya dan waktu); dan (5) faktor pemakainya. Pemilihan media pembelajaran lazimnya didasarkan pada 3 kriteria, yaitu (a) kelaikan praktis, (b) kelaikan teknis, dan (c) kelaikan biaya.Kelaikan praktis berhubungan dengan: (a) keakraban pembelajar dengan jenis media, (b) ketersediaan media setempat, (c) ketersediaan waktu untuk mempersiapkan, dan (d) ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.Kelaikan Teknis berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa media yang dipilih mampu untuk merangsang dan mendukung proses belajar pebelajar. Terdapat dua macam mutu yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
  1. Kualitas pesan yang dinilai menurut: (1) relevansi dengan tujuan atau sasaran belajar, (2) kejelasan struktur pembelajarannya, (3) kemudahan untuk dipahami, dan (4) sistematika yang logis.
  2. Kualitas visual, yaitu mengikuti prinsip-prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik, membangkitkan motivasi), kesederhanaan (sederhana, jelas, terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang penting), kebulatan (kesatuan konseptual), keseimbangan (seimbang dan harmonis).
Kelaikan biaya berkaitan dengan langkah-langkah pemilihan media yang sesuai dengan keadaan setempat, yaitu: (a) biaya yang murah baik saat pembelian maupun dalam pengoperasian dan pemeliharaan, (b) kesesuaian dengan metode pembelajaran yang dipakai, (c) kesesuaian dengan karakteristik pebelajar, (d) pertimbangan praktis, kemudahan, keamanan, kesesuaian dengan fasilitas yang ada, keawetan, kemudahan pemeliharaan, dan (e) ketersediaan media berikut suku cadangan di pasaran.Dengan mendasarkan beberapa kriteria yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut diatas, sebagai contoh: dalam pemanfaatan media pembelajaran surat kabar sebagai salah satu sumber belajar, maka dapat ditetapkan kriteria dan pemilihannya sebagai berikut; (1) harus aktual, (2) menarik isinya, (3) sesuai dengan tingkat dan kebutuhan siswa, (4) komunikatif, (5) ketersediaan sumber setempat, (6) kepraktisannya, (7) ketahanannya, (8) efektifitas biaya, (9) metode pembelajaran yang digunakan, (10) karakteristik pebelajar, dan (11) kemampuan pembelajaran menerapkannya.