Konsep Dan Prinsip Perkembangan Peserta Didik

Selasa 12 Jul 2011 04:06 AM Alim Sumarno, M.Pd

Dalam bahasan perkembangan peserta didik ada 2 istilah yang penting yang perlu dipahami, yakni perkembangan dan pertumbuhan. Istilah perkembangan lebih menunjuk pada aspek kualitatif yang berkaiatan dengan fungsi psikologis yang termanisfestasikan pada kemampuan fisiologis, seperti perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosio emosional.Pertumbuhan lebih menunjuk pada aspek kuantitatif yang berkaiatan dengan struktur biologis. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam kurun waktu tertentu. Hasil pertumbuhan berupa bertambahnya ukuran kuantitatif dari fisik peserta didik seperti tinggi dan berat badan, kekuatan otot dan sebagainya. Meskipun istilah perkembangan dan pertumbuhan mempunyai makna yang berbeda, namun dalam perlu dipahami bahwa keduanya merupakan proses yang saling berhubungan. Misalnya, ketika kita membahas perkembangan kognitif, tidak akan terlepas dari pemabahasan tentang fungsi otak sebagai faktor fisiologis yang menunjang manifestasi kognitif. Perkembangan dan pertumbuhan mengikuti pola yang bersifat umum, tetapi tempo perkembangan bersifat individual.Istilah lain yang sering digandengkan dengan perkembangan dan pertumbuhan adalah kematangan (Hartinah, 2008). Misalnya, peserta didik usia 1 tahun merupakan masa kematangan bagi bayi untuk berjalan, usia 6 tahun bagi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Ada perbedaan kedudukan antara kematangan dengan perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan pada aspek tertentu akan berakhir apabila telah mencapai tingkat kematangan, sedangkan perkembangan terus berlangsung sampai akhir hidup. Perkembangan berisi suatu rentetan masa-masa kematangan. Dalam uraian materi selanjutnya, ketiga istilah tersebut akan digunakan satu istilah saja, yakni perkembangan.Berdasarkan penelitian Hurlock (1997), penulis menyimpulkan beberapa prinsip perkembangan sebagai berikut:
  1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek. Perkembangan aspek tententu mungkin lebih jelas terlihat, sedangkan
  2. Setiap individu memiliki kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam hal tersebut sangat cepat, sedangkan kemampuan yang lain mungkin kurang dan perkembangannya lambat.
  3. Secara relative, perkembangan beraturan dan mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan pada aspek tertentu, mungkin mendahului aspek yang lainnya, misalnya peserta didik bisa merangkah sebelum berjalan.
  4. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur, tetapi dalam situasi tertentu dapat juga terjadi lompatan-lompatan atau sebaliknya kemacetan.
  5. Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke yang bersifat khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Misalnya kemampuan memegang benda besar dengan kedua tanggannya baru kemudian memegang dengan satu tangan tetapi denga kelima jari dan akhirnya dengan menggunakan ujung jari
  6. Sampai pada batas tertentu, perkembangan pada aspek tertentu dapat dipercepat atau diperlambat. Hal tersrbut bisa bergantung pada factor pembawaan atau lingkungan.
  7. Perkembangan aspek-aspek tertentu berlangsung sejajar atau berkorelasi dengan aspek nlainnya. Perkembangan spek sosial bisa sejajar dengan kemampuan berbahasa atau motorik atau lainnya. Perkembangan aspek lain mungkin tidak ada hubungannya.
  8. Pada saat tertentu dan dalam bidang tertentu, perkembangan pria berbeda dengan wanita. Pada usia 12-13 tahun wanita lebih cepat kematangan sosial dan moralnya dibandingkan dengan pria. Pria umumnya lebih kuat dalam kemampuan intelektualnya, sedangkan wanita lebih kuat dalam kemampuan bahasa, estitika atau keindahan.