Konsep Blended Learning

Rabu 01 Jun 2011 04:53 AM Alim Sumarno, M.Pd

Model Blended Learning dianggap memberikan solusi dalam pengembangan pembelajaran pada institusi yang masih menerapkan pembelajaran non on-line sebagai tolok ukur aktivitas. Secara konsep, pengembangan didasarkan pada model-model pembelajaran menurut Srisakdi (2006), dalam buku Pedoman Pengembangan Bahan ajar Berbasis Web terbitan Departemen Pendidikan Nasional, membagi model pembelajaran secara umum menjadi 4 kelompok. Seperti yang terlihal pada table 1 dibawah.Konsep pembagian pengembangan merupakan hitungan-hitungan matematis yang perlu dijabarkan dalam kerangka implementasi pembelajaran. Masing-masing model diungkapkan oleh Srisakdi dalam skala-skala matematis berupa prosentase. Lebih jauh skala tersebut belum menggambarkan implementasi aktivitas riil yang dijalankan. Konsep pembelajaran secara rinci dijabarkan mulai dari pembelajaran tradisional hingga on-line. Selain hitungan-hitungan matematis Srisakdi juga mendeskripsikan definisi-definisi. Pada setiap diskripsi yang dipaparkan memberikan konsep aktivitas sebagai patokan kegiatan pembelajaran.Model pembelajaran blended yang dikembangkan mengacu pada definisi-definisi yang telah digambarkan dalam table 1. Sehingga pengembangan pembelajaran on-line bukan lagi sebagai pelengkap atau pengganti kegiatan perkuliahan. Tatap muka, diskusi, forum dll semuanya dilakukan secara sistematis dan terintegrasi pada web yang dikembangkan.Table 1 model pembelajaran Srisakdi (2006)
Prosentase Bahan Ajar Berbasis Web Model Deskripsi
0%Traditional
  • Pembelajaran tanpa memanfaatkan fasilitas Online
  • Pembelajaran dengan tatap muka.
1 -29%WebFacilitated
  • Pemanfaatan web dalam proses pembelajaran untuk membantu peningkatan penguasaan bahan ajar yang tidak terpenuhi dalam proses tatapmuka (pemberian materi tambahan melalui teknologi web)
  • Pemanfaatannya lebih banyak pada pengumpulantugas (assignments)
30 79%Blended
  • Proses pembelajaran menggunakan kombinasi antara bahan ajar berbasis web dan tatap muka.
  • Porsi pembelajaran online lebih besar dari tatap Muka
  • Dalam proses pembeljaran, interaksi (forum didkusi) lebih banyak dilakukan.
100 %Online/e-Learning
  • Seluruh proses pembelajaran melalui online.
  • Tidak ada pembelajaran tatap muka.
Secara teknis pengembangan pembelajaran model blended, merupakan kombinasi model pembelajaran yang menggunakan beberapa model perkuliahan yang dilakukan dalam konteks on-line dan off-line:
  1. Model pembelajaran tatap muka on-line dan off-lineProses pembelajaran tatap muka disebut juga dengan masa pengenalan, dimana berlangsung proses pembelajaran tatap muka off-line (bertemu dalam kelas nyata). Kegiatan dikelas nyata adalah dosen menyampaikan suatu penjelasan secara teknis penggunaan system pembelajarn berbasis web dan mahasiswa mendengarkan, menyimak dan mempraktekkan petunjuk. Namun dalam pembelajaran blended masa tatap muka secara nyata hanya dilaksanakan di awal-awal perkuliahan. Pada definisi yang telah dipaparkan oleh Srisakdi disebutkan dalam hitungan prosentase adalah 30 % dari keseluruhan masa satu semester. Pada pengembangan pembelajaran blended dipakai hitungan dalam 1 semester ada 5 bulan efektif , maka masa tatap muka dilaksanakan dalam 2 hingga 3 minggu. Sisa 4 bulan 1 minggu mahasiswa akan belajar mandiri dengan pembelajaran berbasis web dan ujian semester.Dalam masa belajar mandiri (4 bulan 1 minggu), mahasiswa akan berkumpul dan bertemu beberapa kali dengan dosen di web atau bertemu langsung sesuai jadwal yang telah ditentukan. Proses tatap muka ditujukan untuk memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama proses belajarnya.
  2. Model pembelajaran menggunakan modul elektronikPengembangan blended juga mengarah pada bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar yang digunakan salahsatunya berupa modul dalam kemasan elektronik. Dalam pembelajaran berbasis web modul elektronik ini dikenal dengan istilah bahan ajar mandiri atau bahan ajar yang dikemas untuk mahasiswa belajar mandiri. Di dalam bahan ajar mandiri selain materi juga disediakan latihan-latihan yang harus dikerjakan mahasiswa untuk mengukur perkembangan belajarnya. Dalam pembelajaran blended, selain bahan ajar modul elektronik, dalam proses belajarnya mahasiswa juga memanfaatkan bahan ajar berbasis web.
  3. Model pembelajaran menggunakan teks, audio, video dan multimediaPengembangan bahan ajar yang lain adalah pemanfaatan media/teknologi merupakan salah satu ciri dalam proses pembelajaran berbasis web, diantaranya pemanfaatan teks, audio, video dan multimedia. Penggunaan teks, audio, video dan multimedia adalah untuk pengayaan materi untuk berlatih (drill and practice) dan untuk penguatan mahasiswa dalam mempelajari salah satu topik.Dalam pembelajaran blended, pengemasan dilakukan secara digital dan diakses melalui bahan ajar berbasis web. Pemanfaatan teks, audio, video dan multimedia dilakukan pada masa belajar mandiri. Materi yang dikemas dengan menggunakan teks, audio, video dan multimedia ini dikemas dengan media penyimpan tertentu.Sebagai sarana pembelajaran terpenting dalam pembelajaran on-line pengembangan pembelajaran blended menggunakan web. Penggunaaan teknologi web diperlukan dalam pembelajaran untuk melakukan tatap muka, penyimpanan file, diskusi, pemantauan dll. Dengan model pembelajaran web diharapkan porsi waktu masa belajar mandiri lebih banyak dibandingkan dengan tatap muka baik off-line maupun on-line. Sehingga bila satu semester adalah 5 bulan, maka proses pembelajaran berbasis web ini akan dilakukan kurang lebih selama 4 bulan dan 1 minggu.Dalam pembelajaran berbasis web, mahasiswa tidak hanya mengakses bahan ajar, melainkan beberapa aktifitas yang dilakukan adalah: 1) Melakukan interaksi, baik melalu email, chal ataupun forum diskusi. mahasiswa dapat bertanya maupun mengajukan pendapat tentang suatu hal baik dengan dosen ataupun dengan teman/kelompoknya; 2) Mengerjakan tugas (assignments). Mahasiswa akan diberikan beberapa tugas baik perorangan maupun kelompok; 3) Menjawab soal latihan. Di setiap topik akan disediakan beberapa soal latihan yang harus dijawab mahasiswa. 4) Surfing the web. Untuk literature, images, video, etc.; 5) Berkomunikasi dengan ahli bidang ilmu di negara lain.Seperti yang sudah dibahas pada model pembelajaran tatap muka, dalam masa pembelajaran berbasis web (selama 3 bulan 1 minggu) ini, akan ada pertemuan dengan dosen. Pada pertemuan tersebut mahasiswa dapat menyampaikan beberapa permasalahan selama proses belajar berbasis web, baik itu terkait bahan ajar ataupun permasalahan terkait dengan koneksi internet. Setelah mahasiswa menyelesaikan masa belajar mandiri pada minggu terakhir dan di akhiri dengan ujian semester.Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran blended, proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan 4 model kombinasi: tatap muka, media elektronik, teks, audio, video dan multimedia dan berbasis web. Porsi belajar mandiri dengan pembelajaran berbasis web lebih besar dibandingkan proses tatap muka .