Kemampuan Yang Akan Dicapai Dalam Pembelajaran

Sabtu 23 Jul 2011 06:54 AM Alim Sumarno, M.Pd

Pebelajar yang akan mengalami perubahan. Bila sebelum belajar kemampuan hanya 25 % misalnya, maka setelah belajar selama lima bulan akan menjadi 100 %. Hasil belajar meningkatkan kemampuan mental. Pada umumnya hasil belajar tersebut meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan psiko-motoris.Kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran. Ada kesenjangan antara kemampuan pra-belajar dengan kemampuan yang akan dicapai. Kesenjangan tersebut dapat diatasi berkat belajar bahan ajar tertentu. Kondisi kemampuan pra-belajar dan kemampuan yang akan, dicapai atau tujuan pembelajaran tersebut dapat dilakukan dalam bagan sebagai berikut :Dari bagan tersebut diatas dapat diketahui bahwa :
  1. Pembelajar melakukan tugas pembelajaran; tugas pembelajaran tersebut dilakukan dengan pengorganisasian pebelajar, pengolahan pesan, dan evaluasi belajar.
  2. Pebelajar memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepanjang hayat.
  3. Pebelajar bersangkutan memiliki kemampuan pra-belajar, kemampuan tersebut berupa kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psiko-motoris.
  4. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsiknya, pebelajar melakukan kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar tersebut pebelajar mengembangkan atau meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya menjadi labih baik.
  5. Berkat evaluasi belajar dari pembelajar, maka pebelajar digolongkan telah mencapai suatu hasil belajar, wujud hasil belajar tersebut adalah semakin bermutunya kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor, hasil belajar tersebut dapat digolongkan sebagai :
    • Dampak pembelajaran; dan
    • Dampak pengiring.
Pembelajaran tersebut menghasilkan suatu kegiatan belajar. Bagi pebelajar, kegiatan belajar berarti menggunakan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mencerna bahan ajar.Secara umum kegiatan belajar tersebut meliputi fase-fase sebagai berikut :
  1. Fase motivasi, yang berarti pebelajar sadar mencapai tujuan dan bertindak mencapai tujuan belajar.
  2. Fase konsentrasi, yang berarti pebelajar memusatkan perhatian pada bahan ajar.
  3. Fase pengolahan pesan, yang berarti pebelajar mengolah informasi dan mengambil makna tentang apa yang dipelajari.
  4. Fase menyimpan, yang berarti pebelajar menyimpan dalam ingatan, perasaan, dan kemampuan motoriknya.
  5. Fase menggali, yang dalam arti menggunakan hal yang dipelajari yang akan dipergunakan untuk suatu pemecahan.
  6. Fase prestasi, dalam arti menggunakan bahan ajar unjuk kerja.
  7. Fase umpan balik, dalam arti pebelajar pembenaran tentang ketepatan hasil belajar prestasinya.
Kegiatan belajar di sekolah menurut Briggs dan Telfer (1987) dalam Dimyati dan Mudjiono (1994 : 162), pada umumnya dapat dibedakan menjadi empat hal berkenaan dengan:
  1. Belajar yang kognitif seperti pemerolehan pengetahuan.
  2. Belajar yang afektif seperti belajar tentang perasaan, nilai-nilai dan emosi.
  3. Belajar yang berkenaan dengan isi ajaran, seperti yang ditentukan dalam silabus semacam pokok-pokok bahasan.
  4. Belajar yang berkenaan dengan proses, seperti bagaimana suatu hasil dapat diperoleh.
Keempat kegiatan belajar tersebut dapat digolongkan menjadi tujuan yang akan dicapai dan ranah yang akan dikembangkan. Dari segi tujuan ditemukan adanya pengutamaan isi ajaran dan proses perolehan. Dari segi ranah yang dikembangkan meliputi ranah kognitif dan efektif, dan psikomotorik.