Kelebihan dan kelemahan metode diskusi

Kamis 28 Jul 2011 08:03 AM Alim Sumarno, M.Pd

Kelebihan metode diskusi :
  • Memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, misalnya : dalam pertukaran pendapat siswa berperan sebagai peserta diskusi, berperan sebagai pemimpin diskusi, dan sebagai perumus hasil diskusi (lebih-lebih jika kelompok diskusi tersebut kecil jumlahnya).
  • Melatih siswa untuk mengutarakan pendapatnya secara runtut dengan menggunakan bahasa baku, sekaligus melatih siswa menghargai pendapat teman dengan kesadaran bahwa diskusi adalah pengkajian kebenaran dan adanya perbedaan sudut pandang adalah suatu kewajaran.
  • Diskusi memberi kemungkinan perluasaan informasi, bahkan penambahan informasi baru bagi pesertanya (siswa).
  • Diskusi memberi kesempatan kerjasama, siswa yang cenderung cerdas dapat membantu siswa yang cenderung lambat belajar.
  • Diskusi melatih siswa untuk berpikir mandiri dan sekaligus meningkatkan taraf kepercayaan dirinya.
  • Situasi pembelajaran dengan berdiskusi melatih siswa untuk hidup secara demokratis di masyarakatnya.
  • Situasi diskusi memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal diri sendiri, mencari kemungkinan-kemungkinan yang terbaik dalam pemecahan masalahnya, mengembangkan pendapat-pendapatnya, meyakini nilai-nilai hidup tertentu, dan sekaligus meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat keputusan-keputusan dalam hidupnya.
  • Situasi diskusi memberi keleluasaan guru untuk membimbing belajar siswa (secara bervariasi), misalnya : memandu perumusan masalah yang didiskusikan, menyiapkan sumber belajar, pengelompokan anggota diskusi, pembinaan teknis berdiskusi, dan guru dapat mengambil jarak dengan kegiatan siswa dalam rangka mengamati diskusi siswa secara evaluatif (membuat penilaian proses).
Kelemahan metode diskusi:
  • Dalam situasi diskusi sulit menjamin tercapainya tujuan yang telah ditentukan dalam waktu yang telah direncanakanpula; situasi dapat berkembang bertele-tele, penuh perbedaan pendapat, bahkan jika koordinasi serta kepemimpinan diskusi tersebut lemah atau jelek situasinya dapat berkembang menjadi penuh konflik yang menyesatkan pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Kegiatan diskusi ini akan membawa hasil sebagaimana diharapkan jika para peserta diskusi menguasai kemampuan yang memadai untuk diskusi dan sekaligus bersedia bersiap diri secara pantas sebelum masuk ke situasi diskusi.
  • Selain penguasaan bahan diskusi, peserta diskusi juga perlu menguasai keterampilan teknis dalam berdiskusi; hal ini perlu dipalajarinya oleh peserta diskusi pada waktu sebelum dan didalam siatuasi diskusi.
  • Proses serta hasil diskusi akan kurang memadai (semu) jika pemimpin diskusi kurang hasil dalam menciptakan situasi diskusi yang mendorong setiap peserta bebas berpendapat serta terbuka untuk menerima kebenaran yang diajukan peserta lain dan kurang berhasil memandu kelompok untuk aktif dalam analisis sintesis (selama berdiskusi) agar semakin dapat menggali kebenaran yang luas, mendala, dan sistematis, perlu diakui bahwa sulit untuk menemukan seorang pemimpin diskusi yang berbobot (lebih-lebih diantara para siswa).
  • Dalam situasi diskusi dapat terjadi gejala tingkah laku peserta yang dominatif, di pihak lain dapat terjadi ada peserta yang berperan sebagai penonton, dan ada pula peserta yang perhatiannya pindah objek-objek lain diluar tema diskusi.
  • Kegiatan diskusi membutuhkan fasilitas tertentu, misalnya : banyak ruangan untuk masing-masing kelompok diskusi, mebeler yang memadai serta dapat diatur secara luwes (mudah dipindah-pindah = bersifat mobil), dukungan sumber relevan serta jumlahnya mencukupi kebutuhan dan kondisi yang nyaman untuk berdiskusi.