Kedudukan Media Grafis pada Proses Pembelajaran Matematika di SD

Senin 23 May 2011 07:03 AM Alim Sumarno, M.Pd

Prinsip belajar matematika pada tahap permulaan pengajaran (operasi) hitung akan selalu menggunakan tanda-tanda pemisah mulai dari kelas satu sampai sekolah lanjutan. Pengajaran hitung dapat dimulai dengan pengertian yang konkret mengarah atau beralih ke pengerjaan dengan pengertian abstrak. Hal tersebut disebabkan oleh prinsip pengerjaan hitung pada jenjang pendidikan permulaan meliputi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, pemangkatan, dan penarikan akar. Sebelum operasi hitung dilakukan, peserta didik harus memahami terlebih dahulu lambang bilangan dan nama bilangan (Lisnawati, S. Dkk. 1992:95).Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tahap-tahap perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, bahwa pada usia 7-8 tahun anak berada pada masa transisi. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tahap-tahap perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, bahwa pada usia 7-8 tahun anak berada pada masa transisi antara tahap perkembangan praoperasioanal dan tahap operasional konkret. Lebih kanjut dijelaskan bahwa anak pada masa tersebut masih sulit berpikir abstrak. Untuk itu dalam proses pembelajaran perlu digunakan alat-alat visual seperti gambar, huruf atau benda-benda manipulatif yang dapat membantu anak dalam mengilustrasikan materi pelajaran.Grafik berasal dari bahasa Yunani Grafhikos yang artinya melukis atau menggambar dengan garis-garis. Sebagai kata sifat, grafis diartikan sebagai penjelasan yang kuat atau penyajian yang efektif (Sudjana, 1990). Dengan demikian dapat disimpulkan media grafis adalah media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat, dan terpadu melalui pengungkapan kata dan gambar.Media grafis termasuk media visual dua dimensi. Sebagaimana media yang lain, media grafis juga berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Saluran yang menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa masalah yang dapat dirumuskan secara deskriptif yaitu, (1) apakah media grafis kartu bilangan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan terhadap efektivitas pembelajaran matematika di kelas rendah?Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mendapatkan data konkret tentang efektivitas penggunaan media grafis kartu bilangan dalam pembelajaran matematika di SD kelas rendah dan ingin mengetahui peningkatan belajar matematika siswa SD kelas rendah melalui media grafis sebagai media pembelajaran matematika.