Cooperative Learning Model STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA

Jum'at 05 Aug 2011 10:22 AM Alim Sumarno, M.Pd

ABSTRAK

Amurwani, Novie. 2009. Cooperative Learning Model STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Pulowetan 2 Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Rumidjan, M.Pd. (2) Drs. Heru Agus Tri Widjaja, M.Pd.
Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan guru kelas IV SDN Pulowetan 2, hasil belajar siswa kelas IV masih rendah. Metode yang digunakan guru masih ceramah dan proses pembelajaran hanya berlangsung satu arah saja. Sehingga siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu perlu pembelajaran koperatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) penerapan pembelajaran model STAD pada siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 2) peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 3) peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pulowetan 2; 4) tanggapan guru kelas IV tentang penerapan model STAD; 5) tanggapan siswa kelas IV tentang penerapan model STAD. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Di dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus, karena standar kompetensi yang diambil pada penelitian ini terdiri dari 2 kompetensi dasar.Data aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan. Data peningkatan hasil belajar diperoleh dari soal evaluasi. Untuk tanggapan guru dan tanggapan siswa diperoleh dari wawancara. Aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 59,8. Hanya 11siswa (55%) yang memiliki nilai ketuntasan. Sedangkan 9 siswa (45%) belum mencapai ketuntasan sesuai standar ketuntasan minimum yang telah ditetapkan oleh lembaga sekolah yaitu 65%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa menjadi 74,04. Pada siklus I terdapat 5 siswa (25%) belum mencapai KKM dan 15 siswa (75%) sudah mencapai standar ketuntasan.Selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 80,5. Hal ini berarti 20 siswa (100%) sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tanggapan guru sangat positif terhadap model STAD. Karena sangat mudah di aplikasikan kepada siswa, dan siswa juga bisa menerima pelajaran dengan baik. Tanggapan siswa yang nilainya mengalami perubahan setelah model STAD diterapkan beranggapan bahwa model pembelajaran ini sangat menyenangkan. Karena cara belajar yang berkelompok-kelompok membuat mereka tidak bosan dan tidak jenuh dalam menerima pelajaran. Disarankan kepada guru atau kepala sekolah dapat mengembangkan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPA. Karena peneliti sudah membuktikan kebenarannya mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.