Cara Mengatasi Kesulitan Belajar

Jum'at 12 Aug 2011 05:48 AM Alim Sumarno, M.Pd

Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran, seorang pendidik tidak hanya berkewajiban menyajikan materi pembelajaran dan mengevaluasi pekerjaan siswa, akan tetapi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bimbingan belajar. Sebagai pembimbing seorang pendidik mengadakan pendekatan bukan saja melalui pendekatan instruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Melalui pendekata pribadi guru akan langsung mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam, sehingga dapat memproleh hasil belajar yang optimal.Agar bimbingan belajar dapat lebih terarah dalam upaya membantu siswa dalam menagatasi kesulitan belajar, maka perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:IdentifikasiIdentifikasi adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar, yaitu mencari informasi tentang siswa dengan melakukan kegiatan berikut:
  1. Data dokumen hasil belajar siswa
  2. Menganalisis absensi siswa di dalam kelas
  3. Mengadakan wawancara dengan siswa
  4. Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar
  5. Tes untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar atau permasalahan yang dihadapi
Diagnosis Diagnosis adalah keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data tentang siswa yang mengalami kesulitan belajar dan jenis kesulitan yang dialami siswa. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
  1. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar siswa
  2. Keputusan mengenai factor-faktor yang menjadi sumber sebab-sebab kesulitan belajar
  3. Keputusan mengenai jenis mata pelajaran apa yang menjadi kesulitan belajar
Kegiatan diagnosis dapat dilakukan dengan cara ;
  1. Membandingkan nilai prestasi individu untuk setiap mata pelajaran dengan rata-rata nilai seluruh individu
  2. Membandingkan prestasi dengan potensi yang dimiliki oleh siswa tersebut
  3. Membandingkan nilai yang diperoleh dengan batas minimal tujuan yang diharapkan.
PrognosisPrognosis menunjuk pada aktifitas penyusunan rencana atau program yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kesulitan belajar siswa. Prognosis ini dapat berupa:
  1. Bentuk treatmen yang harus diberikan
  2. Bahan atau materi yang diperlukan
  3. Metode yang akan digunakan
  4. Alat bantu belajar mengajar yang diperlukan
  5. Waktu kegiatan dilaksanakan
Terapi atau pemberian bantuanTerapi disini adalah pemberian bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis. Bentuk terapi yang diberikan antara lain melalui:
  1. Bimbingan belajar kelompok
  2. Bimbingan belajar individual
  3. Pengajaran remedial
  4. Pemberian bimbingan pribadi
Tindak lanjut atau follow upTindak lanjut atau follow up adalah usaha untuk mengetahui keberhasilan bantuan yang telah diberikan kepada siswa dan tindak lanjutnya yang didasari hasil evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan dalam upaya pemberian bimbingan.