Agus Tri Cahyono

Hasil Anabut (T5) Evaluasi Pengajaran

by AGUS TRI CAHYONO on Jum'at 06 Jan 2012 05:08 PM

A. DESKRIPSI TEORITIK

  1. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah jawaban uji empiris soal percobaan dari siswa kelas X1 SMK Cerme Gresik berjumlah 32 siswa.

  1. Variabel

Variabel dalam penelitian dan uji empiris ini adalah kualitas soal ulangan harian bentuk pilihan ganda semester 1 mata diklat Rangkaian listrik kelas 1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012.

Sekolah yang dipilih adalah SMK Negeri 1 Cerme karena sekolah tersebut merupakan salah satu SMK RSBI yang berkualitas dan salah satu program keahliannya terdapat Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang berhubungan dengan Jurusan peneliti.

  1. Indikator

Indikator dalam penelitian ini adalah :

  1. Taraf kesukaran butir.

Tingkat kesukaran butir adalah proporsi jawaban benar dalam suatu tes instrument. Makin banyak yang menjawab betul maka makin tinggi nilai proporsi artinya jika nilai proporsi bemakin sedikit maka soal tersebut dikatakan sebagai kategori butir susah dan sebaliknya

  1. Indeks pembeda

Indeks pembeda adalah suatu ukuran yang menentukan bahwa butir soal dapat membedakan peserta yang memiliki kemampuan tinggi dalam menjawab soal benarbenar dengan yang berkemampuan rendah yang sebagian besar tidak dapat menjawab soal tersebut.

Klasifikasi daya pembeda soal (Arikunto, 2001) adalah:

  • D: 0,00 – 0,20 = jelek
  • D: 0,20 – 0,40 = cukup
  • D: 0,40 – 0,70 = baik
  • D: 0,70 – 1,00 = baik sekali

Jika dihasilkan D = negatif, soal tersebut sangat jelek dan sebaiknya

dibuang.

  1. Validitas butir(Rpbis, Rbis)

Validitas adalah suatu ketepatan yang dimiliki suatu butir untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

  1. Reliabilitas

Reliabilitas suatu tes pada hakekatnya menguji keajegan pertanyaan tes yang biasanya diadakan berulang-ulang untuk mendapatlan hasil yang reliable. Koefisien reliabilitas mengindikasikan adanya stabilitas skor yang didapatkan oleh individu. Skor disebut stabil bila skor yang didapat pada suatu waktu dan pada waktu yang lain hasilnya relatif sama. Beberapa cara rumus yang dapat digunakan untuk menentukan reliabilitas dimana hasil tersebut terkadang menghasilkan nilai yang tinggi dan rendah, antara lain:

  • Belah dua genap-ganjil dan dikoreksi
  • Belah dua awal-akhir dan dikoreksi
  • KR 20
  • KR 21
  • Hoyt
  • Alpha

Untuk mengetahui tingkat korelasi dapat mempergunakan daftar sebagai berikut:

  • 0,80 < r < 1,00 = korelasi (reliabilitas) sangat tinggi
  • 0,60 < r < 0,80 = korelasi tinggi
  • 0,20 < r < 0,60 = korelasi sedang
  • 0,20 < r < 0,40 = korelasi rendah
  • 0,00 < r < 0,20 = korelasi sangat rendah

  1. Indeks dikstraktor/pengecoh

Indeks dikstraktor adakah sebuah penialaian besarnya tingkat pengecohan alternative jawaban yang disediakan dalam butir pilihan ganda yang mana untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pengmbangan instrument tes diupayakan memiliki indeks dikstraktor yang merata pada setiap butir. Semakin merata pengecohan atau jawaban siswa yang salah maka semakin tinggi kualitas butir soal.

  1. Kompetensi yang diukur

Dalam penelitian ini kompetensi yang diukur adalah kemampuan menjawab betul pertanyaan dari soal pilihan ganda ujicoba ulangan harian sebanyak 20 soal yang diujikan kepada 32 siswa SMK Negeri 1 Cerme Gresik kelas X. Adapun mata diklat yang diujikan adalah mata diklat “Rangkaian Listrik”. Mata diklat tersebut diambil karena Rangkaian listrik merupakan bagian dasar terpenting yang harus difahami oleh siswa program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Adapun standar kompetensi kelulusan, indicator, kisi-kisi dan lain-lain soal terlampir dalam laporan ini.

B. PROSEDUR PENGEMBANGAN

  1. Validitas Konstruk (Construct Validity)

Validitas konstruk adalah Validitas isi menunjuk pada sejauh mana isi perangkat soal tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam kaitannya dengan kegiatan pembelajaran menurut Djemari Mardapi (1996: 22) validitas ini adalah kesesuaian antara materi ujian dan materi yang telah dipelajari. Pengujian validitas isi tidak melalui analisis statistik melainkan analisis rasional yaitu dengan melihat apakah butir-butirnya telah sesuai dengan batasan domain ukur yang telah ditetapkan sebelumnya.

maka pada soal butir - butir ini sudah disesuaikan dengan pedoman yang ada pada buku sehingga mengupayakan sebaik mungkin agar memiliki validitas konstruk yang baik yang sesuai batasan ukur yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu mengukur aspek pengetahuan, pemahaman, ingatan, aplikasi dan lain lain.

  1. Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi adalah vadiditas yang kaitannya dengan kesesuaian butir butir dengan materi yang diajarkan pada siswa. Butir-butir tersebut harus sesuai dengan indikator pembelajaran yang disusun jauh-jauh hari sebelum pembelajaran dimulai.

Pada butir soal saya ini divalidasi secara langsung oleh pengembangan kurikulum sekaligus guru mata diklat yang menangani langsung mata diklat Rangkaian listrik kelas X. sehingga secara validitas isi soal ini tidak berbeda jauh dengan kisi-kisi yang ada pada mata diklat tersebut.

  1. Validitas Butir (Item Validity)

Validitas butir adalah validitas yang sudah masuk kedalam bagian masing-masing dari butir tersebut. Ketepatan dalam penyusunan soal dapat menentukan obyektifitas dalam pengukuran kemampuan siswa. Beberapa hal yang mungkin diperhatikan dalam validitas ini kaitannya adalah validitas bahasa. Bahasa yang baik dan benar akan memperjelas makna butir tersebut tanpa menimbulkan pertanyaan yang membingungkan testee. Salah satu contohnya adalah pertanyaan yang ambigu akan menyebabkan siswa bingung untuk menjawab sehingga akibatnya pengukuran kemampuan siswa tidak valid.

  1. Validitas Muka (Face Validity)

Validitas muka adalah tipe validitas yang tingkat signifikasinya rendah karena hanya hanya didasarkan pada sekilas tentang isi instrument. Jika sekila memang sesuai dengan apa yang ingin diukur maka validitas ini dianggap sudah cukup untuk bisa dilaksanakan.

C. HASIL UJI COBA

Rangkuman hasil uji coba empiris:

  1. Hasil Validasi Ahli

Hasil validasi ahli untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 1.

Analisis validitas ahli

kategori

Jumlah soal

Butir soal

prosentase

Sangat Valid

0

-

0%

Valid

12

1, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 15, 17, 18, 19,20

60%

Kurang Valid

8

2, 3, 4, 6, 12, 13, 14, 16

45%

Tidak Valid

1

6

5%

Dari tabel 1 diatas dapat diambil data bahwa dari 20 soal terdapat 5% soal tidak valid, 35% soal kurang valid, 60% soal valid dan tidak ada soal yang sangat valid. Dilihat dari segi isi bahwa soal sudah memiliki validitas isi karena sudah disesuaikan dengan kurikulum yang diajarkan. Maka dengan adanya data ini butir-butir dapat direvisi kembali untuk dapat diujikan kepada siswa. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam lampiran lembar validasi.

  1. Hasil uji empiris

Rangkuman hasil uji coba empiris untuk soal yang sudah direvisi akan dijelaskan pada tabel-tabel dibawah ini :

  1. Taraf kesukaran butir

Hasil analisis taraf kesukaran butir untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 2.(untuk rumus 1 dan 2 karena nilai sama/ hampir sama)

Analisis taraf kesukaran butir

kategori

jumlah

butir

prosentase

Mudah

8

3, 4, 6, 8, 10, 15, 16, 17,

40%

Sedang/biasa

10

1, 2, 5, 7, 9, 11, 13 ,14, 19, 20

50%

Sulit

2

12, 18

10%

Berdasarkan hasil penguluran taraf kesukaran butir ternyata soal tersebut kategori soal yang sedang. Data tabel 2 tersebut diatas dari 20 dan pengambilan sampel adalah seluruh sisa terdapat 40% soal mudah, 50% soal sedang, dan 10% soal sulit.

Tabel 3.(untuk rumus 3 dan 4 karena nilai sama/ hampir sama)

Analisis taraf kesukaran butir

kategori

jumlah

butir

prosentase

Mudah

8

3, 8, 10, 14, 16, 17

30%

Sedang/biasa

10

1, 2, 4, 5, 6, 7, 9, 11, 12, 13, 15, 19, 20

65%

Sulit

2

18

5%

Sedangkan untuk data tabel 3 tersebut diatas dari 20 yang dengan mengambil sampel 27% (9 siswa) batas atas dan 27 % (9 siswa ) batas bawah terdapat 30% soal mudah, 60% soal sedang, dan 5 % soal sulit. Soal ini tetap tergolong sebagai kategori soal yang taraf kesukarannya sedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel penghitungan Exel dan manual dalam lampiran.

  1. Indeks daya beda.

Hasil analisis indeks daya beda untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 4. (untuk semua rumus karena memiliki nilai yang sama/ hamper sama)

Analisis indeks daya beda

kategori

jumlah

Butir

prosentase

Jelek (0-0,2)

3

2,5,20

15%

Cukup(0,2-0,4)

10

1, 3, 4, 8, 10, 11, 14, 15, 16, 17

50%

Baik (0,4-0,7)

7

6,7,9,12,13,18, 19

35%

Baik sekali(0.7-1)

-

Pada tabel 4 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan indeks daya pembeda buti dapat dikategorikan cukup. Indeks daya pembeda dari 20 soal yang dianalaisis 15% soal termasuk jelek, 50% termasuk cukup, 35% termasuk baik, dan tidak ada yang baik sekali. Penghitungan daya beda soal (exel dan manual) selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

  1. Validitas butir

Hasil analisis validitas butir untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 5. Data hasil analisis validitas (Rbis dengan penghitungan)

Analisis validitas soal

kategori

jumlah

Butir

Prosentase

Tidak valid (<=0,444)

15

1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 20

75%

Valid (>0,444)

5

7, 9,12, 18, 19

25%

Tabel 6. Data hasil itemen analisis validitas (Rbis) dengan taraf signifikasi 5%

Analisis validitas soal

kategori

jumlah

Butir

Prosentase

Tidak valid (<=0,444)

14

1, 2, 3, 4, 5, 8, 10, 11,13, 14, 15, 16, 17,20

70%

Valid (>0,444)

6

6, 7, 9,12,18.19

30%

Dari data tabel 5 dan 6 dimana secara validitas soal, soal ini terkategorikan sebagai soal yang tidak valid meskipun ada beberapa yaitu 25%-30% yang valid dan sebagian besar yaitu sebesar 60%-70% yang tidak valid. Penghitungan validitas untuk Rpbis dan Rbis dapat dilihat dalam lampiran yang memberikan beberapa hasil perhitungan dari beberapa rumus dari para ahli.

  1. Indeks dikstraktor

Hasil analisis efektifitas dikstraktor butir untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 semester SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 7. Data hasil analisis indeks dikstraktor

Analisis indeks dikstraktor

Katgori

Jumlah

butir

prosentase

Tidak Efektif

8

1, 4, 8, 9, 10, 15, 16, 17,

40%

Efektif

12

2, 3, 5, 6, 7,11, 12, 13, 14, 18, 19, 20

60%

Menurut data tabel 7 diatas bahwa pengecoh (dikstraktor) yang berjalan efektif sebesar 40% dari soal dan yang tidak efektif sebesar 60%, perlu sedikit lagi tingkat distraktor agar soal memiliki dikstraktor yang tinggi. Dilihat dari perbandingan prosentase efektifitas soal tersebut tergolong memiliki dikstraktor yang kurang efektif karena prosentase tidak efektif sedikit lebih besar.

  1. Reliabilitas

Hasil analisis validitas butir untuk soal ulangan harian pilihan ganda mata diklat Rangkaian Listrik sebelum diujikan kepada siswa kelas X1 SMK Negeri 1 Cerme Gresik tahun pelajaran 2011/2012 dapat dilihat dalam penjelasan dan hasil interprestasi dibawah ini:

Tabel 8. Data hasil perhitungan dan iteman analisis reliabilitas

Teori

Reliabilitas (rii)

kategori

  1. Pembelahan ganjil genap

0,118

Korelasi sangat rendah

  1. Rumus Flanagan

0,64

Korelasi tinggi

  1. Pembagian atas bawah

0,96

Korelasi sangat tinggi

  1. Rumus rulon

0,523

Korelasi sedang

  1. Rumus KR 20

0,343

Korelasi rendah

  1. Rumus KR 21

-0,043

Korelasi Sangat rendah

  1. Rumus hoyt

0,385

Korelasi rendah

  1. Rumus alpha

0,44

Korelasi sedang

  1. ITEMAN alpha

0,440

Korelasi sedang

Dari tabel 8 tersebut diatas dapat diambil data bahwa kategori dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • 0,80 < r < 1,00 = korelasi (reliabilitas) sangat tinggi

- Teori pembagian atas bawah

  • 0,60 < r < 0,80 = korelasi tinggi

- Teori Flanagan

  • 0,20 < r < 0,60 = korelasi sedang

- Teori Rulon

- Tori alpha

- Iteman alpha

  • 0,20 < r < 0,40 = korelasi rendah

- Teori KR 20

- Teori Hoyt

  • 0,00 < r < 0,20 = korelasi sangat rendah

- Teori KR 21

- Pembagian ganjil genap

Untuk kelengkapan data hasil perhitungan exel dan manual dapat dilihat dalam lampiran.

kelemahan yang terdapat dalam soal sehingga harus ada yang direvisi atau ada yang digugurkan. Hal tersebut dilakukan agar didapatkan hasil inststrument test yang baik.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal yang secara validitas dapat terpenuhi adalah jika :

  1. Memiliki rata-rata taraf kesukaran minimal yang sedang
  2. Memiliki validitas yang baik.
  3. Daya beda minimal
  4. Indeks dikstraktor yang baik, paling tidak pada setiap altenatif pilihan ada 5% dari peserta yang menjawab.
  5. Memiliki relibilitas minimal 0,6

Sehingga pada soal yang telah dibuat ada beberapa yang harus direvisi agar menjadi instrument yang baik beberapa hal yang perlu direvisi ataru digugurkan yaitu terkait masalah:

  1. Reliabilitas : soal yang baik harus memiliki reliabilitas sejelek-jeleknya pada kategori sedang namun saya menetapkan pada reliabilitas 0,6 yang terkategorikan sebagai reliabilitas tinggi. Adapun bebarapa soal (butir) yang harus digugurkan agar mencapai reliabilitas lebih dari 0,6.
  2. Validitas : ada sebagian besar soal yang harus direvisi karena memiliki validitas yang kurang, kalau dalam soal ini terdapat 70%-75% yang tidak valid artinya soal tersebut tidak sepenuhnya dapat mengukur kemampuan siswa dan hanya 25%-30% yang mampu mengukur kemampuan siswa secara valid sehingga harus direvisi. Butir-butir tersebut adalah (1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 20)
  3. Indeks dikstraktor: meskipun prosentase tidak efektif sedikit lebih kecil dari pada prosentase yang efektif namun dalam hal ini harus tetap direvisi agar indeks dikstraktor merata pada setiap soal. Butir-butir yang perlu direvisi adalah (1, 4, 8, 9, 10, 15, 16, 17) .

Melalui berbagai pertimbangan dan hasil pengukuran di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada soal yang dapat dipertahankan hanya sebanyak 10 butir (5,6,7,9,10,11,12,14,18,19) sedangkan sebagian yang lain digugurkan agar reliabilitas mencapai lebih dari 0,6 yang terkategorikan sebagai soal yang memiliki reliabilitas tinggi.

Adapun keterangan lebih jelas dapat dilihat dalam lampiran – lampiran yang telah di cantumkan