Rabu 16 Nov 2011 11:06 AM -

KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI

Bisa mandiri di usia dini mungkin bukanlah segalanya ada hal yang lebih penting dari kemampuan kemandirian anak yang justru agak sering terlewatkan yaitu bagaimana membuat anak-anak senang melakukan kegiatan mandiri.

Pribadi yang mandiri adalah kemampuan hidup yang utama dan salah satu kebutuhan setiap manusia di awal usianya. Anak meskipun usianya masih muda namun di haruskan memiliki pribadi yang mandiri. Alasan mengapa hal ini di perlukan ? karena ketika anak terjun ke lingkungan di luar rumah sudah tidak tergantung kepada orang tua. Misalnya, ketika anak sudah mulai bersekolah, orang tua tidak mungkin selalu menemani mereka tiap detiknya. Mereka harus belajar mandiri dalam mencari teman, bermain, dan belajar.

Pada faktanya semua usaha untuk membuat anak menjadi mandiri sangatlah penting agar anak dapat mencapai tahapan kedewasaan sesuai dengan usianya. Oramg tua dan pendidik di harapkan dapat saling bekerja sama untuk membantu anak dalam mengembangkan kepribadian mereka.

Anak akan mandiri jika di mulai dari keluarganya dan hal ini menyebabkan tingkat tingkat kemandirian seseorang berbeda-beda satu sama lain. Hal ini di sebabkan oleh faktor yang mempengaruhi kemandirian tersebut. Muhammad asrori menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian adalah : keturunan orang tua, pola asuh orang tua, sistem pendidikan di sekolah, sistem pendidikan di masyarakat.

Anak yang mandiri untuk ukuran anak usia dini terlihat dengan ciri-ciri :

1. Dapat melakukan segala aktivitasnya secara sendiri meskipun tetap dengan pengawasan orang dewasa.

2. Dapt membuat keputusan dan pilihan sesuai dengan pandangan, pandangan itu sendiri di perolehnya dari melihat prilaku atau perbuatan orang-orang di sekitarnya.

3. Dapat bersosialisasi dengan orang lain tanpa perlu di temani orang tua.

4. Dapat mengontrol emosinya bahkan dapat berempati terhadap orang lain

Penanaman sifat kemandirian ini harus di mulai sejak anak pra sekolah. Tetapi harus dalam kerangka proses pekembangan manusia, artin ya orang tua tidak boleh melupakan bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa, sehingga ia tidak bisa di tuntut menjadi orang dewasa sebelum waktunya, serta orang tua harus mempunyai kepekaan terhadap setiap proses perkembangan anak dan menjadi fasilitator bagi perkembangannya.

Dari uraian di atas dapat di nyatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam menanamkan kemandirian pada anak sejak dini sebagai berikut :

1. Kepercayaan

Suasana sekolah yang terasa asing dan berat bagi anak karena harapan orang tua dan guru agar menjadi anak yang baik, maka perlu di tanamkan rasa percaya diri dalam diri anak dengan memberikan kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang mampu di lakukan sendiri.

2. Kebiasaan

Dengan memberikan kebiasaan yang baik kepada anak sesuai dengan usia dan tingkat perkembangannya, misalnya, membuang sampah pada tempatnya, melayani dirinya sendiri, mencuci tangan, meletakkan mainan pada tempatnnya, dll.

3. Komunikasi

Komunikasi merupakan hal penting dalam menjelaskan tentang kemandirian kepada anak dengan bahasa yang mudah di pahami.

4. Disiplin

Merupakan proses yang dilakukan oleh pengawasan dan bimbingan orang tua dan guru yang konsisten. Dengan mengajarkan disiplin kepada anak sejak dini, berarti kita telah melatih anak untuk bisa mandiri di masa datang dimana kunci kemandirian anak adalah sebenarnya ada di tangan orang tua dan guru

Jenis-jenis kemandirian

a. Kemandirian sosial dan emosi

b. Kemandirian fisik dan fungsi tubuh

c. Kemandirian intelektual

d. Menggunakan lingkungan untuk belajar

e. Membuat keputusan dan lingkungan

f. Refleksi dalam belajar

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas dapat di nyatakan bahwa kemandirian adalah kemampuan seseorang dalam kemampuan fisik, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, pandai bergaul, mau berbagi, dan mengendalikan emosi.